BerandaHits
Selasa, 31 Okt 2022 11:07

Tanpa Perjalanan Pergi-Pulang ke Kantor, Karyawan akan Lebih Produktif

Ilustrasi: Kini banyak pekerja nggak perlu lagi repot pergi pulang kantor dan bekerja di mana saja. (Unsplash/Avel Chuklanov)

Pandemi Covid-19 sejak awal 2020 membuat banyak orang bekerja tanpa perlu pergi pulang kantor lagi. Ternyata, hal ini memberikan banyak keuntungan, termasuk dalam hal meningkatkan produktivitas pekerja.

Inibaru.id – Kamu pasti sering mendengar keluhan pekerja yang harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dan menghabiskan waktu berjam-jam hanya demi mencapai tempat kerjanya setiap pagi. Saking lamanya perjalanan, mereka sering dianggap sebagai orang-orang yang bakal "tua" di jalan.

Pandemi Covid-19 memang sedikit banyak mengubah kebiasaan orang bekerja di seluruh dunia sejak awal 2020. Sampai sekarang, masih banyak perusahaan yang meminta karyawannya bekerja dari rumah atau tempat-tempat lain. Ternyata, cara kerja yang baru ini berpengaruh besar bagi produktivitas para pekerja, lo.

“Salah satu perubahan yang paling terlihat akibat pandemi adalah tempat kerja. Kini, jutaan karyawan sudah beralih untuk bekerja dari rumah,” ungkap salah seorang mantan peneliti dari Fed New York bernama David Dam sebagaimana dilansir dari Detik, Minggu (30/10/2022).

Menurut penelitian yang dia lakukan, setidaknya 15 persen karyawan kini bisa bekerja tanpa harus pergi ke kantor dan statusnya tetap pekerja penuh waktu. Ada pula 30 persen karyawan lain yang bekerja dengan sistem hibrida, yaitu campuran antara bekerja di rumah (WFH), dan bekerja di kantor (WFO).

Ada Banyak Waktu untuk Quality Time

Bekerja di rumah membuat lebih banyak pekerja jadi lebih produktif. (Pexels/Julia M Cameron)

Dampak menghilangkan waktu perjalanan berangkat ke kantor cukup menarik, Millens. Total, para pekerja di Amerika Serikat yang nggak lagi perlu datang ke kantor ternyata mampu menurunkan waktu perjalanan pergi pulang kantornya sampai 60 juta jam.

Mereka pun memiliki waktu lebih banyak rata-rata 2,5 jam setiap hari untuk mendapatkan waktu berkualitas dengan keluarga kecilnya seperti makan bersama, mengasuh anak, atau mengantar anak ke sekolah dan tidur dengan kualitas lebih baik.

Dengan bekerja di rumah, waktu yang dulu bisa terbuang untuk perjalanan pergi pulang ke tempat kerja juga bisa dialokasikan ke hal lain, termasuk menyelesaikan pekerjaan yang dulunya terbengkalai.

Penurunan jam kerja di luar rumah hanya sebagian diimbangi oleh peningkatan bekerja di rumah,” tulis penelitian yang dipublikasikan oleh Financial Times, pada Minggu (30/10/2022) tersebut.

Berdasarkan penelitian ini, David Dam pun menyarankan perusahaan untuk mempertimbangkan pengaturan kerja yang lebih fleksibel kepada karyawannya. Jika ternyata dengan WFH, WFA (work from anywhere), atau sistem hibrida antara WFO dan WFA memungkinkan para pekerja untuk lebih produktif, tentu akan jauh lebik baik jika sistem kerja ini diterapkan, bukan?

Kalau kamu, lebih suka kerja di kantor atau kerja di mana saja nih, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: