BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 26 Sep 2019 11:45

Tanpa Gawai, Puluhan Anak Ikut Kampanyekan Bahaya Perubahan Iklim dengan Bermain dan Belajar

Bermain di luar tanpa gawai, anak-anak ini ikut berkampanye dengan membuat dan memamerkan poster. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak hanya orang dewasa yang terlibat dalam "Jeda Untuk Iklim Semarang" yang digelar Minggu (22/9) sore. Puluhan anak-anak pun ikut memeriahkan acara dengan belajar dan bermain di luar ruangan tanpa gawai. Hal ini adalah salah satu kampanye menghambat perubahan iklim yang ekstrem.

Inibaru.id - Jeda Untuk Iklim Semarang yang digelar Minggu (22/9) sore berlangsung meriah. Deretan stan pendukung acara berjejer memberikan berbagai pelatihan pemanfaatan sumber alam seperti membuat ekobrik, membuat kolase dari gambar-gambar alam, dan membuat kreasi-kreasi lucu dengan memanfaatkan daun kering. Sisanya memberikan bibit pohon, dan menyediakan permainan tradisional.

Berbagai stan ini penuh dikerubungi anak-anak. Yap, anak-anak usia dini hingga sekolah menengah pertama ini antusias untuk mengikuti berbagai pameran yang digelar.

Salah satunya adalah stan permainan tradisional yang nggak pernah sepi. Berbagai permainan seperti egrang, lompat tali, congklak, yoyo, dan lain-lain bebas dimainkan oleh pengunjung secara gratis. Sontak anak-anak yang sebagian didampingi orang tuanya ini penasaran mencoba setelah melihat anak lain beraksi.

Ellen Nugroho mengatakan anak-anak lah yang akan mewarisi masa depan bumi. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Salah satunya adalah Kenzie, siswa homeschooling ini menjajal permainan lompat tali bersama keempat temannya. Selain menjajal permainan tradisional, dia juga mengaku membuat dua poster yang turut dipamerkan. 

“Senang bisa bermain dan bertemu banyak teman,” kata siswa kelas 4 ini. Sedangkan di stan lain, terlihat segerombolan anak-anak sedang mengamati ulat, belajar membuat kolase alam, membuat herbarium bahkan nimbrung orang dewasa membuat ecobrick.

Menurut koordinator acara Jeda Untuk Iklim Semarang, Ellen Nugroho mengatakan acara ini sengaja melibatkan anak-anak dalam acaranya karena mereka lah yang bakal mewarisi masa depan bumi. “Mereka yang akan mewarisi masa depan, kenapa diwarisi bumi yang rusak,” kata Ellen.

Beberapa anak juga ikut nimbrung orang dewasa membuat ecobrick lo. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Ellen menuturkan, dengan bermain di luar tanpa gawai bakal mengurangi emisi gas karbon dari penggunaan listrik yang berbahan bakar batu bara.

Nggak cuma bermain saja, anak-anak ini juga diajak untuk membuat poster dengan tema keprihatinan terhadap kondisi bumi saat ini juga lo. “Acara ini kita desain untuk anak-anak juga. Mereka kita ajak bikin poster dan bikin surat buat presiden untuk menyampaikan aspirasi mereka,” sambung ibu 3 anak ini.

Kampanye Jeda Untuk Lingkungan Semarang ini merupakan salah satu rangkaian Climate Strike yang digelar serentak secara global. Gerakan yang diinisisai oleh Gretta Thunberg, seorang siswi SMP di Swedia ini mengajak publik untuk ikut andil dalam menahan laju perubahan iklim yang semakin ekstrem. Acara di Semarnag ini bakal berlanjut dengan aksi damai pada Jumat (27/9) mendatang.

Nah aksi nyatamu buat menahan iklim bumi yang terus memanas ini apa nih, Millens? Jangan sampai kalah dengan anak-anak kecil ini ya! (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Temuan Prasasti di Klaten Bukan yang Pertama, Diduga Terhubung dengan Dua Prasasti Era Kolonial

18 Jun 2026

AMSI Dorong Kolaborasi Media untuk Menghadirkan Informasi Iklim yang Lebih Kredibel

19 Jun 2026

Kenapa Harga Pertamax Belum Turun Meski Ada Penurunan Harga Minyak Dunia? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

20 Jun 2026

Mengapa Kebo Bule Selalu Hadir dalam Kirab Malam 1 Suro? Begini Sejarah dan Maknanya

21 Jun 2026

Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil

22 Jun 2026

Kenali Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli, Jangan Sampai Tertipu Oknum Mengatasnamakan BPS

23 Jun 2026

B50 Siap Beredar Juli 2026, Pemerintah Optimistis Tak Perlu Lagi Impor Solar

24 Jun 2026

Mendag Tegaskan NIB untuk Penjual Online Bukan untuk Pungutan Pajak

25 Jun 2026

5 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dunia Fantasi Ancol Tahun Ini

25 Jun 2026

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

26 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: