BerandaKulinary
Kamis, 4 Des 2019 14:06

Martabak Petai dan Kue Bandung Durian Putri Lebaksiu yang Bikin Lupa Diet

Di Martabak Putri Lebaksiu, kamu bisa menambahkan petai dalam martabakmu lo. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Penyuka martabak dan kue bandung garis keras wajib banget nih icip-icip martabak dan kue bandung dengan berbagai isian unik ini. Di sini kamu bisa menikmati petai bersama martabak atau durian asli di atas kue bandung. Hah? Gimana ya rasanya?

Inibaru.id - Martabak Putri Lebaksiu yang terletak di Jl Kelud Raya No. 2 ini menawarkan pengalaman unik dalam menikmati martabak, lo. Banyak isian kue bandung atau martabak yang beda dari yang lain.

Ani Arista pemilik Martabak Putri Lebaksiu menjelaskan, dirinya banyak bereksplorasi biar pembeli nggak bosan. Sedari empat tahun yang lalu dia membuat kue bandung dengan isian ketan hitam dan durian. Bahkan kini sudah ada isian mari susu dan boba, Millens.

Boba? Hm, menarik ya. Sayangnya, saat saya datang kue bandung bertopping boba sedang nggak tersedia. "Hanya tersedia di hari Sabtu-Minggu saja," kata perempuan 27 tahun ini.

Proses pembuatan martabak. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Sebagai gantinya, Ani merekomendasikan saya untuk mencoba kue bandung durian yang jadi favorit. Wah, saya pikir ini juga menarik. Nggak cuma itu, untuk mengobati kekecewaan saya turut memesan martabak petai.

Seloyang tanggung kue bandung durian dihargai Rp30 ribu saja. Durian yang dipakai oleh Ani adalah daging durian Medan asli tanpa campuran. Pantas saja, aromanya langsung menyeruak sesaat saya membuka kotak kue bandung saya.

Ani memakai durian Medan asli sebagai isian kue bandungnya. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Beda dengan yang lain, kulit kue bandung di sini terasa empuk dan superlembut. Isian daging duriannya juga nggak pelit. Beberapa isiannya meleleh terjatuh ketika saya gigit. Ah, kulit kue bandung yang gurih dan lembut berpadu dengan manisnya durian yang lumer benar-benar pecah di mulut saya.

Martabak petai yang saya pesan pun lagi-lagi bikin saya terkesan. Kulitnya yang super-kriuk dan isian tebalnya yang lembut dan juicy bikin variasi tekstur yang nggak bisa saya lupakan. Tambahan puluhan mata petai utuh juga bikin cita rasa dan tekstur kriuk yang unik banget. Buat saya penyuka petai, martabak ini sangat unik dan memuaskan. Petai yang dipakai segar dan besar. Tapi menurut saya, petai ini belum terlalu tua sehingga baunya kurang menyengat. Belum bisa membuat lawan bicara klepek-klepek. Ha ha

Kue bandung durian di sini terasa lembut dan meleleh di mulut. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Eits, ada potongan dagingnya juga lo. Ukurannya cukup besar dan empuk. Ani berani jamin kalau nggak ada bagian jeroannya. Pantas saja, rasanya mantap. Hm, sepertinya saya harus melupakan cita-cita saya untuk kurus sore itu karena porsi kue bandung dan martabak bisa saya habiskan sendiri.

Asli Lebaksiu

Ani yang lahir di daerah Lebaksiu mengaku banyak melakukan modifikasi terhadap resep martabaknya. “Resep turun temurun dari orang tua. Dulu martabak kita sama (dengan yang lain), semakin ke sini kita pakai bahan yang lebih baik,” terang Ani.

Sekotak kue bandung durian ini jauh dari rasa eneg saat dimakan. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Nggak heran martabak yang sedang dalam proses pembuatan cabang pertama ini punya taste kulit dan isian yang premium. Yang paling spesial adalah kulit kue bandung yang super lembut dan empuk.

Nah buatmu yang pengin menikmati petai, durian, boba, regal dalam seloyang martabak atau kue bandung, datanglah ke Martabak Putri Lebaksiu sore hari. FYI, kesorean dikit antrean bakal mengular. (Zulfa Anisah/E05)

 

Martabak Putri Lebaksiu

Kategori                          : Pedagang Kakilima

Alamat                            : Jl. Kelud Raya no 2 (Depan UTC Hotel)

Jam operasional               : Setiap hari, 16.00 – 23.00 WIB

Harga                              : Rp 14.000 – Rp 50.000

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ganti Karangan Bunga dengan Tanaman Hidup, Imbauan Bupati Temanggung Terpilih

19 Feb 2025

Perjalanan Kasus Korupsi Wali Kota Semarang sebelum Resmi Jadi Tersangka KPK

20 Feb 2025

Tiongkok Buka Lowongan 'Pasukan Pertahanan Planet': Cegah Asteroid Hantam Bumi

20 Feb 2025

Mudik Gasik, Kebiasaan Unik Warga Kampung Satai di Boyolali Sambut Sadranan

20 Feb 2025

Operasi Pasar GPM Digelar Pemerintah Jelang dan Selama Ramadan 2025

20 Feb 2025

'Kabur Aja Dulu' adalah Autokritik untuk Kebijakan yang Lebih Baik

20 Feb 2025

Profil Sukatani, Band Purbalingga yang Tarik Lagu karena Dianggap Singgung Polisi

21 Feb 2025

Tidak Ada Lagi Subsidi BBM pada 2027, Klaim Luhut Binsar Pandjaitan

21 Feb 2025

Mengapa Huruf N pada Tulisan Nutella Berwarna Hitam?

21 Feb 2025

Polda Jateng Gelar Ramp Check di Mangkang: Uji Emisi dan Cek Fasilitas Keselamatan

21 Feb 2025

Di Masjid Sheikh Zayed Solo Kamu juga Bisa Cari Jodoh!

21 Feb 2025

Serunya Menonton Pesawat Lepas Landas dan Mendarat di Gardu Pandang YIA Kulon Progo

21 Feb 2025

UMKM Perlu Prioritaskan Pajak dan Legalitas untuk Hindari Risiko Kerugian

21 Feb 2025

Faceless Content: Solusi bagi Introvert yang Ingin Menjadi Kreator

21 Feb 2025

Sejarah Kode ACAB yang Kembali Populer setelah Klarifikasi Sukatani

22 Feb 2025

Viral Band Sukatani Minta Maaf dan Tarik Lagu, Polda Jateng Klaim Menghargai Kebebasan Berekspresi

22 Feb 2025

Warteg Warmo, Lokasi yang Jadi Inspirasi Lagu 'Begadang' Rhoma Irama

22 Feb 2025

Memahami Rasa Trauma dan Duka Mendalam lewat Film 'The Graduates'

22 Feb 2025

Sejarah Nama Kawasan Kalibanteng di Kota Semarang

22 Feb 2025

Janji Bupati; Rembang Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kendal Lanjutkan Pembangunan

22 Feb 2025