Inibaru.id - Kabar baik datang dari lereng Gunung Muria, Gez! Desa Tempur di Kecamatan Keling, Jepara, yang sempat terisolasi akibat terjangan tanah longsor pada Jumat (9/1), kini perlahan mulai pulih.
Pemerintah Kabupaten Jepara bergerak "sat-set" untuk memastikan warga nggak berlama-lama terjebak dalam kondisi darurat. Berkat kerja keras tim gabungan, ada progres signifikan yang bikin warga sedikit bernapas lega.
Pasalnya, aliran listrik di Desa Tempur dilaporkan sudah kembali menyala. Nggak cuma itu, akses jalan yang tadinya tertutup timbunan material longsor juga mulai terbuka.
Meskipun baru bisa dilalui secara terbatas, terbukanya akses ini sangat vital agar bantuan logistik bisa masuk tanpa hambatan. Bupati Jepara, Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, terjun langsung ke lokasi untuk memastikan semuanya berjalan lancar.
“Prioritas utama kami adalah membuka isolasi wilayah dan memulihkan utilitas dasar. Alhamdulillah, listrik sudah menyala dan jalan mulai terbuka,” ujar Mas Wiwit.
Strategi Cegah Longsor Susulan
Pemerintah nggak cuma fokus pada pembersihan material saja, lho. Rencana penguatan tebing yang amblas sudah dimatangkan. Rencananya, bakal dipasang bronjong dan pengalihan aliran air untuk "mengunci" tanah agar nggak longsor lagi saat hujan deras mengguyur. Langkah ini bakal segera dieksekusi begitu cuaca mendukung.
Logistik Aman dan Gotong Royong Kuat
Buat warga yang ada di posko pengungsian, jangan khawatir soal urusan perut. Mas Wiwit memastikan operasional dapur umum dan distribusi bantuan sudah aman terkendali berkat sinergi keren antara Pemkab, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.
Camat Keling, Lulut Andi Arianto, juga merasa optimis kalau pemulihan Desa Tempur bisa lebih cepat karena infrastruktur dasar sudah mulai pulih. Petinggi Desa Tempur, Mariyono, pun mengapresiasi kehadiran pemerintah yang bikin warga merasa tenang karena kebutuhan mereka terpenuhi.
Semoga kondisi di Tempur segera pulih seperti sedia kala ya, Gez. (Siti Zumrokhatun/E05)
