BerandaKulinary
Senin, 11 Jan 2026 15:01

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

Ilustrasi: Ngopi bersama teman atau sahabat bukan cuma tentang menikmati kopi bersama, tapi berbagi momentum. (Unsplash/Nathan Dumlao)

Kenapa kopi di angkringan acap terasa lebih enak dibanding di rumah sendiri? Jawabannya, karena saat ngopi bersama teman, kita nggak cuma sedang menikmati kopi, tapi menciptakan koneksi sekaligus ekspresi diri.

Inibaru.id - Yesika Ana bukanlah pencinta kopi. Dia juga bukan orang yang suka hangout bersama teman-temannya. Namun, sudah beberapa bulan ini perempuan 32 tahun itu mengaku rajin ngopi. Dalam sepekan, dia bisa datang ke 2-3 kedai kopi bersama teman-temannya sepulang kerja.

"Aku sedang menantang diriku. Aku orangnya pemalu, jadi harus menguatkan diri untuk nongkrong bareng teman-teman. Ternyata asyik juga nongkrong bareng teman kerja!" seru Ana, sapaan akrabnya, Sabtu (11/1/2026).

Dia mengatakan lebih menyukai cokelat ketimbang kopi. Namun, saat nongkrong bareng teman-temannya, Ana mengaku selalu memesan kopi, entah dicampur susu atau single origin dengan seduhan manual. Baginya, kopi bukan sekadar penusir kantuk, tapi kopi membuatnya bisa bicara dengan lebih lancar.

"Entah apa yang terjadi, tapi kepercayaan diriku seakan melonjak dan aku bisa ngobrol apa saja bareng teman-teman. Aku jadi paham kenapa deretan kedai kopi di Sumatra selalu ramai orang-orang yang bercengkerama," tutur perempuan asal Pangkal Pinang tersebut.

Ngopi sebagai Ruang Sosial

Ilustrasi: Efek dari kopi adalah untuk mengusir kantuk, tapi ngopi memiliki makna yang dianggap jauh lebih penting dari itu. (Savor Coffee)

Bagi sebagian orang, kopi memang bukan lagi sekadar minuman pengusir kantuk. Di balik tren coffee shop hopping dan estetikanya, sejatinya ada fenomena sosial, psikologis, dan bahkan kultural yang membuat aktivitas “ngopi” menjadi sarana membangun identitas, jejaring, hingga kesehatan mental.

Penelitian Oxford University menemukan bahwa aktivitas minum bersama, termasuk ngopi, berperan penting dalam memperkuat ikatan sosial. Peneliti Robin Dunbar itu menyebut bahwa ritual sederhana seperti berbagi secangkir kopi membantu meningkatkan rasa kebersamaan dan kepercayaan antarindividu.

Maka, nggak heran jika kafe, dan sekarang warmindo, kini menjadi ruang alternatif untuk mendiskusikan ide, kerja kolaboratif, hingga sekadar melepas penat. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi kopi akan menurunkan tingkat depresi yang lebih rendah., tentu saja dengan sejumlah catatan.

Perlu diketahui bahwa konsumsi kopi yang dianjurkan adalah sekitar 3–4 cangkir per hari. Jika sesuai takaran, kandungan kafein bisa berperan sebagai stimulan ringan yang meningkatkan suasana hati dan kewaspadaan. Artinya, ngopi juga bisa menjadi bentuk self-care, asal nggak berlebihan.

Identitas dan Gaya Hidup

Di kalangan generasi muda, kendati mereka datang ke coffee shop untuk ngopi, itu bukanlah tujuan utama. Menurut survei Specialty Coffee Association (SCA) 2021, lebih dari 50 persen konsumen gen-z dan milenial menganggap pengalaman minum kopi lebih penting dari minuman itu sendiri.

Menurut riset tersebut, ambience, interaksi sosial, hingga obrolan selama ngopi jauh lebih dirindukan ketimbang sekadar menyesap secangkir minuman hitam nan pekat itu. Dengan kata lain, nongkrong sambil ngopi adalah bagian dari ekspresi diri dan jaringan sosial yang mendukung gaya hidup.

Sebagai makhluk sosial, ngopi kemungkinan akan selalu menjadi aktivitas yang sulit dilewatkan orang. Namun, perlu diketahui bahwa nggak semua ajakan ngopi harus diiyakan. Kenali batas kafein pribadi (umumnya 400 mg/hari atau setara ±4 cangkir kopi).

Saat ngopi, gunakan momen tersebut untuk melakukan mindful talk, yakni hadir penuh saat mengobrol. Jangan terlalu sibuk dengan merampungkan pekerjaan atau scrolling gawai. Gunakan momentum ngopi untuk mempererat hubungan atau mengungkapkan perasaan.

Kalau kamu, apa yang paling diingat saat dikaitkan dengan momen "ngopi", Gez? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: