BerandaKelirupedia
Sabtu, 15 Des 2017 03:07

Sudah Telanjur Polwan alias Polisi Wanita, Mau Bagaimana Lagi?

Bripda Muthia Syahra Padang (Tribun Jateng)

Istilah polwan sebenarnya keliru. Polisi berjenis kelamin perempuan nggak hanya mengurusi kaum wanita, kan? Untuk tahu penggunaan istilah polwan itu keliru, cekidot yuk!

Inibaru.id – Sudah pasti kamu pernah dengar tentang polwan cantik dalam berita daring atau televisi.

Biar lebih afdal, ini kutipan salah satu judul berita tentang seorang polwan yang konon mirip bintang K-Pop yang sempat viral.

“Pesona Polwan Cantik Ini Disebut-sebut Setara Bintang K-Pop” (Tribunnews, 13/10/2017). Polwan yang dimaksud dalam berita itu Bripda Muthia Syahra Padang.

Tulisan ini nggak akan membahas soal Mbak Bripda Muthia ini. Juga nggak akan bahas soal K-Pop, apalagi kok soal mirip atau nggak Mbak Bripda itu dengan bintang K-Pop. Selain sudah nggak viral, nggak pas juga untuk Kanal “Kelirupedia” di Inibaru.id ini.

Tapi Sobat Millens akan ditantang untuk membuktikan bahwa Bripda Muthia, dan polwan-polwan yang sering disebut cantik di berita-berita itu sebenarnya BUKAN POLWAN.

Lo kok?

Tunggu dulu, jangan sebut ini hoax utawa menyebar sensasi. Kenapa? Karena sebenarnya sebutan polisi wanita alias POLWAN itu keliru. Para perempuan yang bertugas sebagai anggota kepolisian itu sebenarnya lebih tepat disebut wanita polisi atau perempuan polisi. Kalau mau dibuat akronimnya ya wanpol atau perpol.

Baca juga:
Jempol untuk Preman Zaman Old, Bogem untuk Preman Zaman Now
Polisi Zaman Old Tak Perlu Mengincar Bramacorah

Nggak enak banget, ya? Ya, pasti. Pasalnya, kamu dan kebanyakan kita semua sudah telanjur terbiasa dengan istilah polwan yang polisi wanita itu.

Agar kamu lebih jelas bahwa selama ini sebenarnya istilah itu kurang tepat, mari bandingkan dengan satuan lain dalam kepolisian. Polisi yang bertugas mengurusi lalu lintas disebut polisi lalu lintas alias polantas. Polisi yang bertugas dalam urusan kehutanan disebut polisi kehutanan alias polhut. Polisi yang bertugas dalam urusan perairan dan udara disebut polisi perairan dan udara alias polairud.

Kalau mengacu pada istilah-istilah di atas, polisi wanita berarti polisi yang mengurusi kaum wanita. Jadi, kalau ada seorang wanita atau perempuan yang melakukan tindak kriminalitas, yang harus mengurus itu hanya para polisi wanita. Nggak, kan? Polisi laki-laki pun mengurusinya.

Serupa polwan banyak banget. Penjahit wanita, dokter wanita, pengusaha wanita, dan banyak lagi lainnya.

Untuk dokter wanita atau pengusaha wanita sih sudah gampang dipahami bahwa dokter dan pengusaha itu berjenis kelamin wanita.

Kalau patuh kaidah, dokter wanita bisa diartikan “dokter yang hanya mengurusi kaum wanita”. Meskipun langka, siapa atahu ada dokter yang hanya mengurusi pasien wanita.

Pengusaha wanita? Ah, ini sedikit rawan. Pengusaha pakaian adalah orang yang memproduksi pakaian, tapi pengusaha wanita tentu bukan orang yang memproduksi wanita, kan?

Lebih repot kalai kita tilik istilah “penjahit wanita”. Ini penjahit khusus baju wanita atau penjahitnya berjenis kelamin wanita? Agak bingung, kan?

Baca juga:
Dulu Kau Tunggu Para Bajingan, Kini Kau Mengumpatinya
Wong Berpakaian Seronok kok Dilarang?

Kaidah bahasa yang disarankan penggunaannya agar nggak menimbulkan kerumpangan alias kerancuan utawa ambiguitas adalah: wanita penjahit (penjahitnya jelas berjenis kelamin wanita/perempuan), wanita/perempuan dokter, wanita/perempuan pengusaha, dan lain-lain.

Tapi kita sudah telanjur akrab dengan polwan, dokter wanita, pengusaha wanita, mau bagaimana lagi?

Untuk polwan memang sulit, karena itu sudah jadi istilah resmi di kepolisian. Tapi untuk yang lain-lain, kita bisa kok akhirnya terbiasa kalau kita mau mulai. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: