BerandaPasar Kreatif
Rabu, 13 Jan 2026 15:01

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

Sosok Kepala Departemen Bisnis Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat saat menjelaskan tren pembelian emas sepanjang 2025. (Sundara/Inibaru.id)

Meski harga emas melonjak sepanjang 2025, warga Semarang tetap ramai membeli emas. Fenomena FOMO membuat transaksi cicil dan tabungan emas meningkat pesat, karena emas dinilai investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Inibaru.id - Minat masyarakat terhadap investasi emas terus menggila sepanjang 2025, nggak terkecuai di Kota Semarang. Meski harga emas terus meroket sepanjang 2025, keinginan untuk berinvestasi pada logam mulia justru menunjukkan tren yang sama.

Kepala Departemen Bisnis Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat menyebut, permintaan emas, baik melalui skema Cicil Emas hingga Tabungan Emas pada 2025 meningkat hingga 200 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Harga emas juga naik hampir dua kali lipat sepanjang 2025," ujar Tyas saat ditemui Inibaru.id, Senin (12/1/2026). "Awal 2025 itu (harga emas) masih di kisaran Rp1,2 juta per gram. Akhir tahun tembus Rp2,5 juta. Secara keseluruhan naik sekitar 60 hingga 70 persen."

Menurut Tyas, terlepas dari tren atau fomo (fear of missing out) yang muncul di kalangan masyarakat, saat ini emas tengah dianggap sebagai instrumen investasi paling aman; potensi imbal hasil tinggi dengan risiko relatif terkendali.

"Berbeda dengan instrumen berisiko tinggi lainnya, emas mampu memberikan keuntungan tanpa terlalu membebani. Banyak orang tertarik karena return-nya tinggi, tapi tetap aman. Biasanya, investasi itu kan high return, high risk, tapi risiko emas relatif bisa dikendalikan."

Didukung Stok Fisik

Di tengah tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi emas, Tyas mengklaim, Pegadaian termasuk yang cukup sibuk. Menurutnya, Pegadaian dipercaya masyarakat karena emas yang mereka miliki nggak sekadar produk digital atau bersifat semu.

"Setiap transaksi tabungan emas (di Pegadaian) didukung stok emas fisik yang tersedia dan tersimpan aman di gudang penyimpanan," lontarnya, menegaskan bahwa Pegadaian berorientasi pada layanan yang aman dan komitmen terhadap kepuasan pelanggan.

Tyas mengungkapkan, tingginya minat masyarakat terhadap emas bahkan sempat membuat beberapa distributor Pegadainan di Kota Semarang dan Jawa Tengah kewalahan. Stok emas di beberapa titik, termasuk beberapa Galeri 24, sempat habis karena tingginya pembelian masyarakat.

"Masyarakat tahu harga emas tinggi, tapi tetap berbondong-bondong membeli. Jadi, bisa dibilang ini fomo, tapi tentu saja fomo dalam artian yang positif ya," celetuknya.

Harga Emas akan Naik Fluktuatif

Memasuki 2026, Pegadaian memperkirakan harga emas masih berpotensi naik, meski bersifat fluktuatif. Kenaikannya diprediksi akan berada pada kisaran 15-20 persen, dengan catatan kondisi geopolitik global belum stabil.

"Selama situasi geopolitik dunia masih abu-abu, emas tetap jadi safe haven. Kalau ketegangan global mereda, harga emas kemungkinan bisa lebih stabil," paparnya.

Sepanjang 2025, Tyas menjelaskan, masyarakat yang membeli emas melalui skema cicil di Pegadaian Kanwil XI Semarang mencapai sekitar Rp1 triliun atau setara 500 kilogram emas. Sementara itu, saldo Tabungan Emas menyentuh angka 2 ton.

Segmen nasabah yang paling aktif membeli emas adalah pengusaha, karyawan, dan ibu rumah tangga. Tiap kelompok, lanjutnya, memiliki tujuan investasi yang berbeda, yang menyesuaikan kondisi ekonomi dan kebutuhan pribadi.

"Karyawan cenderung memilih tabungan emas, sementara ibu rumah tangga ada yang cicil dan ada yang menabung, biasanya untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan anak," tandasnya.

Terjawab sudah mengapa masyarakat masih memilih emas sebagai instrumen investasi meski harganya sudah melesat sangat tinggi. Kamu ikut berinvestasi emas juga nggak, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Mulai 1 Oktober, Semua Merchant Bisa Nikmati Transaksi QRIS Bebas Biaya

24 Agu 2026

Mengenal Sekaten, Tradisi Maulid Nabi Warisan Dakwah Wali Songo

25 Agu 2026

Indonesia Mulai Program PLTS, 14 Proyek Jadi Tahap Awal

26 Agu 2026

Wayang Klithik, Wayang Kayu Pipih yang Lahir dari Tradisi Jawa dan Bunyi "Klithik"

27 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: