BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 21 Des 2019 10:17

Perwaris, Organisasi Waria di Kota Semarang

Perwaris berdiri sejak 2006. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bertujuan melindungi hak-hak waria sebagai Warga Negara, Persatuan Waria Semarang (Perwaris) didirikan. Harapannya, nggak ada lagi waria yang dianggap rendah di masyarakat. <br>

Inibaru.id - Di Kota Semarang ada sebuah organisasi yang menghimpun para waria. Namanya adalah Persatuan Waria Semarang (Perwaris). Komunitas ini sudah berdiri sejak 2006. Wah, sudah lumayan lama juga ya.

Silvy Mutiari, ketua Perwaris, menceritakan, sebelum terbentuknya Perwaris ini sudah ada sebuah organisasi yang beranggotakan para waria. Tapi karena lama nggak terdengar gaungnya, Silvy berinisiatif membentuk Perwaris.

Pada masa awal terbentuk, Perwaris sempat mendapat hambatan. Menkumham menolak menerbitkan surat keterangan karena permasalahan nama. Adanya kata "waria" pada kepanjangan Perwaris membuat proses ini alot.

Meski begitu, permasalahan ini bisa dilalui dengan negosiasi. Izin dapat dikeluarkan jika pihak pemohon mau menggunakan nama “Yayasan Perwaris Satu Hati”. Tiga tahun setelah izin terbit, tongkat kepemimpinan Perwaris beralih pada Silvy.

“Kami ini seperti kelompok masyarakat yang termarjinalkan, sehingga jadi sering mendapat persekusi, diskriminisasi dan bullying. Yang jelas sering juga nggak mendapatkan hak sebagai Warga Negara, padahal kami sudah melaksanakan kewajiban, Oleh karena sebab itulah, Perwaris dibentuk” kata Silvy, Senin (8/12) malam.

Dalam menjalankan kegiatan, Silvy senang karena teman-teman warianya mau diajak berorganisasi. Di samping itu dengan adanya Perwaris, teman-teman waria jadi bisa berjejaring dengan banyak organisasi waria di banyak daerah.

“Kami juga mendapat banyak ilmu dari berjejaring tersebut. Seperti kelas gratis,” ungkap Silvy.

Silvy Mutiari ketua Perwaris sejak 2009. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Hebatnya, Perwaris juga sering melakukan kegiatan sosial. Hari-hari besar seperti Hari HIV/Aids kemudian Hari HAM pun mereka ikut andil. Nggak cuma itu. Di bulan Ramadan, mereka juga bersedekah dengan membagi-bagikan takjil. Nggak sendiri, mereka juga menggandeng beberapa instansi seperti Dinas Sosial untuk melakukan kegiatan.

Anggota Perwaris sejauh ini belum terdata secara pasti. Namun kata Silvy, kurang lebih ada 125 anggota yang terdiri atas berbagai profesi.

“Sebagian besar dari kami bekerja secara nonformal seperti, penyanyi, mc, pranatacara, Cucuk Lampah, pekerja seks dan pekerja salon. Sementara yang formal hanya 15 persen, misal di pabrik, instansi pemerintahan, dan juga notaris,” terang Silvy.

Salah seorang anggota Perwaris yakni Jesicca Lee Aurora mengungkapkan kalau dia senang bergabung ke dalam Perwaris.

“Di sini kami saling membantu dan melindungi, apalagi kalau yang kerjanya di jalan itu kan kasihan. Dari Perwaris kami juga bisa guyub dan nyengkuyung. Nggak membeda-bedakan secara profesi,” akunya.

Hm, semoga dengan adanya organisasi ini hak-hak waria terlindungi ya Millens. (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: