BerandaTradisinesia
Rabu, 13 Jan 2026 11:01

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

Puncak Syarif di Gunung Merbabu. (Threads/@agusprasetyo91)

Nama Puncak Syarif di Gunung Merbabu ternyata berasal dari cerita legenda Mbah Syarif. Seperti apa ya ceritanya?

Inibaru.id - Kalau kamu pernah mendaki Gunung Merbabu, nama Puncak Syarif jadi salah satu tujuan yang paling populer selain Puncak Trianggulasi dan Puncak Kentheng Songo. Beda dengan dua puncak Merbabu lainnya, Puncak Syarif punya kisah di balik namanya yang unik banget.

Berbeda dengan nama puncak lainnya yang lahir dari istilah teknis atau bentuk geografis, Puncak Syarif dipercaya berasal dari nama seorang tokoh yang pernah hidup dan menyepi di kawasan Merbabu pada masa lampau. Warga sekitar mengenalnya sebagai Mbah Syarif, sosok sederhana yang konon memilih tinggal sendirian di atas gunung, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan desa.

“Pas mendaki Gunung Merbabu, rekan saya dari Salatiga sedikit cerita tentang legenda Mbah Syarif ini. Tapi, karena cerita rakyat turun-temurun, nggak tahu benar-benar nyata atau nggak,” ungkap salah seorang pemuda yang hobi mendaki gunung dari Kendal, Jawa Tengah, Bagus Wibowo, pada Senin (12/1/2026).

Dalam cerita yang berkembang dari generasi ke generasi, Mbah Syarif digambarkan sebagai pribadi yang hidup bersahaja, taat beragama, dan memiliki rasa cinta yang kuat terhadap Tanah Air. Ia membangun sebuah gubuk kecil di kawasan puncak dan menghabiskan hari-harinya dalam kesunyian Merbabu. Meski begitu, bukan berarti ia menutup mata dari keadaan sekitar.

Nama Puncak Syarif berasal dari cerita legenda Mbah Syarif yang dulu disebut-sebut tinggal di Gunung Merbabu. (Dhanur Subuyars)

Konon, Mbah Syarif sangat andal membaca situasi. Dari kejauhan, ia bisa mengetahui jika ada orang atau rombongan yang sedang mendaki gunung. Bukan cuma itu, ia bahkan mampu membedakan mana pendaki yang merupakan tentara Indonesia dan mana yang berasal dari pihak musuh pada masa penjajahan Belanda.

Saat yang datang adalah kawan atau pejuang dari bangsanya sendiri, Mbah Syarif disebut akan membantu dengan caranya sendiri. Di siang hari, ia memantulkan cahaya matahari menggunakan cermin sebagai penunjuk arah. Di malam hari, lentera dinyalakan sebagai penanda jalur, semacam suar sederhana agar para pendaki tidak tersesat.

Sebaliknya, jika yang mendaki adalah tentara musuh, dia memakai cara berbeda. Mbah Syarif akan berpindah ke area yang sulit dijangkau, lalu menyalakan cahaya di tempat tersebut. Cahaya ini sengaja digunakan untuk mengecoh, membuat pihak musuh salah arah dan menjauh dari jalur sebenarnya.

Atas peran krusial itu, masyarakat kemudian mengabadikan nama Mbah Syarif sebagai nama salah satu puncak di Gunung Merbabu. Lokasi gubuk tempatnya tinggal dulu dipercaya berada di sekitar kawasan yang kini dikenal dengan nama Jembatan Setan, salah satu titik yang cukup terkenal di kalangan pendaki Merbabu.

Kini, Puncak Syarif yang ada di ketinggian 3137 meter di atas permukaan laut (mdpl) ramai dikunjungi pendaki. Ada yang datang sekadar menikmati panorama dari atas Merbabu, ada pula yang sengaja singgah untuk mengenang kisah sang penjaga gunung. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, legenda Mbah Syarif sudah menjadi bagian dari cerita salah satu gunung paling populer di Jawa Tengah tersebut. Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: