BerandaInspirasi Indonesia
Senin, 2 Feb 2020 07:20

Mengenang Peran Mbah Gembyang, Pendakwah Islam di Kendal

Makam Wali Gembyang yang berada di pusat Kota Kendal. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Jasa-jasa Mbah Gembyang bagi Kendal memang besar. Selain dikenal sebagai penyebar agama Islam di Kota Santri, dia juga ikut mendirikan dan membangun Kendal di segala bidang.

Inibaru.id – Sosok pendakwah satu ini memiliki banyak nama. Di Arab dia dikenal dengan nama Hamzah, di Tiongkok disebut Han Byang, dan di Jawa dipanggil Gembyang. Nama lainnya pula yaitu Abdul Rohman, Mbah Satari, dan Mbah Ashari.

“Dakwah di Jawa, orang Jawa nggak bisa panggil Han Byang, akhirnya dipanggil Gembyang,” kata juru kunci Makam Wali Gembyang M. Jayus Asrori.

Seorang peziarah tengah membaca Yasin. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>

Saat saya berkunjung ke kediaman Jayus, Jumat (24/1), di Jalan Gembyang Kelurahan Patukangan, Kendal, dia menjelaskan masa dakwah Mbah Gembyang dilakukan pada masa perjuangan pahlawan Kendal yaitu Adipati Bahurekso sekitar tahun 1628.

“Mbah Gembyang menyebarkan agama pada masa perjuangan adipati Kendal Bahurekso. Banyak orang mendoakan Mbah Gembyang dari kalangan masyarakat dan pejabat. Pejabat masuk Kendal, sowan ke sini dengan keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Memang letak dari Makam Wali Gembyang sangat dekat dengan kantor-kantor pusat pemerintahan Kabupaten Kendal. Seperti Kantor Bupati Kendal, Badan Kepegawaian, Bappeda Kabupaten Kendal, dan kantor-kantor strategis lainnya. Nggak heran jika makam satu ini sering didatangi para pejabat.

Makam Wali Gembyang sering dikunjungi para peziaran dari berbagai kalangan. Dari rakyat biasa hingga pejabat. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>

Bahkan Jayus mengaku ketika ada seseorang yang tengah mencalonkan diri jadi bupati, lurah, DPR, TNI/POLRI, CPNS, dan pekerjaan-pekerjaan lain berhubungan dengan Negara, para calon tersebut banyak yang berziarah ke makam ini.

“Untuk mendoakan Mbah Gembyang, tapi untuk urusan hajat seseorang memintanya hanya kepada Allah,” ucap Jayus mempertegas ketauhidan dalam Islam. Agar seseorang yang berkunjung ke Makam Wali Gembyang nggak salah niat.

Wali Gembyang selain sebagai pendakwah juga dikenal sebagai pendiri Kabupaten Kendal, sehingga sosoknya dituakan di kabupaten yang terkenal dengan Sate Bumbonnya ini. Dia membangun Kendal di banyak bidang dengan perilakunya yang sederhana, ramah, dan sopan. Di balik itu dia memiliki kelinuwihan.

Inspiratif sekali ya Wali Gembyang ini, Millens. Masyarakat Kendal patut berbangga dan semoga bisa melanjutkan perjuangannya. (Isma Swastiningrum/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: