BerandaHits
Selasa, 19 Agu 2024 16:29

Waspada Penularan Mpox, Ini Imbauan Kemenkes dan Status Darurat WHO

Virus Mpox bisa menular melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi. (Disway)

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap Mpox dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menerapkan perilaku seksual yang sehat seperti setia pada satu pasangan dan menghindari perilaku seks sesama jenis.

Inibaru.id - Penularan virus Mpox (MPXV) yang terjadi antarmanusia harus diwaspadai. Virus ini dapat menyebar melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit dari orang yang terinfeksi, serta melalui kontak tidak langsung dengan benda yang terkontaminasi atau droplet.

Penyakit Mpox dapat menular melalui kontak langsung kulit ke kulit atau membran mukosa, termasuk selama kontak seksual. Penularan melalui droplet biasanya membutuhkan kontak erat yang berlangsung lama, sehingga anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan penderita berisiko lebih besar untuk tertular.

Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr. Yudhi Pramono MARS mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus Mpox.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat, serta menerapkan perilaku seksual yang sehat, seperti tidak bergonta-ganti pasangan atau melakukan hubungan seksual sesama jenis,” ujar Yudhi di Jakarta, Sabtu (17/8). “Jika mengalami gejala Mpox, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.”

Menurut laporan “Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023” yang diterbitkan Kemenkes pada 2024, gejala Mpox yang paling sering dilaporkan pada kasus terkonfirmasi antara lain adalah lesi, demam, ruam, dan limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening). Masa penyembuhan pasien Mpox bervariasi antara 2-4 minggu, dengan periode sakit paling singkat 14 hari sejak munculnya gejala pertama.

Untuk pencegahan dan perawatan pasien Mpox, Kemenkes telah menyediakan vaksin dan obat-obatan, termasuk antibiotik. Sebagian besar kasus Mpox di Indonesia menerima terapi suportif dan simtomatik, serta dilakukan perawatan dan isolasi baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

“Kementerian Kesehatan telah melaksanakan vaksinasi Mpox bagi kelompok risiko tinggi pada tahun 2023 kepada 495 sasaran. Pada tahun 2024 ini, sedang disiapkan total 4.450 dosis vaksin untuk 2.225 sasaran dengan masing-masing 2 dosis per individu,” jelas Yudhi.

Imbauan untuk Pelaku Perjalanan

Informasi dasar Mpox yang perlu kita ketahui. (Kemenkes)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menetapkan Mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) pada 14 Agustus 2024, menyusul peningkatan kasus Mpox di Republik Demokratik Kongo dan beberapa negara di Afrika.

Sebelumnya, pada Juli 2022, penyebaran Mpox secara meluas mendorong WHO untuk menetapkan penyakit ini sebagai PHEIC, yang kemudian dinyatakan berakhir pada Mei 2023 setelah penurunan kasus global. Namun, peningkatan kembali kasus di Afrika menyebabkan status darurat ini kembali diberlakukan.

Menanggapi status darurat kesehatan Mpox, Plh. Dirjen P2P Yudhi Pramono mengimbau masyarakat, terutama pelaku perjalanan, untuk tetap waspada dan menghindari bepergian ke negara-negara yang terjangkit Mpox.

“Menghindari bepergian ke luar negeri, khususnya ke negara-negara terjangkit, serta mengikuti imbauan dari Pemerintah,” katanya.

Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan, dr Achmad Farchanny Tri Adryanto, MKM menambahkan bahwa meskipun tidak ada pembatasan perjalanan, pelaku perjalanan dari Indonesia harus berhati-hati dan tidak boleh lengah jika tetap ingin bepergian ke negara terjangkit, terutama di Afrika.

“Hingga saat ini, tidak ada larangan perjalanan ke atau dari Afrika, namun pemerintah mengimbau pelaku perjalanan untuk berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, serta menerapkan perilaku seksual yang sehat dan aman,” tambah Farchanny.

Menurut laporan WHO “Multi-country outbreak of mpox. External Situation Report 35” yang diterbitkan pada 12 Agustus 2024, terdapat 99.176 kasus konfirmasi Mpox dan 208 kematian yang dilaporkan oleh 116 negara sejak 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2024. Di Afrika, Republik Demokratik Kongo mencatat jumlah kasus Mpox tertinggi, yakni sekitar 96% dari total kasus di benua tersebut.

Laporan WHO terbaru pada 15 Agustus 2024 menyebutkan bahwa Swedia menjadi negara pertama di luar Afrika yang mengkonfirmasi Mpox jenis Clade Ib pada seseorang dengan riwayat perjalanan ke Afrika Tengah. Clade I dianggap lebih parah dan lebih menular dibanding MPXV Clade II.

Mengingat virus ini berbahaya, yuk tingkatkan kewaspadaan, Millens! (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: