BerandaIslampedia
Minggu, 9 Sep 2017 10:32

Pengurangan Kuota Haji 20% Tiap Tahunnya, Mengapa?

Ilustrasi Infografik Haji. (Foto: Inibaru.id)

Kebijakan pemangkasan kuota haji dari Pemerintahan Kerajaan Arab sebanyak 20 persen hingga 2016 lalu, menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka daftar tunggu haji.

Inibaru.id - Indonesia merupakan salah satu negara pengirim jemaah haji terbanyak dibanding negara-negara lain. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Oleh sebab itu, Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi juga memberikan kuota haji lebih banyak dibanding yang lain. Kuota haji ini merupakan batasan jumlah jemaah haji Indonesia yang diberikan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi berdasarkan ketetapan Organisasi Konferensi Islam. Setidaknya 200.000 orang diberangkatkan ke Tanah Suci tiap tahunnya guna melakukan rukun islam kelima ini.

Namun, pada 2013-2014 lalu, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tengah menggalakkan pembangunan dan pengembangan Masjidil Haram. Proyek pembangunan ini bertujuan untuk menambah daya tampung dan memberikan kenyamanan jamaan haji dalam jangka panjang.

Baca juga: Praktik Rentenir, Tas Robek, dan Makanan Basi Jadi Temuan Timwas Haji

Karena renovasi tersebut, daya tampung tempat tawaf yang semula 48.000 menjadi 22.000 jemaah per jam. Mempertimbangkan hal tersebut, akhirnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengambil kebijakan pemangkasan kuota haji. Pemangkasan kuota haji ini berlaku untuk seluruh negara tanpa terkecuali Indonesia. Indonesia sendiri mendapat pemangkasan sebanyak 20%.

Sebelumnya, pada 2010-2012 kuota haji dari Indonesia mencapai hingga 211.000 orang. Namun, pasca pemangkasan ini, kuota haji Indonesia berkurang menjadi 168.000 orang yang dibagi dalam 2 kategori, yakni haji reguler dan haji plus. Angka 168.000 ini berlanjut hingga tahun 2016, mengingat pembangunan yang digadang selesai lebih awal ternyata baru terselesaikan pada 2016.

Akibat kebijakan ini, angka waiting list (daftar tunggu) keberangkatan jemaah haji Indonesia mengalami lonjakan. Dari hal tersebut, diperkirakan, waktu tunggu haji di Indonesia mencapai 8 sampai 35 tahun, meskipun tahun ini kuota haji di Indonesia telah dipulihkan, bahkan ditambah menjadi 221.000 orang dengan rincian 204 jemaah reguler dan 17.000 jemaah plus.

Antusias masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji memang tergolong sangat tinggi. Sehingga, bagi jemaah haji yang memiliki materi lebih, mereka tak puas hanya datang sekali kesana. Alhasil, mereka kembali mendaftar sebagai calon jemaah baru. Hal ini tentu menambar daftar tunggu antrian keberangkatan jemaah haji.

Baca juga: Perlu Tahu! Ini 6 Amalan Gapai Derajat Mulia Sebagai Haji Mabrur

Tingginya angka daftar tunggu haji ini setidaknya juga memicu biro perjalanan haji berlaku curang. Seperti yang terjadi pada 2016 lalu. Pasalnya, 177 calon jemaah haji asal Indonesia harus rela ditahan pemerintah Philipina karena secara ilegal menggunakan kuota negara tersebut.

Untuk menekan berbagai permasalahan yang muncul akibat pemangkasan kuota haji ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan tentang peraturan pendaftaran haji. Kebijakan tersebut tertera dalam Peraturan Menteri Agama (PAM) nomor 29 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji reguler. Dalam pasal 3 ayat 4 disebutkan jemaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji baru dapat melakukan pendaftaran kembali 10 tahun sejak kali terakhir mereka naik haji. Artinya, untuk ingin kembali menunaikan ibadah haji, seseorang harus menunggu dengan jeda waktu 10 tahun. (NA/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: