BerandaIslampedia
Rabu, 12 Des 2017 05:03

Menilik Kesucian Masjid Aqsha

Masjid Aqsha. (Republika.co.id)

Masjid Aqsha di Yerusalem, Palestina nggak terbantahkan sebagai tempat yang disucikan umat Islam seperti yang disebutkan dalam Alquran.

Inibaru.id – Ini masih soal reaksi terhadap klaim sepihak Donald Trump tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sebagian orang mengkhawatirkan status Masjid Al-Aqsha yang berada di kota tersebut. Seperti kamu ketahui, masjid itu jadi tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Republika.co.id (8/12/2017) menulis, lembaga-lembaga Islam yang berbasis di Yerusalem merilis pernyataan bersama merespons keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel. Menurut lembaga-lembaga tersebut, keputusan Trump dapat dimanfaatkan ekstremis Yahudi untuk mengubah status Masjid Al-Aqsha di Yerusalem.

Mereka menilai, dengan keputusan Trump, Israel akan leluasa untuk meyahudikan kompleks Masjid Al Aqsha dengan tujuan untuk mengubah demografi historis kota tersebut.

Wajar saja mereka menuntut pencabutan pernyataan Trump. Perlu kamu tahu, Masjid al-Aqsha merupakan salah satu tempat Rasulullah Saw dalam perjalanan Isra. Dalam As-Sirah, ketika menjelaskan peristiwa Isra Mikraj, Ibnu Ishaq menuturkan, “Rasulullah Saw lalu diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yaitu Baitul Maqdis di Ilya.”

Alquran Surat Al-Isra ayat 1 menegaskan: “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami...

Baca juga:
Aboge, Saka Tunggal, dan Kidung Jawa
Islam di Peru (1): Minoritas yang Dikagumi

Dikutip dari Ensiklopedia Sirah Nabi Muhammad Saw, mengapa disebut aqsha (terjauh) karena jauhnya jarak antara Masjidil Aqsha dengan Masjidil Haram. Bagi umat Islam, Masjidil Aqsha adalah masjid yang dimuliakan untuk diziarahi. Allah SWT menyebut Masjidil Aqsha sebagai tempat yang sekelilingnya diberkahi. Berkah tersebut mencakup keberkahan dalam bidang agama dan bidang dunia.

Keberkahan di bidang agama karena merupakan tempat turunnya para nabi, sedangkan keberkahan dunia karena dikelilingi oleh kebaikan-kebaikan duniawi, yaitu terdapatnya sungai-sungai, pohon-pohon, dan buah-buahan yang semua itu menjadi sebab terpenuhinya kehidupan dan bahan makanan.

Begitu pula, Masjid Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di atas bumi sebagaimana hadits Abu Dzar yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Masjid manakah yang pertama dibangun di muka bumi?’ Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian masjid mana?’ Beliau menjawab, ‘Masjidil Aqsha.’ Aku bertanya lagi, ‘Berapa jarak (pembangunan) antara keduanya?” Beliau menjawab, ‘Empat puluh tahun.’”

Terdapat perbedaan pendapat mengenai siapakah yang pertama membangunnya. Pendapat pertama menyatakan bahwa yang pertama adalah salah seorang putra Nabi Adam AS. Pendapat kedua menyatakan bahwa yang pertama membangunnya adalah para malaikat kemudian sebagian besar para nabi merawatnya.

Baca juga:
Yerusalem, Kota Suci yang Selalu Menderita
Di Guluk-Guluk, Para Santri Menggaung-agungkan Puisi

Disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS memperkokoh bangunannya. Demikian pula yang dilakukan oleh Nabi Ya’qub AS dan dan yang dilakukan Nabi Dawud AS serta putranya, Nabi Sulaiman AS. ketika Umat Islam menaklukan Al-Quds pada tahun 15 Hijriah, Khalifah Umar bin Khaththab memasuki pelataran Masjidil Aqsha dan mengatakan, “Demi Allah! Inilah masjid Dawud AS, Rasulullah Saw  telah mengabarkan kepada kami bahwa di sinilah beliau di-isra-kan.” Umar ra lalu memerintahkkan agar Masjidil Aqsha dipugar.

Semenjak ditaklukkan oleh umat Islam, masjid tersebut menjadi perhatian para khalifah. Adapun yang paling terkenal melakukan pemugaran adalah Walid bin Abdil Malik yang berasal dari Dinasti Bani Umayah pada 72 Hijriah. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: