BerandaKulinary
Selasa, 21 Jan 2019 11:00

Menyantap Masakan Jawa Zaman Now di Pullens Resto

Suasana di dalam Pullen's Resto. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Pengin nongkrong asyik sambil menyantap masakan Jawa? Pullen's Resto bisa jadi salah satu alternatifmu nih!

Inibaru.id – Modern tapi lokal. Dua kata itu sepertinya cocok disematkan pada Pullen’s Resto. Di tengah-tengah gempuran masakan western, Korea, dan Jepang, mereka justru berani mengangkat masakan lokal dengan konsep yang berbeda.

Restoran yang berlokasi di Jalan Singosari Raya nomor 79A ini memang mengangkat masakan Jawa. Namun, konsep restorannya sangat modern. Jangan harap menemukan konsep rumah Joglo dengan ornamen serba kayu berpelitur di dalamnya. Kamu hanya akan menemukan spot-spot foto instagenik dan meja kursi modern berkonsep industrial.

Salah satu sudut ruangan di Pullen's Resto. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Hal itulah yang membuat saya tertarik bersantap siang di sini. Benar saja, dari luar, kamu mungkin nggak bakal menyangka bila restoran ini menyajikan masakan Jawa. Dengan cat biru yang mendominasi, tempat ini lebih seperti tempat kongkow anak muda.

Begitu masuk restoran, kamu akan disambut para pelayan yang ramah. Bisa pilih meja suka-suka. Tapi, mungkin kamu bakal susah menentukan pilihan lantaran semua spotnya sangat instagenik. Tempat wastafelnya pun nggak kalah menarik untuk dijadikan tempat berfoto, lo.

Bar dan wastafel di Pullen's Resto juga cukup instagenik. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kalau saya sih memilih duduk di meja bagian depan menghadap tembok dari susunan kayu. Ada pula wayang kulit empat punakawan tersohor; Semar, Petruk, Gareng, Bagong.

Konsep zaman now rupanya nggak berhenti sampai di situ. Begitu melihat buku menu, kamu mungkin bakal tertawa sendiri. Ini nggak lain karena nama menunya yang unik seperti Bebek Goreng Lambe Turah dan Nasi Bakar Kendil Memanggil. Kedua menu inilah yang saya santap siang itu.

Nama menu makanan di Pullen's Resto cukup unik. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Manajer Pullen’s Resto Ekha Fitriani mengatakan nama-nama tersebut memang sengaja dibuat unik supaya menarik pelanggan. Ide itu, lanjut Ekha, berasal dari salah seorang pemilik yang menginginkan nama menunya dibuat seunik mungkin.

“Tapi nggak semua nama menu sama dengan rasanya, kok. Itu cuma biar tertarik,” ungkapnya.

Yap, memang nggak semua nama menu sesuai dengan rasanya. Seperti Bebek Goreng Lambe Turah yang mendarat di meja saya. Lambe Turah adalah salah satu akun gosip yang cukup terkenal sehingga unggahannya pun dikenal pedas. Namun, saya nggak menemukan sensasi pedas setelah mencicip bebek goreng empuk itu.

Nasi Bakar Kendil Memanggil, Bebek Goreng Lambe Turah, dan Sop Mangga Millenial adalah beberapa menu andalan di Pullen's Resto. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Eits, tapi rasa bebeknya bikin nagih, Millens. Tekstur bebeknya empuk dan lembut. Kamu nggak perlu membuang banyak tenaga untuk memisahkan daging dan tulang. Rasa bebeknya juga enak, nggak amis sama sekali. Kata Ekha, menu itu adalah menu paling direkomendasikan di restoran lantai dua ini.

“Saya suka bebek dan menurut saya olahan bebek di sini yang paling enak dibanding yang lain,” klaim Ekha.

Nah, kalau Nasi Bakar Kendil Memanggil ini saya setuju bila rasanya selalu memanggil pengunjung untuk nambah. Nasi kuning yang dibakar di kendil itu memang enak. Saya yang biasanya makan porsi kecil saja bisa nambah sampai empat kali.

Belum puas sampai di situ, saya lanjut minum Sop Mangga Millenial yang segar. Rasa potongan mangga berbentuk dadu, nata de coco, dan selasih berpadu kuah susu sangat jempolan. Duh, rusak sudah diet saya gegara menu ini. Ha-ha.

Sop Mangga Millenial ala Pullen's Resto. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kendati menyajikan masakan Jawa, nggak menutup kemungkinan restoran ini akan merambah ke masalah barat, lo.

"Ke depan tentu ada keinginan ke sana. Banyak yang minta disediakan masakan western. Ada juga yang minta healthy food," terang salah seorang pemilik Pullen's Resto Andreas Yuni.

Harga menu di sini juga cukup terjangkau. Untuk seporsi Nasi Bakar Kendil Memanggil, kamu hanya perlu membayar Rp 25 ribu. Sementara itu, untuk menikmati kelembutan dan kelezatan Bebek Goreng Lambe Turah, harga yang perlu kamu bayar adalah Rp 29.500.

Cocok kan untuk bersantap bersama teman-teman? Oh iya, kalau kamu pengin mengadakan acara di sini, kamu bisa reservasi lantai dua kok. Ruangan di lantai dua cukup luas dan fasilitasnya cukup mumpuni seperti ada papan tulis, proyektor, dan mikrofon.

Hm, referensi restoran Jawa semakin banyak pilihan nih. Hayo, kamu sudah pernah ke Pullen's Resto belum nih? (Ida Fitriyah/E05)

 

Pullen’s Resto

Jln Singosari Raya No 79A, Pleburan, Semarang

Buka setiap hari 09.00-22.00 WIB

Rentang harga makanan Rp 13 ribu - Rp 35 ribu

Rentang harga minuman Rp 5 ribu - Rp 30 ribu

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Rahasia Matematika di Balik Motif Batik, dari Simetri hingga Pola Fibonacci

16 Mei 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan Pameran Seni Kontemporer “Episentrum”

16 Mei 2026

Nyandhang Tradisi untuk Menjaga Ingatan Batik Kudus

18 Mei 2026

9 WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Israel, Ada Wartawan Media Nasional

19 Mei 2026

Margin Kian Tipis, Banyak Seller Mulai Tinggalkan Marketplace

20 Mei 2026

SMA Negeri 1 Kemalang Resmi Berdiri, Anak Lereng Merapi Tak Perlu Sekolah Jauh Lagi

20 Mei 2026

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

5 Tradisi Iduladha di Indonesia yang Unik, Sarat Makna, dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

28 Mei 2026

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: