BerandaHits
Kamis, 28 Jan 2026 19:29

Gen Z Pilih Work Life Balance ketimbang Jabatan

Ilustrasi Gen Z sedang santai di tempat kerja. (Freepik)

Sukses nggak harus jadi bos. Lewat career minimalism, Gen Z membuktikan kalau kebahagiaan di luar kantor jauh lebih mahal harganya dibanding titel manajer.

Inibaru.id - "Kerja buat hidup, bukan hidup buat kerja." Slogan ini sepertinya sudah jadi kitab suci buat para pekerja muda zaman sekarang. Mereka nggak lagi mau menumbalkan waktu tidur dan kesehatan mental cuma demi titel mentereng di kartu nama. Kenalan yuk sama tren career minimalism!

Dulu, kalau belum jadi Manajer atau Direktur, rasanya belum sukses. Tapi buat Gen Z, aturan mainnya sudah berubah. Melansir survei dari Glassdoor Community, sekitar 68% Gen Z ternyata nggak tertarik mengejar posisi tinggi kecuali kalau gaji atau kompensasinya beneran sepadan. Fenomena inilah yang disebut sebagai Career Minimalism.

Apa sih Career Minimalism itu?

Mengutip dari The Every Girl, career minimalism adalah gaya kerja yang menempatkan pekerjaan sebagai sumber cuan saja, bukan pusat dari seluruh kehidupan. Penganut gaya ini biasanya punya ambisi besar di luar kantor, misalnya mendalami hobi atau komunitas, sehingga mereka ogah ambil posisi tinggi yang berisiko merusak work-life balance.

Menurut Forbes, sikap ini bukan berarti mereka nggak punya ambisi atau malas ya, Gez. Mereka justru sangat perhitungan soal dampak pekerjaan terhadap kesehatan mental mereka.

Kenapa Ogah Naik Pangkat?

Gen Z nggak pengin jika hidupnya habis untuk bekerja. (Unsplash)

Banyak orang, terutama Gen Z, memilih gaya ini karena beberapa keuntungan yang menggiurkan:

  • Jam Kerja Teratur: Prinsipnya adalah kerja efisien. Begitu jam kantor selesai, langsung "tenggo" (saat teng langsung go/pulang) tanpa drama lembur.
  • Waktu buat Hobi Melimpah: Karena energi nggak habis di kantor, mereka punya tenaga sisa buat eksplorasi passion lain.
  • Bebas dari Burnout: Keseimbangan antara kerjaan dan hobi bikin hidup terasa lebih bahagia dan jauh dari stres berat.
  • Istirahat Cukup: Pengelolaan waktu yang baik bikin kualitas tidur terjaga karena otak nggak terus-menerus memikirkan deadline.

Ada Harga yang Harus Dibayar

Tapi tunggu dulu, menerapkan career minimalism bukan tanpa konsekuensi. Psikolog asal AS, Dr. Kelly Monahan, menyebutkan kalau orang yang terlalu membatasi diri di kantor biasanya punya relasi yang lebih sedikit.

Karena jarang ikut obrolan santai atau bonding setelah jam kerja, ikatan emosional dengan rekan kerja jadi tipis. Efeknya? Peluang karier baru yang biasanya datang dari relasi bisa saja tertutup.

Senada dengan itu, Alyssa Towns, seorang penulis bidang karier, mengingatkan kalau gaya ini nggak cocok buat semua orang. "Keputusan ini bergantung pada kondisi hidup dan bagaimana kamu membangun identitas diri," ujarnya. Jangan sampai karena ikut-ikutan tren, kamu malah terjebak penyesalan di masa depan.

"Karier itu maraton, bukan sprint. Pilih ritme yang paling bikin kamu nyaman bernapas."

Gimana nih, Gez? Kamu termasuk tim yang ambisius kejar jabatan atau tim career minimalism yang penting work-life balance terjaga? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: