BerandaTradisinesia
Sabtu, 18 Mar 2022 09:55

Bakiak, Awalnya Dipakai Bangsawan, Kini Jadi Sandal Wudu

Bakiak kini dipakai wudu di masjid atau musala. (Jatimulyo.bantulkab.go.id)

Meski terbilang kuno, nyatanya bakiak masih bisa ditemui di masjid atau musala sebagai sandal wudu. Kamu pernah mengira nggak kalau sandal dari kayu ini dahulu diperuntukkan bagi bangsawan? Yuk, simak awal mula budaya bakiak ini!

Inibaru.id – Di sejumlah masjid di Tanah Air, kamu mungkin masih bisa menemukan sandal bakiak atau yang juga disebut sebagai teklek wudu. Nah, kamu tahu nggak kalau sandal ini asalnya ternyata dari Tiongkok sana dan tiba di Tanah Air ratusan tahun yang lalu?

Banyak orang yang berpikir kalau bakiak ini berasal dari Jepang. Maklum, di banyak film, anime, atau dorama Jepang, sandal ini dipakai oleh karakternya, khususnya di acara-acara tradisional. Bentuknya juga mirip dengan bakiak yang bisa kamu temui di masjid-masjid sebagai sandal yang dipakai orang-orang di tempat wudu.

Ada banyak istilah yang disematkan pada sandal bakiak ini. Ada yang menyebutnya sebagai teklek karena suaranya saat dipakai seperti itu saat menyentuh lantai. Masyarakat Jawa Timur juga ada yang menyebutnya sebagai bangkiak. Dipakai oleh kaum perempuan dari kaum bangsawan di zaman dulu, alas kaki ini bermotif kombinasi dari budaya Madura serta Tiongkok.

Bangkiak bangsawan perempuan Madura dari abad 19 yang dipajang di Museum History of Java, Yogyakarta. (Tempo/ Pribadi Wicaksono)

Di Jawa Timur, ada juga bakiak yang kastanya lebih rendah yakni klompen. Sebutan dari bahasa Belanda ini sebenarnya untuk sepatu kayu bagi kalangan buruh. Bentuknya memang benar-benar sepatu kayu, bukannya sandal dengan bagian telapaknya berupa lempengan kayu.

Sudah Ada di Nusantara Sejak Abad ke-8

Jadi ya, bakiak ini diperkirakan tiba di Nusantara pada abad ke-8. Yang membawanya adalah orang-orang dari Tiongkok daratan, khususnya orang Tang-lang dari Hokkian yang memang dikenal gemar merantau ke berbagai negara. Nggak hanya kaum laki-laki yang merantau, kaum perempuan juga ikut sembari membawa barang-barang khasnya, termasuk bakiak.

Baca Juga:

Sapaan

Sebutan bakiak sendiri berasal dari dialek Hokkian bak-kia. Menariknya, baik itu bentuk sandalnya ataupun namanya menyebar hingga ke Semenanjung Korea serta Jepang. Di Filipina, ada juga sandal dengan bentuk serupa dengan nama yang mirip, yakni bakya.

Bakiak awalnya diberi tambahan lukisan bunga cantik dan dipakai oleh kaum bangsawan. Namun di Indonesia, bakiak lebih merakyat karena dipakai para buruh, petani, hingga santri. Cara pembuatannya pun sangat mudah yakni lempengan kayu yang diberi tali atau potongan ban bekas. Selain itu, sandal ini juga dikenal awet pakai banget.

Pada sejumlah peninggalan benda bersejarah Jawa seperti arca batu yang ditemukan di Blitar dan diperkirakan dibuat pada abad ke-14 atau 15 Masehi, terlihat pahatan sandal yang menyerupai bakiak. Jadi, ada kemungkinan bakiak mulai banyak dipakai orang Nusantara di masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha berjaya di Nusantara.

Di masjid tempat kamu tinggal, apakah juga masih ada bakiak buat wudu, Millens? (Lan,Tem/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: