BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 18 Mei 2019 16:00

Berawal dari Traktiran, Gerakan Sosial untuk Kaum Duafa Berjalan

Agung Kurniawan, seorang pemuda Tionghoa inisiator Kantin Kebajikan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Apa yang kamu lakukan untuk mengisi masa mudamu? Jika kebanyakan anak muda menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, lain halnya dengan anak muda ini di komunitas ini. Tergabung dalam Komunitas Pemuda Konghucu, mereka membagikan ratusan porsi makan gratis setiap minggunya.

Inibaru.id - Digawangi oleh Agung Kurniawan dan Andi, terciptalah Kantin Kebajikan yang memberikan makan gratis kepada kaum duafa. Agung mengaku, Kantin Kebajikan ini berawal dari kebiasaan teman-temannya yang meminta traktir ketika ulang tahun .“Kalu traktirnya di resto banyak yang datang, kalau di tempat biasa dikit yang datang, kayak nggak sehat gitu,” ungkap Agung.

Sejak itu, dia dan Andi ingin mengubah kebiasaan ini dengan mengalokasikan traktiran tersebut untuk memberi makan siang gratis untuk kaum duafa. Perlu waktu sebulan untuk mencari konsep dan nama, akhirnya Kantin Kebajikan mulai berdiri pada 2016. Memasuki usia ke tiga di tahun ini, Kantin Kebajikan sudah punya enam lokasi lo, Millens! Keenamnya ada di Gedung Rasa Dharma, Klenteng Ling Hok Bio, Gedung perkumpulan Hokkian, jalan Pandanaran, Taman Indonesia kaya dan Kantor matakin.

Seorang Pelayan Kebajikan sedang menyiapkan hidangan menjelang buka puasa. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Keenamnya dikelola dengan baik oleh Perkumpulan Pemuda Tionghoa dengan bantuan beberapa pelayan kebajikan (sebutan bagi relawan kantin kebajikan). Karena kegigihan dan konsistensi para pemuda ini, para orang tua pun mau terlibat untuk membantu proses penyiapan makanan yang akan di bagikan.

Ingin Melayani dengan Tulus

Makanan yang dibagikan berupa sepiring nasi lengkap dengan lauknya yang bisa didapatkan gratis di beberapa titik di wilayah pecinan. Setidaknya 100 porsi makan disiapkan setiap harinya. Tapi untuk mendapatkan makanan di sekitar jalan pandanaran dan Taman Indonesia kaya, ada tarif sebesar 2 ribu untuk sebungkus nasi kuning dengan lauk nugget. Setiap Senin - Sabtu, pemuda 26 tahun ini beserta teman-temannya bergantian piket di 6 titik yang berbeda.

Agung mengaku, walaupun ada yang berbayar, bisa dipastikan bahwa kantin kebajikan tak pernah mendapat untung dari penjualannya. “Karena memang nggak berorientasi sama keuntungan, jadi gak masalah kalau sering minus,” seringainya. Senada dengan tujuan awalnya, Kantin Kebajikan memang ingin melayani. Ia dan teman-temannya juga berencana membuka tiga kantin baru yang terletak di area masyarakat yang membutuhkan.

Tersedia kotak donasi jika kamu ingin berdonasi langsung di 6 titik Kantin Kebajikan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Sampai saat ini, kantin kebajikan masih tetap eksis karena bantuan dari donatur yang tak pernah putus. “Harapannya, semua bisa makan, semua bisa melayani,” tutur Agung. Ia juga berharap Kantin Kebajikan bisa menjadi simbol pluralisme di kota Semarang karena donasi dan pelayanan mereka tak melihat suku dan agama.  Untuk memenuhi kebutuhan Kantin Kebajikan, kamu juga abisa berdonasi lewat Kitabisa.com atau di ig mereka di @kantinkebajikan.cw lo, Millens!

Wah inspiratif banget ya, semoga makin banyak pemuda yang terinspirasi untuk berkontribusi di mayarakat ya! (Zulfa Anisah)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: