BerandaKulinary
Sabtu, 2 Jan 2026 11:01

Uniknya Rasa Pecel Keong Mbak Toen di Kabupaten Semarang

Pecel Keong Mbak Toen. (Fauzia Hayuning)

Selain pecel keong, olahan belut dan teh krampul dari Warung Pecel Keong Mbak Toen wajib kamu cicipi kalau sedang makan di sini, Gez.

Inibaru.id - Libur Natal dan Tahun Baru sering bikin orang bingung menentukan tujuan wisata. Tempat ramai sudah pasti penuh, sementara jalanan macet di mana-mana. Kalau kamu sedang main ke Kabupaten Semarang atau melintas di sekitar Salatiga, ada satu destinasi kuliner yang bisa jadi pilihan alternatif: Warung Pecel Keong Mbak Toen.

Kabupaten Semarang memang bukan cuma soal panorama alam atau tempat wisata air. Urusan perut, daerah ini juga punya banyak cerita menarik. Salah satunya warung legendaris yang berada tak jauh dari objek wisata Sumber Mata Air Muncul, tepatnya di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru. Lokasinya strategis dan sering jadi tempat singgah wisatawan sebelum atau sesudah main air.

Berdiri sejak 1985, menu andalan warung ini terdengar sederhana, yaitu nasi pecel dengan aneka sayuran. Tapi ada lauk yang bikin pecel di sini melegenda, yaitu keong sawah yang dimasak hingga empuk dan gurih. Kombinasi sambal pecel yang pedas-manis dengan keong ternyata menciptakan rasa yang unik dan nagih.

“Pecel keong di warung ini dimasak dengan cara khusus sehingga nggak alot dan punya rasa istimewa. Ada juga menu lain seperti belut crispy, mujaer, lele, dan lain-lain yang nggak kalah enak,” terang pengelola warung tersebut, Yanto pada Senin (22/12/2025).

Dia bercerita kalau warung ini awalnya sangat sederhana. Dulu lokasinya berada di dalam kompleks Kolam Renang Muncul dengan jumlah tempat duduk yang terbatas. Seiring penataan kawasan wisata, warungnya pindah ke seberang jalan dan berkembang seperti sekarang.

Lokasi Warung Pecel Keong Mbak Toen yang sederhana. (Google Street View)

Menariknya, menu pecel keong lahir tanpa rencana besar. Awalnya hanya dibuat karena memanfaatkan bahan yang mudah didapat di area persawahan dan perairan sekitar Banyubiru. Siapa sangka, menu “iseng” ini justru jadi andalan dan diburu banyak orang.

Rahasia kelezatan pecel keong Mbak Toen terletak pada cara pengolahannya. Yanto mengaku punya teknik khusus agar keong tidak berbau dan tetap empuk. Semua masakan juga dijual habis dalam satu hari, tanpa sisa untuk esok hari. Soal bahan baku, dalam kondisi normal warung ini bisa menghabiskan sekitar 20 kilogram keong per hari. Saat libur panjang seperti Nataru, jumlahnya bisa melonjak hingga 75 kilogram.

Hal lain yang bikin menu pecel keong ini melegenda adalah harganya yang ramah di kantong. Dengan Rp18.000, pengunjung sudah bisa menikmati sepiring pecel keong lengkap. Minuman andalan seperti teh krampul juga sering jadi pelengkap wajib yang nggak kalah nikmat.

“Kepedasan pecelnya pas, keongnya empuk. Menu lain seperti belut dan teh krampul juga wajib dicoba,” ungkap salah seorang pengunjung dari Bandungan, Kabupaten Semarang, Suranto yang datang bersama dengan keluarganya.

Kalau kamu mencari wisata kuliner yang sederhana tapi berkesan, Warung Pecel Keong Mbak Toen yang buka setiap hari dari pukul 07.30 WIB sampai 18.00 WIB ini layak masuk daftar. Maklum, nggak cuma mengenyangkan, warung ini juga memberi pengalaman kuliner yang sulit dilupakan, Gez! (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pengin Libur Nataru di Yogyakarta? Ketahui Dulu Lokasi Parkir Dekat Malioboro Ini

19 Des 2025

Kala Satu Episode Pokemon di Televisi Bikin Ratusan Orang Masuk Rumah Sakit

19 Des 2025

Menguji Kepekaan Mahasiswa pada Lingkungan dalam KPI Creative Show 2025

19 Des 2025

SPPG di Semarang Didorong untuk Pakai Bahan Baku Lokal, Bukan Industri

19 Des 2025

Krisis Iklim, Kemandirian Pangan, dan Pentingnya Daya Adaptasi Petani

19 Des 2025

Cadangan Beras 334 Ribu Ton, Stok Pangan Jateng Aman selama Libur Nataru

19 Des 2025

Komdigi Lagi 'Sapu Bersih' Aplikasi Mata Elang yang Bisa Curi Datamu

19 Des 2025

Bukan Cuma Jago Orasi, Bung Karno Ternyata 'Si Anak Skena Kebun' Sejati!

19 Des 2025

Cerita Tahu Gecot Pak Imoeh, Jadi Legenda Kuliner Purbalingga Sejak 1960-an

20 Des 2025

Kok Bisa Sih Kaus Bahan Polyester Cepat Bau?

20 Des 2025

312 Mahasiswa Baru Sabet Beasiswa OSC 2025, Totalnya Capai Rp29 Miliar!

20 Des 2025

Samudra Ternyata Nggak Sepi, Lo! Intip Gimana Pandemi Bikin Laut Kembali 'Bernyanyi'

20 Des 2025

Paket Wisata Kano Bisa Kamu Coba di Rawa Pening

21 Des 2025

Syahdunya Sarapan Pagi di Soto Pak Parno, Prawirotaman, Yogyakarta

21 Des 2025

Arsip-Arsip Lama yang Bercerita tentang 'Jejak Dagang PR Delima'

21 Des 2025

Solo-Bandung Cuma Sejam! Rute Penerbangan Langsung Kini Hadir Lagi di Adi Soemarmo

21 Des 2025

Kenyang Tapi Malnutrisi; Saat CO2 Bikin Makanan Kita Jadi 'Sampah' Berkalori

21 Des 2025

Mencicipi Rasa Legendaris Roti Jadoel Bu Djumery Salatiga

22 Des 2025

Fenomena 'Honjok', Gaya Hidup Sendirian yang Semakin Populer di Korea Selatan

22 Des 2025

Membantu Anak Belajar Bahasa: Strategi Efektif untuk Diterapkan sejak Dini

22 Des 2025

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: