BerandaIndie Mania
Rabu, 16 Apr 2019 11:48

Batu Bara, Penyulut Terang Sekaligus Pencabut Nyawa

Salah satu adegan dalam Sexy Killers. (Watchdoc film)

Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah pembangunan. Tapi apakah semua itu sebanding dengan pengorbanan orang-orang tanpa dosa? Bukankah sudah saatnya mencari alternatif yang lebih manusiawi?

Inibaru.id - Sepertiga dari 90 % kebutuhan listrik di Indonesia dipasok oleh PLTU. Bahan bakar yang digunakan untuk mengoperasikan PLTU di Jawa adalah batu bara yang berasal dari Kalimantan dan Sulawesi. Namun tahukah kamu jika gemerlap lampu dan nyala piranti elekronik lainnya ini turut membawa dampak buruk bagi sebagian orang? Lewat film dokumenter produksi Watchdoc berjudul Sexy Killers penonton diajak untuk melihat muara pembangkit listrik tenaga batu bara ini.

Seperti judulnya, Sexy Killers adalah film yang mengangkat hal krusial dan dibutuhkan oleh masyarakat namun juga membunuh kelompok masyarakat lain. Berikut ini adalah dua aspek penting yang menjadi titik berat film besutan sutradara Dandhy Laksono dan Suparta Arz.

Lubang Galian Tambang Telan Puluhan Korban

Penambangan batu bara untuk dijadikan bahan bakar dari PLTB marak di kawasan Kalimantan dan Sulawesi. Dari data yang dikumpulkan Watchdog, selama 2011 hingga 2018 ada 32 jiwa di Kalimantan Timur melayang karena lubang bekas galian tambang. Setidaknya ada 3500 lubang bekas galian tambang di Kalimantan Timur yang dibiarkan menganga dan mengancam korban jiwa.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik di Jawa, pengusaha tambang merubah area persawahan sebagai mata pencaharian penduduk menjadi lahan tambang secara masif. Kegiatan pertambangan telah mengubah pola hidup pertanian warga di sekitar tambang yang tadinya menjadi lumbung padi pada tahun 1991 namun tak lagi bisa menghasilkan padi sebesar tiga dekade lalu.

PLTB Ancam Kesehatan Warga.

Nggak berhenti pada bahaya lubang bekas galian tambang batu bara, ternyata aktivitas PLTU juga membawa dampak kesehatan yang serius bagi warga yang tinggal di dekat PLTU. Dikisahkan di film tersebut adalah Novi, seorang penderita kanker nasofaring yang akhirnya meregang nyawa. Selain mengakibatkan kanker nasofaring, sisa pembakaran batu bara yang dihirup masyarakat membuat mereka rawan terserang asma, stroke yang bisa berujung kematian.

Film berdurasi 88 menit ini juga bakal membuat para penonton terkejut lantaran menyeret beberapa nama elit di negeri ini. Mereka disebut-sebut sebagai orang-orang yang menikmati komersialisasi batu bara. Penasaran ada siapa saja? Yuk nonton. Meski nggak ditayangkan di bioskop, kamu tetap bisa menyaksikan film dokumenter ini di ajang nonton bareng yang banyak digelar. Mau nonton sendiri di youtube juga bisa. (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Film Pendek Indonesia Golden Island Raih Penghargaan di Festival Film Singapura

3 Nov 2026

Gunung Tidar, Paku Tanah Jawa yang Menyimpan Filosofi Keseimbangan

4 Nov 2026

Menteri UMKM Pastikan Tukang Cukur hingga Warteg Beromzet Kecil Bebas PPh

5 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: