BerandaPasar Kreatif
Jumat, 19 Sep 2019 11:22

Batik Truntum, Tanda Cinta Sang Ratu pada Sultan Pakubuwana III

Batik truntum diciptakan oleh Ratu Kencana. (Okezone)

Batik truntum kerap dipilih pasangan yang berencana menikah dengan adat Jawa. Selain indah, kisah di balik terciptanya motif batik ini ternyata bisa bikin kamu merasa sedih sekaligus bahagia. Seperti apa kisahnya?

Inibaru.id - Selain Sido Asih dan Wahyu Temurun, Yogyakarta masih punya koleksi motif batik yang nggak kalah indah untuk acara pernikahan yakni Batik Truntum. Dengan corak bintang-bintang, batik truntum kerap menjadi salah satu pilihan busana pengantin wanita. Selain corak yang indah, kisah di balik batik ini juga bikin terenyuh, lo.

Konon, Ratu Kencana-lah yang menciptakan batik truntum. Ratu Kencana atau yang juga dikenal sebagai Ratu Beruk merupakan permaisuri Sultan Pakubuwana III. Selama menikah, sang ratu sulit memiliki keturunan. Sultan Pakubuwana III yang risau memikirkan pewaris tahtanya lantas berencana menikah lagi.

https://batik-tulis.com/wp-content/uploads/2014/12/Motif-Batik-Truntum-Wahyu-Tumurun.jpg

Batik truntum jadi simbol cinta Ratu Kencana pada suaminya. (Batik Tulis)

Rencana sang suami ternyata juga membuat Ratu Beruk risau. Setiap malam, dirinya memandangi langit yang penuh bintang. Bintang-bintang itu menjadi inspirasinya untuk membuat batik truntum. Selama proses pencantingan, Sultan Pakubuwana III memperhatikan bagaimana istrinya begitu tekun. Ketika batik itu sudah jadi, sang sultan merasa terharu akan cinta istrinya.

Perasaan terharu ini kemudian menumbuhkan kembali bibit-bibit cinta Sultan Pakubuwana III. Dia lalu membatalkan rencananya untuk menikah lagi. Duh, kisah cinta yang mengharukan kan?

Karena kisah ini pula, batik truntum menjadi salah satu busana pengantin perempuan. Dengan menggunakan batik ini, pengantin diharapkan mampu saling mencintai hingga akhir hayat.

Hm, semoga harapan yang terkandung dalam batik truntum bisa jadi kenyataan untuk setiap pasangan yang memilih motif ini ya. Kalau kamu, lebih suka pakai batik motif apa, Millens? (IB06/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: