BerandaPasar Kreatif
Jumat, 18 Des 2025 15:01

Ternak Ayam 'Kub' di Pekarangan Kantor Camat, Telurnya Dibagikan Gratis

Camat Semarang Barat Elly Asmara yang sedang mengecek kandang ternak ayam KUB yang berada di perkarangan kantor. (Sundara/Inibaru.id)

Puluhan ayam 'kub' dipelihara di pekarangan kantor Kecamatan Semarang Barat yang disulap menjadi kandang umbaran berbentuk tunnel. Bertunjuan utama untuk membangun kemandirian pangan, telur dan daging yang dihasilkan nantinya akan dibagikan secara gratis untuk warga.

Inibaru.id - Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, mempunyai penghuni baru. Bukan manusia, tapi ayam-ayam kub yang kini menghuni pekarangan kompleks kantor camat yang berlokasi di Jalan Ronggolawe di Kelurahan Gisikdrono tersebut.

Sedikit informasi, "kub" adalah singkatan dari Kampung Unggulan Balitbangtan. Seperti namanya, ayam kub adalah jenis ayam lokal (kampung) super-produktif yang merupakan hasil riset pemerintah dengan fokus untuk untuk meningkatkan jumlah telur dan ketebalan daging.

Nah, selama enam bulan terakhir, sejumlah ayam kub tampak sengaja dipelihara di pekarangan kantor Kecamatan Semarang Barat. Ayam-ayam ini diletakkan dalam kandang berkonsep umbaran selebar satu meter yang memanjang di sisi samping kantor camat.

Camat Semarang Barat Elly Asmara mengatakan, kandang ayam itu merupakan bentuk ikhtiar sederhana dari kecamatan yang berlokasi di sisi barat Kota Semarang ini untuk membangun kemandirian pangan dari level paling dasar.

"Ayam ini dipelihara bukan sebagai ladang bisnis, tapi untuk menjadi sumber protein yang hasilnya dibagikan gratis kepada warga," tuturnya pada Rabu (17/12/2025). "Tahun depan, semua instansi akan didorong untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri."

Akan Dibagikan Gratis

Elly, demikian dia biasa disapa, menilai, ayam kub sengaja dipilih karena spesialis telur dan daging. Perawatan ayam ini juga simpel, mudah, dan murah. Untuk tempatnya, ayam-ayam tersebut berlokasi di dekat parkiran sepeda motor, sehingga masyarakat yang ingin mengurus administrasi bisa langsung melihat.

Ayam-ayam yang dipiara pihak kecamatan saat ini berjumlah sekitar 34 ekor, yang terdiri atas indukan hingga generasi ketiga. Sebagian besar ayam sudah mulai bertelur, dengan rata-rata ayam menghasilkan sekitar 15-20 butir telur per bulan.

"Telur ayam yang dihasilkan, selain dinikmati orang kantor, juga menjadi pelengkap dalam kegiatan sosial, salah satunya dibagikan saat bakti sosial untuk anak-anak yang mengalami stunting," sebutnya.

Elly berharap, nantinya budi daya ayam kub ini bisa menghasilkan telur dan daging yang cukup untuk dibagikan secara teratur sebagai tambahan gizi untuk anak-anak stunting yang sudah terdata di kelurahan. Warga nggak perlu mengajukan permohonan karena data mereka rutin dipantau oleh kader kesehatan.

Menjadi Taman Edukasi

Nggak hanya berperan sebagai sumber produksi pangan, pekarangan yang kini lebih dikenal sebagai Taman Edukasi ini juga berfungsi sebagai sarana belajar bagi masyarakat yang tertarik berternak. Elly mengatakan, warga bisa melihat langsung skema budi daya ayam kub tersebut, lalu membuat sendiri di rumah.

"Warga dapat memanfaatkan pekarangan rumah atau lokasi lain untuk berternak dengan konsep kandang umbaran tipe tunnel seperti ini, yang memungkinkan ayam bergerak lebih leluasa tanpa mengotori rumah tetangga," terangnya sembari menunjukkan kandang yang dimaksud.

Kandang ayam yang disebut Elly berada di sudut pekarangan. Kandang umbarannya berupa tunnel selebar 1 meter dengan panjang sekitar 100 meter berbentuk huruf L. Biaya pembuatannya sekitar Rp2-3 juta. Lalu, untuk indukan ayam, harganya cukup variatif tapi relatif terjangkau.

Selain ayam, Elly mengatakan bahwa kantor Kecamatan Semarang Barat juga melakukan budi daya kelinci dan ikan (lele dan nila). Dia berharap, kantor kelurahan yang memiliki lahan yang cukup luas juga mulai meniru konsep ini demi kemandirian pangan.

"Kandang ayam ini juga tidak bau (kotoran) karena tanahnya dilapisi daun. Kotoran ayam bercampur dengan daun dan tanah, jadi bisa dibersihkan secara rutin dan dimanfaatkan sebagai pupuk kompos," tandasnya.

Inovasi yang menarik ya, Gez! Dibutuhkan ketelatenan untuk menerapkan upaya-upaya menuju kemandirian pangan ini. Semoga semakin menginspirasi! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Mulai 1 Oktober, Semua Merchant Bisa Nikmati Transaksi QRIS Bebas Biaya

24 Agu 2026

Mengenal Sekaten, Tradisi Maulid Nabi Warisan Dakwah Wali Songo

25 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: