BerandaHits
Rabu, 30 Des 2025 11:01

Alasan Berkendara Saat Hujan Bikin Tubuh Lebih Lelah

Ilustrasi: Berkendara saat hujan bikin tubuh lelah. (Motorcyclecloseouts)

Meski jaraknya sama, terkadang berkendara saat hujan rasanya lebih lelah daripada saat berkendara saat cuaca cerah. Ternyata ada penyebab dari hal ini, Gez.

Inibaru.id - Libur Natal dan Tahun Baru selalu identik dengan arus orang yang bepergian ke luar kota. Jalan tol ramai, jalur arteri padat, dan perjalanan panjang jadi agenda wajib bagi sebagian orang.

Masalahnya, momen liburan ini bertepatan dengan puncak musim hujan. Tak sedikit orang yang merasa tubuh lebih cepat capek saat harus berkendara di tengah hujan, padahal jarak tempuhnya tidak selalu lebih jauh dari biasanya.

Rasa lelah tatkala berkendara saat hujan sebenarnya bukan hal aneh. Banyak pengemudi mengalaminya, terutama mereka yang jam terbangnya belum terlalu tinggi. Bukan semata karena fisik, tetapi lebih karena kombinasi faktor psikologis dan beban konsentrasi yang meningkat selama perjalanan.

Saat hujan turun, pengemudi dituntut untuk ekstra waspada. Pandangan mata tidak lagi sejelas saat kondisi cerah. Air hujan, pantulan lampu kendaraan lain, hingga kaca depan yang mudah berembun membuat mata harus bekerja lebih keras. Tanpa disadari, pancaindra, terutama penglihatan, dipaksa fokus terus-menerus, dan ini cukup menguras energi.

Belum lagi soal pengambilan keputusan. Di jalan basah, pengemudi harus lebih sering memainkan gas dan rem, memperhitungkan jarak pengereman, serta mengantisipasi kendaraan lain yang mungkin melaju tidak stabil. Pikiran jadi lebih aktif, ragu-ragu, dan penuh pertimbangan. Kondisi inilah yang membuat otak cepat lelah, meski tubuh hanya duduk di balik kemudi.

Berkendara saat hujan bikin pancaindera tubuh bekerja lebih berat. (Shutterstock)

"Indera tubuh bekerja lebih berat. Pengendalian gas dan rem juga harus lebih sering dilakukan," ungkap anggota Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana sebagaimana dinukil dari Kompas, Minggu (28/12/2025).

Faktor psikologis juga punya peran besar. Hujan kerap dikaitkan dengan berbagai risiko berkendara seperti jalan licin, potensi aquaplaning, atau jarak pandang yang berkurang. Bagi pengemudi pemula, tekanan ini bisa terasa berlipat ganda. Rasa khawatir berlebihan membuat tubuh tegang, bahu kaku, dan napas tidak rileks, yang ujung-ujungnya mempercepat rasa capek.

Berbeda dengan pengemudi berpengalaman. Mereka umumnya sudah punya pola berkendara yang lebih tenang dan teknik defensive driving yang matang. Saat hujan, mereka tahu harus menurunkan kecepatan, menjaga jarak aman lebih jauh, serta membaca situasi lalu lintas tanpa panik. Meski tetap membutuhkan penyesuaian, energi yang terkuras tidak sebesar pengemudi yang belum terbiasa.

Penyesuaian ini memang penting. Kecepatan ideal di jalan basah sebaiknya dikurangi, jarak antar-kendaraan diperlebar, dan manuver mendadak dihindari. Semua itu membutuhkan konsentrasi ekstra di awal. Namun, seiring bertambahnya jam terbang, tubuh dan pikiran akan lebih adaptif.

Jadi, jika kamu merasa berkendara saat hujan bikin badan lebih capek di libur panjang kali ini, itu wajar. Bukan berarti kamu lemah, melainkan karena tubuh sedang bekerja lebih keras dari biasanya. Kuncinya ada pada persiapan, sikap tenang, dan memberi waktu istirahat yang cukup selama perjalanan. Setuju, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: