BerandaPendidikan
Sabtu, 8 Sep 2017 16:04

Writingthon Tuangkan Hasil Penelitian Ilmiah dalam Bahasa Populer

Suasana diskusi antara peneliti dari Puspiptek dan 10 peserta Writingthon. (Foto: GNFI)

Bagaimana jadinya jika hasil penelitian ilmiah ditulis dengan menggunakan bahasa populer? Pasti tak hanya kalangan tertentu saja yang bisa memahami. Menarik.

Inibaru.id - Apa jadinya jika para penulis muda terlibat dalam program penulisan bersama tentang ilmu pengetahuan Indonesia? Asyik dan menarik, tentu saja. Banyak hal yang mungkin akan dituliskan, dan banyak ilmu baru yang akan dicetuskan.

Dilansir dari GNFI, pada tanggal 25-28 Agustus 2017 ini, sebanyak 10 penulis muda Indonesia telah terlibat dalam program penulisan bersama. Tema tulisan yang diulas para penulis tersebut adalah tentang ilmu pengetahuan Indonesia.

Menjadi yang pertama di Indonesia, program tersebut diberi nama “Writing Marathon” atau disingkat “Writingthon”. Konsep dalam penulisan ini adalah semacam penulisan marathon.

Baca juga: Machine Learning dari Google Bisa Membantu Jurnalis Melakukan Hal Ini

Kegiatan ini diselenggarakan oleh perusahaan penerbit independen Bitread, dengan menggandeng Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek). Dalam agenda menulis bersama secara marathon ini, para penulis akan mengupas apa saja yang dimiliki oleh Puspiptek dalam bentuk tulisan untuk selanjutnya dibaca masyarakat..

Kesepuluh ilmuwan muda tersebut terdiri atas peneliti, guru, penulis, blogger dan mahasiswa master. Mereka diajak untuk mengenal fasilitas dan unit kerja yang ada di wilayah Puspiptek di Kota Tangerang Selatan, Banten.

Selain melihat teknologi yang diterapkan, mereka juga berdiskusi dengan para peneliti di Puspiptek.

Maraton

Para peserta diajak mengunjungi 35 laboratorium teknologi yang terdapat di Puspiptek, sesuai dengan latar belakang ilmu dan peminatan masing-masing. Hasil akhir dari agenda ini adalah penulisan buku bersama secara maraton, yang akan dibagikan secara gratis untuk berbagai institusi, seperti sekolah, perpustakaan dan rumah belajar.

Menurut Kasubbag Perencanaan, Protokol dan Humas Puspiptek Prima Septiani, agenda ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan Puspiptek kepada masyarakat luas.

“Selama ini, kami memiliki keterbatasan ketika menyampaikan hasil penelitian kami kepada masyarakat awam, mengajak masyarakat melihat langsung adalah cara penyampaian tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Hebat, Ekspedisi Polwan ke Puncak Cartenz Papua Di hadiahi Rekor MURI

Pendiri Bitread, Anita Hairunisa mengatakan, tujuan dari penulisan ini adalah agar hasil penelitian yang keren di Indonesia tidak hanya ditulis dalam bahasa ilmiah, sehingga hanya dapat dipahami oleh kalangan tertentu saja.

“Agar masyarakat umum juga dapat memahami, ketika ditulis dalam bahasa populer,” terangnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan orang-orang yang dipilih dari 168 penulis yang mendaftar. Selanjutnya, Puspiptek berencana membuat program menulis untuk mempublikasikan hasil penelitan Puspiptek, dengan memanfaatkan situs yang dimiliki Puspiptek.

Peserta asal Pekanbaru Tantia Shecilia berharap, Puspiptek dapat lebih dikenal masyarakat luas, khususnya kaum muda.

Kegiatan Writingthon ini sekaligus menjadi rangkaian acara Puspiptek Innovation Festival (PIF) yang akan dilaksanakan pada Oktober 2017, yang sekaligus merupakan peringatan hari jadi Puspiptek ke-41. (OS/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: