BerandaKulinary
Jumat, 29 Jan 2026 09:07

Nggak Seram, Sup Pocong di Warung Mbak Anis Pati Justru Bikin Ketagihan

Sup pocong di Warung Mbak Anis, Kabupaten Pati. (Ranu)

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ada kuliner dengan nama yang seram banget, yaitu sup pocong. Meski namanya bikin ciut nyali, nyatanya menu ini justru laris manis. Apa alasannya, ya?

Inibaru.id - Makan di dekat makam mungkin terdengar janggal bagi sebagian orang. Tapi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, justru dari lokasi semacam itulah lahir salah satu kuliner legendaris yang digemari banyak orang, yakni sup pocong. Namanya memang terkesan menyeramkan, tapi urusan rasa, menu ini justru bikin orang balik lagi.

Warung yang menyediakan menu dengan nama nyeleneh ini adalah Warung Mbak Anis Spesial Sup, sebuah warung sederhana yang berdiri tepat di depan Tempat Pemakaman Umum Mojopitu, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan Pati Kota. Letaknya persis di seberang gerbang makam, lengkap dengan pemandangan nisan dan pepohonan kamboja. Dari lokasi yang seram inilah, julukan “sup pocong” muncul dan terlanjur melekat di benak pelanggan.

Meski di papan nama tak ada kata “sup pocong”, warga sekitar dan pembeli lebih akrab menyebutnya begitu. Bukan karena ada unsur mistis dalam masakannya, melainkan karena posisi warung yang hanya berjarak beberapa langkah dari area pemakaman. Unik, sederhana, mudah diingat, dan bikin banyak orang penasaran!

Salah satu pelanggan setia, Eko yang merupakan warga Kecamatan Gabus mengaku sudah belasan tahun rutin mampir ke warung ini. Dulu ia kali pertama datang karena penasaran dengan namanya yang tak biasa.

“Karena depan warungnya kuburan, jadi banyak orang yang menyebut makanannya sup pocong. Tapi soal rasa, ini serius enak banget,” ujarnya sambil tertawa sebagaimana dinukil dari Detik, Jumat (26/12/2026).

Lokasi Warung Mbak Anis di depan makam. (Google Street View)

Yang membuat sup pocong ini digemari tentu bukan semata lokasinya. Cita rasa supnya menjadi alasan utama. Seporsi sup disajikan dengan kuah bening yang segar, sedikit pedas, dan beraroma bawang putih goreng. Isinya cukup royal, yaitu potongan daging sapi yang empuk, wortel, kol, dan taburan bawang goreng yang membuat kuahnya makin harum. Cocok disantap hangat, apalagi saat perut lapar.

Soal harga, warung ini juga terkenal bersahabat. Satu porsi nasi sup dibanderol hanya Rp 8.000. Dengan harga segitu, pembeli sudah mendapat nasi dan sup lengkap yang mengenyangkan. Tak heran jika banyak pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga dari luar kecamatan berdatangan.

Mbak Anis, pemilik warung, menyebut usahanya ini sudah berdiri lebih dari 15 tahun. Awalnya kepopuleran warung ini biasa saja, namun karena lokasinya yang tak lazim dan rasa sup yang konsisten, warungnya perlahan dikenal luas. Kini, dalam sehari, ratusan porsi bisa ludes terjual, terutama saat jam makan siang.

O ya, selain sup, warung ini juga menyediakan menu lain seperti nasi soto, nasi pecel, dan nasi asem-asem. Namun tetap saja, sup pocong menjadi primadona yang paling banyak dicari.

Kini, Warung Mbak Anis bukan sekadar tempat makan. Ia sudah menjadi bagian dari cerita kuliner Pati dan menjadi contoh bahwa lokasi yang tak biasa tak selalu jadi penghalang membuka bisnis. Selama rasanya jujur, harganya bersahabat, dan pelayanannya mantap, orang akan tetap datang. Bahkan, meski harus makan tepat di depan makam.

Hm, jadi penasaran ya, Gez, seperti apa rasa sup pocong di sana. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: