BerandaHits
Jumat, 22 Des 2022 11:00

Waspada, Cuaca Ekstrem Terjadi Sepanjang Liburan Nataru

Ilustrasi: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya empat fenomena dan anomali atmosfer yang terjadi secara bersamaan di akhir 2022 hingga awal 2023. (Antara)

Liburan Natal dan Tahun Baru ini kamu mau kemana? Jika berencana akan melakukan perjalanan, kamu harus waspada dengan cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, ya!

Inibaru.id - Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini masih akan terus berlangsung sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lo, Millens. Oleh karena itu, kamu nggak boleh abai dan pertimbangkan benar-benar jika akan melakukan perjalanan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya empat fenomena dan anomali atmosfer yang terjadi secara bersamaan di akhir 2022 hingga awal 2023.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, potensi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi pada saat mudik Nataru hingga arus balik nanti. Padahal berdasarkan hasil survei Kemenhub diprediksi sekitar 40 juta orang akan melakukan perjalanan di periode sibuk itu.

"Kami mendeteksi perkembangan kondisi cuaca yang sangat berpotensi menjadi ekstrem. Jadi perkembangan kondisi cuaca yang dipicu oleh berbagai fenomena, anomali, dinamika atmosfer yang terjadi secara bersamaan," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (20/12/2022) malam.

Empat Fenomena Atmosfer

Ilustrasi: Fenomena atmosfer yang terjadi bersamaan bisa memicu peningkatan curah hujan. (Pikiran Rakyat/Arif Hidayah)

Menurut Dwikorita, fenomena atmosfer biasanya terjadi satu persatu. Namun, kali ini akan terjadi secara bersamaan yang bisa memicu peningkatan curah hujan hingga lebat bahkan dikhawatirkan dapat mencapai ekstrem.

Keempat fenomena atmosfer tersebut, yakni pertama peningkatan aktivitas Monsun Asia. Angin monsun ini memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.

Kedua adalah intensifikasi fenomena seruak dingin Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan. Fenomena ini juga meningkatkan pembentukan awan-awan hujan jadi lebih intensif di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

Fenomena ketiga adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia. Hal ini dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi dikhawatirkan dapat mencapai ekstrem.

"Juga terjadinya peningkatan kecepatan angin permukaan serta peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya," imbuh Dwikorita.

Keempat, terpantaunya aktivitas gelombang atmosfer. Jadi ada beberapa gelombang atmosfer seperti fenomena madden julian oscillation (MJO). Fenomena ini merupakan pergerakan atau arak-arakan awan hujan dari arah Samudra Hindia di sebelah timur Afrika menuju Samudra Pasifik dan melewati kepulauan Indonesia.

"Kebetulan pada periode Nataru pergerakan awan-awan itu pas melintasi kepulauan Indonesia yang bersamaan dengan aktivitas monsum Asia yang semakin meningkat. Bersamaan adanya seruak udara dingin dari dataran tinggi Tibet di Asia dan bersama dengan terjadinya pembentukan potensi tekanan rendah yang dapat berkembang menjadi bibit siklon atau bahkan berkembang menjadi siklon," pungkasnya.

Jadi, jika kamu akan melakukan perjalanan pada momentum liburan kali ini, siapkan kondisi fisikmu, ya! Tetap makan bergizi dan olahraga agar imun tubuh bagus selama cuaca ekstrem. (Siti Khatijah/E05)

Artikel ini telah terbit di Media Indonesia dengan judul BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Sepanjang Libur Nataru.

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: