BerandaAdventurial
Senin, 11 Jan 2026 09:00

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

Pantai Bantarpanjang di Pulau Nusakambangan. (Sidik Nurfauzi)

Siapa sangka, di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, ada pantai cantik dengan pemandangan alam luar biasa, yaitu Pantai Bantar Panjang. Berikut adalah cara menuju pantai ini.

Inibaru.id – Jika menyebut nama Pulau Nusakambangan, yang terpikir biasanya adalah penjara ekstra ketat bagi penjahat kelas kakap. Padahal, pulau yang masuk wilayah Kabupaten Cilacap ini nggak hanya berupa bangunan penjara, Gez.

Di sana, ternyata juga ada lokasi yang menawarkan pemandangan alam cantik. Salah satunya adalah Pantai Bantar Panjang. Nah, banyak orang menyebut pengalaman untuk mencapai Pantai Bantar Panjang istimewa sekaligus sangat menantang!

Perjalanan menuju pantai ini sendiri bisa dikatakan sudah menjadi bagian dari petualangan seru. Salah satu rute yang umum ditempuh adalah berangkat dari Desa Klaces, Kecamatan Kampung Laut. Dari titik ini, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hutan khas Nusakambangan yang belum banyak terjamah manusia.

Jalurnya berupa jalan setapak yang membelah hutan lebat, dipenuhi tanaman berduri, tanah berlumpur, hingga jalan berbatu. Di beberapa titik, kontur jalannya naik turun melewati bukit-bukit kecil yang cukup menguras tenaga.

Meski terdengar melelahkan, perjalanan tersebut tidak sepenuhnya berat. Sepanjang jalan, mata akan dimanjakan dengan suasana alam yang masih sangat asri. Udara terasa sejuk, pepohonan rindang, dan sesekali terdengar suara alam yang menenangkan.

Menariknya lagi, di tengah perjalanan wisatawan bisa menjumpai permukiman warga yang cukup terpencil dan hanya terdiri atas satu hingga lima kepala keluarga saja. Interaksi singkat dengan warga setempat jadi pengalaman yang terasa hangat dan membumi.

Pantai Bantar Panjang juga memiliki pemandangan terumbu karang yang cantik. (Saif Alvin)

Alternatif akses lainnya adalah menggunakan perahu dari Pelabuhan Sleko yang ada di Kota Cilacap, dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam. Setelah perahu bersandar, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15–20 menit melewati sawah dan bukit kecil.

Yang pasti, apa pun jalur yang dipilih, sangat disarankan untuk meminta izin dan datang secara berkelompok demi alasan keamanan, ya, Gez?

Semua perjuangan itu akan terbayar lunas begitu kaki menginjak Pantai Bantar Panjang. Hamparan pasir putih yang lembut berpadu dengan air laut jernih berwarna biru kehijauan menciptakan pemandangan yang luar biasa.

Pantai ini masih sangat alami, jauh dari keramaian, tanpa hiruk pikuk manusia yang biasanya memenuhi pantai-pantai populer. Suasana tenang membuatnya cocok untuk bersantai, piknik sederhana, atau sekadar berjalan menyusuri garis pantai sambil menikmati debur ombak.

Namun, pengunjung tetap perlu waspada. Saat air laut pasang, ombak di Pantai Bantar Panjang bisa cukup berbahaya. Selain itu, karena fasilitas masih minim, persiapan matang menjadi kunci utama seperti dengan membawa bekal sendiri, obat-obatan P3K, hingga payung atau jas hujan. Intinya sih, biar pas piknik di sana bisa benar-benar tenang dan nyaman, deh.

“Memang menantang banget perjalanan ke sana. Tapi, dijamin puas kok pas sudah mencapai pantainya yang masih alami itu,” ungkap salah seorang warga Cilacap yang pernah berkunjung ke pantai ini, Dwi Giriyono pada Kamis (8/1/2026).

Yap, kalau kamu pengin melihat sisi lain Nusakambangan yang cantik dan nggak seseram cerita-cerita penjara, Pantai Bantar Panjang bisa jadi pilihan yang menarik. Tertarik liburan ke sana, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: