BerandaTechno
Sabtu, 29 Sep 2017 16:01

Mau Tahu Proses Bikin Beton dari Kaleng? Baca ini...

Proses pembuatan beton kaleng. (Foto: Dok. Tim beton kaleng /Tim beton kaleng)

Bikin beton yang kuat dari material yang mudah kita dapatkan. Inovasi yang sangat inspiratif.

Inibaru.id – Kalton atau beton yang terdiri atas kaleng, aluminium, dan beton yang diciptakan tiga mahasiswa ITB masih terus dikembangkan.

Tapi seperti apa sebenarnya prosesnya? Dikutip dari Beritagar (13/9/2017) berikut proses dan cara pembuatan Kalton.

Baca juga: Luar Biasa! Beton dari Kaleng Ciptaan Tiga Mahasiswa ITB

Proses penelitian

Selama proses penelitian, produk beton yang digunakan memiliki spesifikasi dimensi 60 x 60 dengan ketebalan 18-20 sentimeter. Setiap sampel dalam penelitian diberi perlakuan yang berbeda. Perbedaan perlakuan bertujuan untuk mencari data mengenai kekuatan dan kemampuan serap energi mekanik (impak).

Konsep Pembuatan Beton Kaleng.

Tim Kalton juga memisahkan sampel beton menjadi dua kelompok, yaitu grup kontrol dan grup eksperimen. Masing-masing kelompok menggunakan empat sampel beton.

Grup kontrol merupakan kelompok sampel beton yang tidak diperkuat dengan kaleng aluminium. Sampel beton 1A hanya diperkuat dengan kerangka besi dan steel fibre, sampel 2A diperkuat kerangka besi saja, kemudian sampel 3A diperkuat steel fibre. Adapun sampel 4A berupa beton biasa yang terbuat dari adukan pasir dan semen.

Sementara grup eksperimen merupakan sampel beton yang mengalami penguatan dengan metode Kalton. Sampel beton 1B diperkuat dengan kerangka besi, steel fibre, dan kaleng aluminium. Sedangkan sampel 2B diperkuat kerangka besi dan kaleng aluminium, dan sampel 3B diperkuat steel fibre dan kaleng aluminium. Sementara beton sampel 4B hanya diperkuat kaleng aluminium.

Setelah semua sampel beton jadi, mereka mengangkutnya ke Laboratorium Rekayasa Struktur Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB untuk diuji.

Uji tekan dilakukan untuk mengetahui besar tekanan yang bisa diterima oleh tiap sampel beton. Sedangkan tes impak untuk menghitung jumlah energi yang dapat diserap oleh tiap sampel beton.

Dari data hasil uji tekan dan tes impak pada kedua grup tersebut, disimpulkan bahwa pemberian kaleng aluminium untuk membuat rongga udara dalam beton meningkatkan kemampuan beton untuk menahan tekanan dan menyerap energi mekanik.

Dari empat beton sampel bermetode Kalton itu, tim mendapatkan sebuah sampel terbaik pada beton berkode 1B. Beban maksimalnya mencapai angka tertinggi, yaitu 9.350 kilogram. Kekuatan lenturnya 26,30 kilogram per sentimeter persegi.

Adapun pada uji impak, sampel beton 1B bahkan mencapai angka tertinggi darti total delapan sampel, yaitu 49,98 persen. Hasil ini membuktikan, sebagian konsep dan mimpi tim Kalton bisa diwujudkan.

Proses Pembuatan Beton Kaleng.

Sampel beton 1B itu sebenarnya bersaing ketat dengan sampel beton kontrol berkode 1A yang diperkuat dengan kerangka besi dan steel fibre.

Dari segi kekuatan saat uji tekan, sampel beton 1A sanggup menahan beban hingga 20.500 kilogram, atau 2,5 kali dari beton 1B yang ungggulan bermetode Kalton. Selain itu, hasil uji impak beton 1A juga tidak kalah jauh dengan 1B. Energi benturan yang diserapnya mencapai 42,46 persen.

Beton bermetode Kalton yang terbaik, kata Jery Octavianus (salah seorang penggagas Kalton), dipasangi 23 kaleng bekas minuman kemasan. Kaleng pilihannya tidak penyok dan bersih dari tanah agar tidak mempengaruhi adukan beton.

Kumpulan kaleng itu ditempatkan di bagian tengah dalam beton dengan susunan 5-4-5-4-5. Kaleng setinggi 11 sentimeter itu diapit rangka besi berukuran 10 milimeter pada bagian atas dan bawahnya serta dipasangi steel fibre.

"Formasi kaleng baru seperti itu, belum bentuk lain seperti huruf X atau terpencar," katanya.

Mereka menghindari pemasangan kaleng secara penuh pada beton sampel. "Kalau dipenuhi semua, bisa mengubah fungsi dan strukturnya."

Dari hasil uji impak itu juga, kata Jery, beton Kalton bisa meredam benturan ketika ditabrak. Kerusakan beton menurutnya tidak banyak, dan bisa diperbaiki kembali. "Kerusakannya tidak mayor," kata dia.

Daya serap benturannya berkisar 4-7 persen lebih tinggi daripada beton yang tidak memakai kaleng aluminium di dalamnya. Adapun dari sisi penggunaan material pembuatan beton, terjadi penghematan sekaligus agak lebih ringan. Berat semua sampel beton tanpa kaleng aluminium, berkisar 107-110 kilogram. "Semua sampel beton Kalton beratnya 101-103 kilogram," ujarnya.

Penggunaan Kalton lebih mengarah ke dinding luar, pembatas jalan, penutup drainase, atau bangunan instansi militer. "Untuk beton pembatas jalan, belum tahu standarnya bagaimana," kata dia. (PA/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: