BerandaPasar Kreatif
Rabu, 19 Jan 2021 15:00

Pahit Manis Narik Kereta Mini Menyusuri Jalanan Semarang

Menanti anak-anak datang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Siapa bilang menjadi pengemudi kereta mini nggak berat? Meski selalu riang melihat dan mendengar tawa anak-anak, ada banyak duka yang terpaksa dipendam. Namun, roda harus tetap diputar agar perut jauh dari lapar.<br>

Inibaru.id - Sebelum memacu kereta mini miliknya, Bagong menunjukkan lambang paguyuban yang tertempel di kaca depan. “Paguyuban Kereta Wisata”, begitu bunyi tulisan yang terbaca. Kata Bagong, dia nggak perlu khawatir ditilang polisi.

“Kalau sudah pakai lambang ini terhindar dari tilangan,” katanya.

Sebenarnya, saya nggak paham mengapa stiker ini bisa "sakti" begitu. Sayangnya, Bagong nggak menjelaskan secara rinci perkara ini. Lelaki ini kemudian bercerita kalau di Semarang Utara paling nggak ada empat paguyuban kereta mini. Wah, jadi surga kereta mini ya. Di sana, Bagong kebagian trayek mengangkut penumpang di Sawah Besar.

Setali tiga uang dengan Bagong, Bowo juga merasa diuntungkan dengan bergabung dengan paguyuban. Lelaki yang menjadi anggota Paguyuban Kereta Mini Semarang ini mengatakan, ekosistem peredaran kereta mini jadi lebih kondusif.

Lambang paguyuban milik Bagong. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Dulu, banyak pemilik kereta mini yang asal serobot dan liar. Mereka nggak ragu saling sikut.

“Kalau sudah urusan perut, susah. Pasti panas. Maka dari itu supaya lebih terkoordinasi, dibuatlah paguyuban,” ujarnya.

Sedikit banyak, Bowo juga mengamati perkembangan kereta mini di Semarang. Dia bahkan bisa menjelaskan kepada saya bagaimana awal mula wahana ini masuk ke Kota Lumpia. Kata lelaki ini, kali pertama kereta mini hadir di Semarang adalah pasca Orba sekitar 1999-2000. Sosok yang membawa kereta mini ini bernama Suherman.

“Pak Herman mengadopsi kereta mini dari Jepara katanya. Dibawa ke Semarang lalu ditiru juga oleh banyak orang,” terang Bowo.

Dari Suherman pula, Bowo cerita kalau banyak diberi ilmu tentang kereta mini. Dari mengoperasikan, standar keamanan, hingga patron kerangka kereta mini.

Tanpa koordinasi area, para pengendara kereta mini bisa bersitegang rebutan penumpang. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Konsep kereta mini yang diadopsi banyak membuat jenisnya makin banyak. Bowo menjelaskan ada 3 jenis kereta mini, yaitu yang bermesin mobil, motor viar, sampai sepeda motor biasa.

Paling umum adalah yang bermesin mobil. Berbagai jenis mesin mobil bisa digunakan seperti kijang, Chevrolet, dan Carry. Ada juga yang memakai mesin diesel tapi sudah jarang.

“Kami areanya di kampung. Jadi kalau pakai diesel malah takutnya berisik,” kata laki-laki 26 tahun tersebut.

Sebutan dan Modal

Kereta mini memang nggak cuma dijumpai di Semarang. Di kota-kota lain, kereta mini memiliki nama berbeda. Di Ibukota Jakarta misalnya, masyarakat menyebutnya odong-odong, sementara di Bandung dikenal dengan “Bandros”. Ada juga daerah yang akrab dengan sebutan “Kereta Kelinci”.

Setelah mengobrol agak lama, saya penasaran juga dengan modal yang dibutuhkan untuk sebuah kereta mini. Bowo membeberkan kalau biaya yang dibutuhkan nggak sedikit. Merakit sendiri atau membeli jadi biasanya berkisar Rp 30-35 juta.

“Kalau saya sih nyicil. Jadi nggak langsung beli satu kereta mini begitu. Tapi merakit satu-satu,” ujar Bowo yang di lain hari juga bekerja sebagai sopir.

Di jalanan, kereta mini sering dianggap melanggar peraturan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Merasa Dianaktirikan

Orang mungkin hanya tahu pekerjaan sebagai penarik kereta mini nggak berat dan bisa tetap dapat uang. Tapi, nggak ada pekerjaan yang benar-benar mudah untuk dijalani. Inilah yang saya tangkap dari obrolan saya dengan Bowo.

Dia mengaku sering mendapat pengalaman yang memprihatinkan selama mengendarai kereta mini ini. Secara hukum, keberadaan kereta mini dianggap melanggar pasal 227 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya juga nggak main-main yaitu denda hingga Rp 24 juta atau kurungan penjara selama satu tahun.

Bisa dibilang, kendaraan ini rawan kena tilang. Itulah mengapa, gerak edar kereta mini hanya sebatas di pinggiran kota. Kereta mini juga susah dapat lahan parkir ketika mengunjungi objek wisata. Beda perlakuan dengan bus-bus wisata.

“Makanya, kadang kami merasa dianaktirikan. Padahal kami nggak pernah protes atau demo terhadap pemerintah,” ucapnya.

Kesulitan Bowo terasa berlipat di tengah gempuran pandemi seperti sekarang. Banyak jalan yang ditutup membuat lahan mengais rezeki Bowo makin terkikis. Belum lagi tempo hari, dia sempat ditegur karena dianggap membiarkan penumpangnya nggak menerapkan protokol kesehatan.

"Tapi saya sebetulnya nurut. Kereta saya semprot desinfektan. Lalu saya beri hand sanitizer juga. Mewajibkan masker. Cuma terkadang nggak semua penumpang bisa dikontrol," keluhnya.

Terlepas dari semua itu, Bowo berharap banyak kepada Pemerintah agar para pengendara kereta mini ini dirangkul dan diberi lahan bekerja. Menurutnya, banyak objek wisata yang bisa dikolaborasikan dengan kereta mini.

Kalau menurutmu, bagus nggak ide Bowo ini, Millens? (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: