BerandaKulinary
Jumat, 12 Jan 2023 11:10

Berwisata, Berbelanja, dan Belajar di Kampoeng Nopia Mino Banyumas

Kampoeng Nopia Mino menjadi salah satu wisata edukasi di Banyumas. (SMBanyumas/Fahma Ardiana)

Untuk menikmati lezatnya kue nopia khas Banyumas, kamu bisa datang ke Kampoeng Nopia Mino. Di sana dijamin kamu puas berwisata, berbelanja, dan belajar. Sebab, segala yang berhubungan dengan nopia ada di sana.

Inibaru.id - Makanan ringan atau camilan bisa menginspirasi warga untuk mendirikan desa wisata. Itulah yang terjadi di Kampoeng Nopia Mino Banyumas, Jawa Tengah. Sebelum ramai seperti sekarang ini, kampung yang beralamatkan di RT 3 RW 4 Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas hanyalah sentra pembuatan jajanan nopia.

Sebelum membahas soal Kampoeng Nopia Mino, kamu sudah tahu apa itu nopia mino? Nopia merupakan oleh-oleh khas Banyumas berbentuk bulat berwarna putih dengan rasa manis. Makanan itu terbuat dari tepung terigu, gula merah, gula pasir, mentega, dan minyak sayur.

Biasanya nopia berbentuk lonjong dengan ukuran yang besar. Sedangkan mino alias mini nopia berbentuk bulat kecil seperti bola bekel. Baik nopia ataupun mino biasanya memiliki beragam pilihan rasa seperti gula merah, cokelat, nanas, durian, bahkan rasa bawang.

Sejarah Kampoeng Nopia Mino

Di Kampoeng Nopia Mino kamu bakal dijelaskan cara membuat nopia dari awal hingga akhir. (SM/Dian Aprilianingrum)

Desa Pekunden, salah satu sentra pembuat nopia di Banyumas bisa menjadi Kampoeng Nopia Mino nggak lepas dari peran Ketua RT3 RW 4 Agus Silo Witrasno. Pada 2018, dia mencari tahu bagaimana di RTnya tersebut bisa ada banyak sekali perajin nopia mino. Setidaknya kala itu ada 21 perajin dari total 110 kepala keluarga.

Melihat potensi itu, Agus dan sejumlah warga berinisiatif membuat gapura penyambutan bertuliskan "Selamat Datang di Kampoeng Nopia Mino" agar bisa dilihat oleh banyak orang.

Setahun kemudian, warga beramai-ramai menyemarakkan kampung dengan melukis tembok rumah mereka. Saat proses baru berjalan 80%, nggak disangka Bupati banyumas Achmad Husein berkunjung ke kampung tersebut.

Pada kesempatan itu, Agus dan warga menyampaikan keinginan untuk menjadikan RTnya sebuah destinasi wisata bernama Kampoeng Nopia Mino. Gagasan itu disambut baik oleh Bupati Banyumas.

Ada Apa Saja Di sana?

Mino merupakan kependekan dari nopia mini. Bentuknya bulat kecil berwarna putih menyerupai telur. (Visitjawatengah)

Nah, saat ke Banyumas, kini kamu nggak cuma bisa membeli nopia sebanyak-banyaknya untuk oleh-oleh, tapi juga bisa datang ke salah satu pusat pembuatannya di Kampoeng Nopia Mino. Di sana, pengunjung akan melihat pembuatan makanan yang sering disebut ndog gludug itu langsung dari tangan perajinnya.

Kampoeng Nopia Mino menghadirkan berbagai spot untuk berfoto, mulai dari lukisan unik di sepanjang tembok warga hingga Kebun Toga (obat keluarga).

Ingin bermalam di sana? Bisa banget dong. Kampung UMKM yang memenangkan juara 3 Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2021 itu menyedikan home stay. Jadi, kamu bisa merasakan tinggal di kampung yang masyarakatnya bekerja sebagai pembuat nopia nih, Millens.

“Konsep kami ‘sinau’. Pengunjung datang kemari melihat dan belajar membuat mino secara langsung,” terang Agus Silo, dikutip dari Suarabanyumas (11/4/2022).

Untuk masuk ke Kampoeng Nopia Mino, kamu cukup membayar Rp15 ribu per orang. Saat ke sana, kamu akan mendapat satu bungkus mino sebagai oleh-oleh.

Kalau ingin melihat demo pembuatan makanan tersebut, kamu harus membayar Rp150 ribu untuk sepuluh orang, ya. Kunjungan dalam jumlah besar, kamu disarankan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengurus Kampoeng Nopia Mino.

Bagaimana, nggak ada ruginya datang ke Kampoeng Nopia Mino, kan? Di sana selain bisa memborong mino, kamu juga jadi tahu cara membuatnya. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: