BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 28 Mei 2024 11:32

Personal Branding agar Jadi 'Produk' Branded ala Ikhwan Syaefulloh

Ikhwan Syaefulloh menyarankan agar kita melakukan personal branding yang tepat agar masyarakat mengingat dan mempercayai kita. (Dok Santrendelik)

Agar menjadi 'produk' branded yang melekat di hati orang, social engineer Ikhwan Syaefulloh menyarankan untuk melakukan personal branding. Apakah sama dengan pencitraan?

Inibaru.id – Pendiri Amazon Jeff Bezos suatu ketika pernah menyampaikan sepenggal pameo dalam sebuah forum, bahwa persona adalah apa yang digunjingkan orang di belakang kita. Artinya, citra diri terbentuk bukan karena kita mengatakannya, tapi dari apa yang mereka lihat dari diri kita.

Maka, mempertimbangkan apa saja yang ingin kita tampilkan di muka publik tentu menjadi begitu penting, terutama kalau kita adalah pesohor yang tengah mendapat sorotan masyarakat. Dalam dunia politik, kita mengenal istilah “pencitraan”.

Istilah pencitraan sejatinya netral, tapi karena erat dengan politik praktis yang cenderung kotor, kata ini jadi berkonotasi negatif; berbeda dengan “branding” yang meski secara harfiah mempunyai arti yang sama, ia lebih terasa positif.

Istilah branding lebih banyak dipakai dalam dunia bisnis. Konsultan kreatif asal Kota Semarang Ikhwan Syaefulloh mengatakan, dalam dunia bisnis, branding dibagi menjadi dua, yakni corporate dan personal branding.

Menciptakan Kedekatan

Corporate branding bertujuan untuk memberikan citra tertentu pada sebuah brand atau merek, sedangkan personal branding untuk menunjukkan persona seseorang. Menurut Ikhwan, fungsi keduanya sebagian besar sama, yakni menciptakan kedekatan dengan orang lain.

“Bagi perusahaan, branding adalah intangible asset (aset tak berwujud) yang nggak bisa disentuh, tapi mampu memberikan dampak signifikan terhadap nilai bisnis dalam jangka panjang,” tutur lelaki yang lahir Banjarnegara tersebut.

Sementara itu, dia melanjutkan, personal branding adalah upaya membangun persepsi. Maka, mengutip perkataan Jeff Bezos, personal brand bisa diartikan sebagai persona atau kesan apa yang ingin orang lain pegunjingkan di belakang kita.

“Persepsi adalah apa yang ada di pikiran orang lain tentang kita dan itu bisa dikendalikan. Ibarat sedang melempar bola ke tembok, apa yang kita lempar ke orang lain akan kembali ke diri kita,” jelas founder perusahaan konsultan brand dan kreatif IKSA Brand tersebut kepada Inibaru.id, beberapa waktu lalu.

Popularitas dan Kredibilitas

Personal branding adalah upaya mempromosikan diri. Ikhwan nggak memungkiri bahwa salah satu senjata terjitu untuk melakukannya adalah melalui media sosial seperti Instagram atau Tiktok. Namun begitu, dia menegaskan, personal branding itu nggak semata popularitas, tapi juga kredibilitas.

“Value tertinggi seseorang adalah ketepercayaan atau kredibilitas, bukan sekadar persepsi. Jadi, saat seseorang mau berbisnis, dia harus mampu merawat personal brand-nya minimal di lingkungan sekitar seperti keluarga, orang terdekat, partner, teman, sampai khalayak umum,” tegasnya.

Bagaimana caranya? Owner The Pikas Resort Adventure Banjarnegara ini mengungkapkan, seseorang harus menemukan satu value terbesar yang dimilikinya. Itulah yang kemudian dicitrakan secara konsisten dan terus-menerus.

“Value itu diterjemahkan menjadi persepsi yang akan ditangkap orang dari narasi, postingan, bahkan sikap yang kita lakukan setiap hari,” papar Ikhwan.

Personal Branding=Pencitraan?

Berdasarkan penuturan Ikhwan, istilah personal branding dengan pencitraan tentu saja menjadi begitu beririsan. Dia juga nggak menampik anggapan orang yang mengasosiasikan istilah pencitraan sebagai suatu tindakan negatif.

“(Menganggap pencitraan negatif) menjadi wajar, sebab selama ini banyak orang yang melakukan pencitraan diri dengan menampilkan kebohongan dan sesuatu yang dilebih-lebihkan,” kata lelaki kelahiran 7 September 1981 itu, lalu tersenyum simpul.

Pada kenyataannya, Ikhwan mengimbuhi, nggak ubahnya personal branding, pencitraan juga akan memunculkan kesan tertentu dari seseorang terhadap orang lain berdasarkan pengetahuan atau hal-hal yang diketahui orang tersebut, yang tentu saja akan dikonfirmasi kebenarannya.

“Pencitraan adalah membangun persepsi, yang orang akan ingat, kita itu apa,” lontar Ikhwan. “Maka, pencitraan yang benar adalah dengan mencari sesuatu yang paling unggul, menaikkannya menjadi satu value paling kuat, lalu mencitrakannya lewat berbagai media.”

Di akhir obrolan, Ikhwan pun menganalogikan tiap orang sebagai sebuah brand. Menurutnya, hanya dengan branding yang tepat kita bisa menjadi “produk” branded yang dipercaya orang. Caranya gimana, itulah yang perlu kita pikirkan sendiri! Ha-ha. (Siti Khatijah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: