BerandaHits
Sabtu, 4 Feb 2022 10:23

Ternyata, Ini Alasan Orang Jawa Menyebut Nasi dengan 'Sego'

Orang Jawa menyebut nasi sebagai 'sego'. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Namun, sejarah mencatat kalau nasi bukanlah makanan asli orang Indonesia. Lantas, kalau begitu, mengapa orang Jawa menyebut nasi dengan 'sego', ya?

Inibaru.id – Sebutan nasi di Indonesia ada banyak. Namun, yang paling populer adalah ‘sego’ atau ‘sega’. Maklum, banyak penganan khas Jawa seperti sego ruwet, sego liwet, dan lain-lain yang cukup populer di Tanah Air.

Nah, sebelum membahas jauh tentang istilah ‘sego’ atau ‘sega’ ini, kita harus tahu dulu kalau nasi sebenarnya bukan makanan asli orang Indonesia, lo. Hm, menarik juga kalau melihat kini banyak orang Indonesia yang merasa belum makan kalau belum makan nasi. Padahal sudah makan roti, mi, ketela, dan lain-lain yang sama-sama mengenyangkan.

Jadi, menurut Profesor Nadirman Haska yang sudah lama meneliti sagu di Tanah Air, disebutkan bahwa beras sebenarnya baru dikenal orang Indonesia di masa kerajaan, tepatnya saat dibawa pedagang dari India. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan sejarah di Candi Borobudur berupa pahatan atau relief yang sama sekali nggak menunjukkan adanya padi, beras, atau nasi.

Justru, relief palma kehidupan di candi ini menunjukkan kelapa alias nyiur, aren, sagu, serta lontar. Keberadaan relief ini meyakinkan Prof. Haska kalau makanan asli Indonesia adalah sagu.

“Sagu itu makanan asli Indonesia. Terpahat jelas di relief Candi Borobudur. Saat Hindu masuk, orang India membawa beras ke sini,” ujar Nadirman saat mengunjungi Pabrik Sagu Perhutani yang ada di Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, Kamis (31/12/2015).

Nah, tahu nggak, penamaan ‘sego’ bagi nasi oleh orang Jawa sebenarnya nggak jauh beda dengan orang Sunda, yakni ‘sangu’. Keduanya adalah istilah turunan dari sagu yang dulu lebih akrab dianggap sebagai makanan pokok orang Nusantara.

Orang Indonesia terbiasa makan nasi setiap hari. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Politik Orde Baru Membuat Orang Indonesia Ketergantungan Nasi

Sejarawan Fadly Rahman menyebut orang Indonesia mengalami ketergantungan kepada nasi gara-gara politik Orde Baru. Sebelumnya, orang Indonesia bisa makan nasi, sagu, ketela, dan makanan-makanan lainnya.

Contohlah, orang Nusa Tenggara dulu terbiasa mengonsumsi jagung dan sorgum sebagai makanan pokok. Sementara itu, orang Sulawesi Utara mengonsumsi pisang gapi. Namun program beras-isasi di masa Orde Baru benar-benar mengubahnya.

Pada 1984 dan 1985, Presiden Soeharto mewujudkan swasembada beras di Indonesia. Kita bahkan mendapatkan penghargaan dari organisasi PBB, Food and Agriculture Organization (FAO). Meski keberhasilan ini nggak lama, namun mampu mengubah kebiasaan konsumsi makanan pokok orang Indonesia dari makanan-makanan lain menjadi beras.

Karena melimpahnya beras, orang yang dulu terbiasa makan ketela, sagu, jagung, dan lain-lain ikut makan nasi setiap hari. Hal ini kemudian berlanjut hingga sekarang, Millens.

Hm, jadi, sudah tahu kan alasan mengapa orang Jawa menyebut nasi sebagai ‘sego’ dan mengapa orang Indonesia seperti ketergantungan dengan nasi? (Isl, His, Tir, Det, Kom/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: