BerandaKulinary
Minggu, 24 Feb 2018 07:22

Sagon, Makanan Gurih Manis Khas Wonosobo

Sagon (wonosobozone.com)

Memiliki cita rasa gurih manis, sagon atau rangin menjadi makanan khas Wonosobo yang patut dicoba. Paling nikmat disantap ketika masih hangat,

Inibaru.id – Berkunjung ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terutama Dieng yang berudara dingin, paling asyik menyantap hidangan hangat. Salah satu hidangan khas yang nikmat dan wajib dicicipi yaitu kue sagon. Disajikan panas-panas dengan aroma wangi kelapa yang dibakar, rasanya nikmat banget.

Disebut juga rangin, begitu orang Wonosobo menyebutnya, camilan sagon ini terbuat dari bahan-bahan yang nggak terlalu rumit. Komposisi dasarnya terdiri dari tepung ketan, parutan kelapa, gula pasir, juga sedikit vanili. Supaya rasanya lebih nikmat, kelapa yang digunakan adalah kelapa pilihan, antara lain jenis yang sedang, nggak terlalu muda, dan juga nggak terlalu tua. Karena jika terlalu muda, hasilnya akan lembek. Kalau terlalu tua, nanti rasa sagon kurang gurih.

Bagaimana cara memasaknya? Adonan sagon yang sudah dicampur ditempatkan dalam satu cetakan aluminium berbentuk bulat. Lalu, sagon dalam cetakan itu dibakar dengan bara arang dari dua sisi: bawah dan atas. Nggak sampai lima menit, sagon panas beraroma wangi kelapa itu sudah matang dan siap disantap.

Baca juga:
Kue Keranjang, Legenda Raksasa Nian, dan Filofosi Kekeluargaan
Kue Apem, dari Simbol Kebersamaan sampai Sarana Penolak Balak

Oya, saat disajikan, kue sagon akan diberi taburan gula pasir agar lebih manis. Rasanya yang gurih-gurih manis disertai aroma wangi khasnya akan membuat ketagihan siapa saja yang memakannya. Apalagi jika dinikmati bersama dengan teh hangat di udara yang dingin, semakin maknyus.

Sayang, untuk menikmati kue sagon ini nggak terlalu mudah. Berbeda halnya dengan tempe kemul atau mi ongklok yang mudah ditemukan seperti di pinggir jalan. Sagon, hanya bisa ditemukan di tempat tertentu saja. Ya, ini karena nggak banyak yang masih membuat makanan tradisional tersebut.

Nah, jika kamu sedang berada di Dieng, makanan ini bisa kamu temukan di seputar lokasi wisata Kawah Sikidang dan area parkir Desa Wisata Sembungan. Kamu bisa langsung memakannya di tempat sembari melepas lelah setelah hiking menyaksikan sunrise dari Bukit Sikunir.

Tapi bagi kamu yang sedang berada di Wonosobo kota, kamu bisa menemukan kue yang memiliki diameter sekitar 20 centimeter itu di lantai tiga Pasar Induk Wonosobo. Di sana terdapat beberapa penjual yang menjajakan sagon buatannya pada pukul 09.00 - 16.00 WIB. Disarankan kamu menyantap sagon hangat yang baru dikeluarkan dari cetakan, karena terasa lebih nikmat. Selain itu, menyantapnya di tengah suasana pasar tradisional, kamu akan mendapatkan sensasi tersendiri dibandingkan membeli dan langsung dibawa pulang.

Baca juga:
Pangek Pisang, Camilan untuk Momen Khusus
Dodol Nanas Jambi, Asam, Manis dan Kenyal-kenyil

Nggak sempat mampir ke Pasar Induk Wonosobo? Jika kamu beruntung, terkadang kamu juga bisa menemukan penjual sagon di Terminal Mendolo. Maklum, makanan seperti sagon ini sangat jarang ditemukan di kota lain, jadi nggak jarang orang membelinya untuk oleh-oleh.

Berapa harganya? Tenang saja, harganya murah kok. Dapat bertahan hingga tiga hari dalam suhu ruangan, kamu bisa mendapatkan sagon dengan kisaran harga sekitar Rp 5 ribu per satuan.

Penasaran untuk mencicipinya? Jika iya, jangan lupa sempatkan diri Sobat Millens untuk mencobanya makanan unik tersebut saat melintas di Wonosobo. (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: