BerandaKulinary
Kamis, 14 Feb 2018 07:09

Penganan dan Bebuahan Orang Tiongkok saat Imlek

Dumpling yang biasa disajikan orang Tiongkok wilayah utara saat Imlek. (mtlblog.com)

Ada penganan dan bebuahan yang terbilang “wajib” saat Imlek bagi orang Tiongkok. Semua yang disajikan dan disantap itu memiliki makna simbol dalam tradisi orang Tiongkok.

Inibaru.id – Di Tiongkok, perayaan Imlek dijadikan momentum untuk berkumpul keluarga dan kerabat. Dalam perayaan yang sebetulnya untuk menyambut musim semi, mereka menjalankan beberapa tradisi. Salah satu yang hampir selalu dilakukan adalah tradisi makan bersama.

Hmm, apa saja yang mereka makan? Dikutip dari blog steffiwibisono94.blogspot.com, apa yang disantap saat cara merayakan Imlek berbeda-beda bergantung atas kelompok etnisnya. Maklum, di negeri seluas Tiongkok, penduduknya berasal dari beberapa kelompok etnis. Kemungkinan besar itu dilatarbelakangi oleh perbedaan musim atau cuaca pada hari Imlek tersebut dan cara mereka makan.

Oya Millens, kelompok etnis dari provinsi-provinsi di bagian utara Tiongkok merayakan Imlek dengan bersama-sama membuat dumpling. Kamu tahu apa itu dumpling? Itu salah satu jenis dim sum yang sangat disukai orang Tiongkok, juga orang Tionghoa di Indonesia. Dumpling atau yang disebut (chiao che) di wilayah utara adalah sejenis pangsit yang berisi daging dan sayuran.

Baca juga:
Kepincut Kesedapan Garang Asem Kudus
Kue Apem, dari Simbol Kebersamaan sampai Sarana Penolak Balak

Nah, pada malam menjelang Tahun Baru Imlek, keluarga berkumpul dan bersama-sama membikin kulit dumpling ini dan membungkusnya. Di dalam satu dari ratusan yang dibikin, diselipkan koin perak. Yap, siapa pun yang mendapat dumpling berkoin perak itu dipercaya bakal dapat rezeki bagus.

Lalu makanan apa lagi? Ada juga yang menyantap ayam atau bebek utuh, ikan (biasanya ikan mas, bandeng, atau salmon), dan kepala babi. Semua jenis lauk itu memiliki makna lo, Millens. Ayam atau bebek sebagai simbol udara, ikan untuk air, dan kepala babi untuk simbol tanah.

Vegetarian di Kwangtung

Untuk orang Tiongkok dari Kwangtung, umumnya mereka mengudap penganan vegetarian yang mereka sebut masakan fachai. Isinya delapan macam sayuran kering yaitu bunga lili (chingchen), jamur kuping hitam (mu-erl), kembang tahu (fu chuk), So-oen (bihun) kacang gingko, jamur laut (fa chai), tiram kering, dan bambu rebung.

Semua ini direbus sampai empuk dan diberikan saus dari plum dan tiram. Semua itu juga memiliki makna simbolik sebagai rezeki, musim semi, kehidupan baru, dan lain-lain.

Satu lagi yang “wajib” ada saat perayaan Imlek, yang juga ada di kalangan orang Tionghoa di Nusantara adalah kue keranjang.

Oya, masih ada lagi kue wajib lain yaitu lapis legit sebagai perlambang kedatangan rezeki yang berlapis-lapis dan tumpang tindih selama setahun mendatang. Wajar saja, lapis legit ini sering juga dijuluki thousand layer cake.

Selain masakan dan kue, disajikan juga bebuahan. Yang hampir selalu disediakan adalah buah jeruk bali atau disebut jik yang juga bermakna selamat. Jeruk bali biasanya diletakkan di atas meja ruang tamu. Buah yang dipilih terutama yang sepasang atau lebih, terutama yang memiliki daun di dekat buahnya. Jeruk bali tersebut ditempeli kertas merah dan juga disajikan di meja altar dekat tempat sembahyang sampai hari Cap Go Meh.

Baca juga:
Ketika Kerang Kecil Bertemu Lontong di Jawa Timur
Brekecek, Kepala Ikan Berbumbu dari Cilacap

Buah-buahan wajib lain adalah pisang raja atau pisang mas yang melambangkan emas atau kemakmuran. Begitu juga jeruk kuning yang diupayakan berdaun sebagai lambang kemakmuran.

Ada nih buah yang harus dihindari, yaitu yang berduri seperti salak dan durian, kecuali nanas karena namanya wang li yang ucapannya mirip dengan kata wang (berjaya) dan jadi lambangmahkota raja.

Wah, sudah tahu kan makanan apa yang disantap orang Tiongkok saat Imlek? Kalau kamu cermati, hampir semua yang disajikan mengandung makna tertentu. Jadi apa yang dimakan nggak sekadar penganan yang menggoyang lidah tapi juga filosofi yang dijadikan dasar kehidupan mereka. Menarik, bukan? (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: