BerandaPasar Kreatif
Kamis, 31 Mei 2023 08:00

Bermula dari Mencintai Keroncong, Berakhir Menjadi Pengusaha Alat Musik di Semarang

Sosok Bambang Wisnu Setiaji pengrajin alat musik keroncong di Kota Semarang. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Bambang Wisnu Setiaji kini dikenal sebagai pengusaha yang memproduksi alat musik keroncong di Semarang. Jauh sebelum itu, dia lebih dulu mencintai genre musik warisan bangsa Portugis itu.

Inibaru.id - Aneka kerajinan alat musik keroncong terpampang di teras rumah Bambang Wisnu Setiaji di Jalan Sanggung Raya, Nomor 181, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Selain alat musik keroncong seperti ukulele, cak, selo, bas, dan biola, peralatan tukang macam gergaji listrik, amplas, cat warna, tang juga terlihat menghiasi teras rumah lelaki yang akrab disapa Bambang tersebut.

Ya, Bambang merupakan seorang pengrajin alat musik keroncong. Dia sudah menggeluti profesinya tersebut sejak tahun 1996.

"Awalnya saya pengin belajar main biola. Karena nggak mampu beli, saya kemudian berpikir gimana caranya bisa main. Akhirnya saya inisiatif untuk bikin sendiri," kata Bambang saat ditemui Inibaru.id.

Dari situlah Bambang menemukan jati dirinya sebagai pemain biola sekaligus pengrajin alat musik keroncong, jenis musik peninggalan bangsa Portugis di Indonesia. Hebatnya, Bambang memiliki keahlian itu dengan cara mengamati dan meniru.

"Dari dulu sampai sekarang buat alat musik keroncong kalau ada pesanan saja. Orang-orang kayak sudah tau saya bisa bikin alat musik keroncong," ucap Bambang.

Dari Kayu Berkualitas

Salah satu alat musik keroncong yang diproduksi Bambang Wisnu Setiaji. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Dalam perjumpaannya dengan Inibaru.id, lelaki yang kini berprofesi sebagai satpam di salah satu Universitas Semarang itu menelaskan secara singkat bagaimana cara membuat alat musik keroncong. Kamu penasaran kan bagaimana tahapan-tahapannya?

"Pertama itu pemotongan kayu, pembentukan pola, pengamplasan, dan pemasangan seluruh bagian. Setelah body jadi semua, lalu pemasangan neck atau leher gitar. Terakhir itu untuk pengecatan," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan kayu-kayu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan alat musik keroncong menggunakan kayu berkualitas seperti kayu mahoni, nangka, dan jati Belanda.

Untuk menciptakan satu alat musik, senggaknya Bambang membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari. Sebuah waktu yang cukup untuk bisa menghasilkan alat musik keroncong yang berkualitas. Nah, ukulele merupakan alat musik yang paling laris. Bambang mengaku, dalam satu bulan, dia bisa dapat sepuluh pesanan ukulele.

Harga dari karya-karyanya itu bervariasi ya, Millens. Semua bergantung pada ukuran serta kerumitan.

"Alat cuk dan cak dijual dengan harga mulai dari Rp350-800 ribu. Sedangkan bass dijual dengan harga Rp5 jutaan," beber Bambang.

Ya, kualitas lat musik bikinannya sudah nggak diragukan lagi dan telah menyebar ke hampir seluruh daerah di Indonesia, lo. Bahkan, lelaki yang sudah 27 tahun memproduksi alat musik keroncong itu pernah mengirim karyanya ke luar negeri.

"Rembang, Tidore, Papua, Kudus, Demak, Jepara, Ungaran dan daerah lainnya. Kalau terjauh pernah di kirim ke Malaysia tahun 1999," ungkapnya dengan bangga.

Tolak Ajakan Mengajar di Malaysia

Bambang Wisnu beserta anggota KPKS sedang memainkan alat musik keroncong. (Inibaru.id/ itroh Nurikhsan)

Keahlian Bambang dalam memainkan sekaligus membuat alat musik keroncong menyita perhatian seorang kawannya yang mengajar di Malaysia. Bambang pernah diajak ke Negeri Jiran untuk mengenalkan musik keroncong. Alih-alih menerima, Bambang justru menolak. Dia lebih senang memilih berkarir di Indonesia.

"Pernah diajak ke Malaysia oleh teman saya yang sering memesan alat musik keroncong. Tapi saya tolak," kenangnya.

Kini di usianya yang sudah menginjak setengah abad, Bambang berusaha melestarikan musik keroncong yang mulai redup tergerus zaman lewat Komunitas Pelaku Keroncong Semarang (KPKS). Di komunitas itu, Bambang secara rutin mengadakan pertemuan dengan anggota untuk belajar bareng. Dia juga pelan-pelan mengenalkan musik keroncong ke anak-anak muda.

"Kalau ada yang mau belajar, kita arahkan untuk memainkan lagu-lagu musik modern dulu. Kamu senangnya apa? Pop atau dangdut? Setelah itu mereka baru bisa perlahan-lahan kita dorong untuk memainkan lagu-lagu keroncong yang asli," tandas Bambang.

Nah, jika kamu tertarik dan pengin bisa memainkan musik keroncong, bisa bertandang ke rumah Bambang nih, Millens. Waktunya adalah setiap Senin minggu kedua, ya. Di sana akan ada beberapa orang yang sama-sama ingin belajar mengenal lebih dekat dengan genre musik yang diusung maestro kenamaan Gesang, Waldjinah, dan Hetty Koes Endang itu. Menarik, bukan? (Fitroh Nurikhsan/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: