BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 19 Mei 2020 09:44

Kreativitas Aksi Solidaritas Peduli Covid-19; Patungan hingga Gelar Konser Amal

Solidaritas Perempuan Bantu Perempuan untuk para buruh gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta. (Dok. Wulan Agustina Pamungkas)

Bentuk-bentuk aksi solidaritas pada masa pandemi Covid-19 telah banyak muncul dan berkembang dengan berbagai kreativitas penggagasnya. Di antaranya seperti patungan Rp 5.000 hingga pengadaan konser amal. Sistem penyalurannya pun transparan sehingga donatur nggak perlu waswas.

Inibaru.id – Perempuan Bantu Perempuan merupakan gerakan solidaritas yang diinisiasi oleh Wulan Agustina Pamungkas dan kawan-kawan bagi perempuan buruh gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Bentuk solidaritas ini sederhana. Hanya dengan patungan sebesar Rp 5.000 saja, kamu sudah ikut berperan membantu para buruh gendong bertahan di masa pandemi.

Ketika dihubungi via Whatsapp, Wulan mengatakan donasi yang terkumpul saat ini telah disalurkan dalam bentuk makanan, minuman, dan buah-buahan siap saji. Baginya makanan menjadi hal yang sangat diperlukan saat ini.

“Kalau toh sembako juga ibu- ibu buruh gendong akan sedikit kerepotan untuk mengolah karena mereka kan tinggal di emperan sekarang ini nggak ada peralatan buat ngolah,” kata perempuan yang juga aktivis kesetaraan gender itu pada Minggu (10/5)

Meski nama solidaritanya "Perempuan Bantu Perempuan", tapi yang menerima nggak hanya perempuan, laki-laki juga. Menurut Wulan saling menolong itu sifatnya universal. (Dok. Wulan Agustina Pamungkas)

Hingga pada 7 Mei 2020 lalu, dana yang berhasil terkumpul sebesar Rp 10.420.629. Dana ini dibagi dalam dua rekening dan telah enam kali disalurkan. Para donatur berasal dari berbagai kalangan seperti vlogger, mahasiswa, dan dosen. Rencananya, penyaluran bantuan ini digelar dua hari sekali selama Ramadan sampai Hari Raya Idulfitri nanti.

Di sisi lain, Wulan dan kawan-kawan sempat kepikiran untuk mencari kontrakan bersama bagi buruh gendong untuk singgah, tapi ternyata sulit. Mengingat sekarang ini banyak wilayah yang menutup akses bagi orang luar untuk masuk.

Aksi solidaritas bagi korban terdampak Covid-19 dilakukan pula oleh Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA), Forum Islam Progresif (FIP), dan Federasi Buruh Lintas Pabrik. Bentuk donasi dilakukan dalam bentuk konser amal daring dengan tema besar Berkah Ramadhan untuk Buruh Terdampak Covid-19.

Berbagai musikus beraliran folk dan alternatif Indonesia diundang untuk penggalangan donasi. Sebut saja Sisir Tanah, Cholil Mahmud, Rara Sekar, Ananda Badudu, Tanasaghara, Akar Bambu, Oncom Hideung di Jilid 1 #ngabuburitsolidaritas ikut meramaikan acara. Lalu dilanjutkan dengan konser amal jilid 2 yang mengundang musikus Jono Terbakar, Deugalih, dan Guna Warma “Nostress” yang berlangsung hingga Senin (18/5).

Konser Amal Jilid II Ngabuburit Solidaritas oleh FNKSDA, FIP, dan FBLP. (Instagram/@fnksda)<br>

Laman resmi Instagram @fnksda mengumumkan, hingga 12 Mei 2020 donasi yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 30.380.246,00 dari target total Rp 200 juta. Dana ini akan disalurkan kepada ratusan buruh perempuan FBLP dalam bentuk bantuan bahan pokok (sembako) senilai Rp 500.000 per buruh.

Anggota FNKSDA yang juga salah satu koordinator jalannya konser amal Muhammad Azka Fahriza mengatakan, gerakan solidaritas sangat penting sebagai respon gagalnya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyat.

Dia mengkritik pula, elemen gerakan sosial progresif justru tiarap atau nggak melakukan satu hal signifikan dan berpengaruh dalam merespon krisis kemanusiaan yang sekarang sedang terjadi,

“Saya pikir ini juga terkait dengan gagalnya elemen progresif membangun gerakan dan program politik yang lebih solid dan tidak sekedar gagah di tataran teori atau malah jargon kosong soal kesetaraan semata,” ujar Azka saat dihubungi via Whatsapp, Minggu (17/5).

Kalau menurutmu, gerakan solidaritas yang berkembang saat ini bagaimana, Millens? Ada juga nggak sih di daerahmu? (Isma Swastiningrum/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: