BerandaHits
Minggu, 21 Feb 2026 15:33

Setahun Memimpin Kota Semarang, Agustina-Iswar Bangun Fondasi dengan 5 Tagline

Suasana pemaparan hasil kinerja Agustina-Iswar selama satu tahun memimpin Kota Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Agustina-Iswar mengatakan, dalam setahun terakhir menata kota melalui 5 tagline. Apa saja?

Inibaru.id - Pencapaian satu tahun kepemimpinan baru acap dianggap sebagai langkah awal yang akan menentukan gimana sebuah pemerintahan akan berlangsung tahun-tahun setelahnya. Lalu, bagaimana dengan Kota Semarang?

Agustina Wilujeng Pramestuti-Iswar Aminuddin yang terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Waili Kota Semarang pada Pilkada serentak tahun lalu mengklaim telah meletakkan fondasi yang tepat untuk mewujudkan janji-janji politik yang akan dijalankan pada sisa masa jabatan ke depan.

Sebagai pijakan pembangunan, Agustina-Iswar mengatakan telah menetapkan lima tagline utama: Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur dan Semarang Tangguh. Agustina mengatakan, kelima tagline telah dikolaborasi menjadi program kerja yang saling berkesinambungan.

"(Kelima tagline) telah membentuk siklus transformasi berkelanjutan," ujar Agustina di kantor Kecamatan Semarang Timur, Jumat (20/2/2026). "Hasilnya, kepuasan warga mencapai 83,6 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 di angka 85,80."\

Fiskal Tetap Kuat

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Agustina mengatakan, fiskal Kota Semarang tetap kuat. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama 2025 juga menunjukkan capaian di atas target, meski ada yang masih di bawahnya. Sementara, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tercatat Rp186,9 miliar.

"Yang di atas target di antaranya Pajak Hiburan mencapai 106,38 persen dan Pajak Restoran 104,31 persen. Adapun yang di bawah target adalah Pajak Hotel masih di bawah target, yakni 79,10 persen," sebutnya.

Angka ini menunjukkan ekonomi warga yang adaptif. Ketika belanja pemerintah berkurang, daya beli masyarakat tetap mengalir ke sektor hiburan, kuliner, dan ekonomi kreatif. Sektor-sektor inilah yang menjadi penyangga vital bagi perekonomian kota.

"UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kitalah yang menjadi penyangga vital kota ini di masa penuh tantangan," paparnya seraya tersenyum.

Pekerjaan yang Telah Dilakukan

Berikut sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan Agustina-Iswar selama satu tahun, semuanya berpedoman pada lima tagline:

1. Semarang Bersih

Tagline ini mendorong terciptanya budaya baru untuk memilah sampah dari rumah: "Semarang Wegah Nyampah". Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menambah kontainer dan armada dump truck, sehingga sampah residu dari masyarakat dapat diangkut dari hulu ke hilir. Pada 2025, total terdapat 454 kontainer dan 237 TPS.

"Upaya ini menghasilkan ekonomi sirkular senilai Rp570,2 juta dan berhasil mengelola 221.299 ton sampah. Gerakan 'Semarang Bersih' mencakup pengelolaan sampah menyeluruh, membentuk 1.074 bank sampah serta melibatkan 35.411 warga," ungkap Agustina.

Selain itu, Pemkot juga fokus pada konservasi lingkungan dengan menanam 46.510 bibit di lahan seluas 16,58 hektare dan membangun tiga ruang terbuka hijau, yakni Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, dan Taman Dinar Mas Meteseh.

2. Semarang Sehat

Semarang Sehat dibangun melalui ekosistem kesehatan menyeluruh, termasuk rehabilitasi 10.000 batang mangrove dan layanan kesehatan proaktif. Angka Harapan Hidup tercatat 78,72 tahun.

Agustina-Iswar juga memperluas kepesertaan Universal Health Coverage (UHC). Pada 2024, peserta tercatat 98.261, meningkat signifikan menjadi 228.859 warga pada 2025 atau bertambah 130.598 peserta.

"Fasilitas kesehatan ditambah dengan pembangunan empat puskesmas baru di Tlogosari Kulon, Krobokan, Pegandan, dan Genuk, serta tiga Puskesmas Pembantu: Pustu Ratu Ratih, Pustu Beringin, dan Pustu Jabungan," imbuh Agustina.

3. Semarang Cerdas

Transformasi pendidikan Semarang Cerdas dimulai dari revolusi birokrasi berbasis merit dan dukungan kecerdasan digital. Aplikasi pelayanan publik terpadu meningkatkan akses pendidikan, tercermin dari Rata-Rata Lama Sekolah yang mencapai 11,11 tahun.

Sejauh ini Pemkot telah menyalurkan beasiswa untuk 2.649 siswa SD/MI, 1.129 siswa SMP/MTs, 468 siswa SMA/SMK/MA, serta 12 mahasiswa miskin berprestasi. Agustina-Iswar juga membantu menyelesaikan masalah ijazah tertahan dengan menyerahkan 374 ijazah dari 36 sekolah.

"Program pendidikan gratis di sekolah swasta juga menjangkau 129 sekolah pada 2025 dengan anggaran Rp25,79 miliar. Dan akan diperluas menjadi 135 sekolah pada 2026. Program ini menekan angka putus sekolah, SD/MI nol persen dan SMP/MTs 0,01 persen," terangnya.

4. Semarang Makmur

Semarang Makmur dibangun melalui ekonomi kerakyatan inklusif berbasis UMKM dan pariwisata. Event seperti Semarang 10K yang diikuti 3.000 peserta, setengahnya dari luar kota, menjadi katalis bagi ekonomi kreatif. Hal ini tercermin dari capaian Pajak Hiburan yang mencapai 106,38 persen.

Pemkot juga berupaya meningkatkan perlindungan sosial dan kesejahteraan pekerja melalui program Pijar Semar, dengan 7.217 pekerja rentan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, kebijakan fiskal pro rakyat juga diberikan melalui pembebasan PBB untuk 98.847 wajib pajak, pembebasan BPHTB untuk 97.847 wajib pajak, hingga pemberian insentif kepada 6.430 wajib pajak.

Jumlah penerima bisyarah bidang keagamaan meningkat dari 4.261 menjadi 5.260 orang. Besaran bisyarah bulanan: guru TPQ, madrasah diniyah, dan sekolah minggu Rp500.000, pinandita Rp300.000, pendidik Pos Paud Rp500.000, Himpaudi Rp300.000, modin Rp1.000.000 dan marbot Rp300.000.

5. Semarang Tangguh

Semarang Tangguh adalah sistem terintegrasi yang membangun infrastruktur hijau, lingkungan sehat, dan ekonomi makmur untuk memperkuat semua pilar, termasuk ketahanan fiskal.

Selama satu tahun, wilayah genangan banjir rob berkurang seluas 230,98 hektare, turun dari 3,29 persen pada 2024 menjadi 2,71 persen pada 2025. Pemeliharaan infrastruktur mencakup 25,8 kilometer jalan kota, 56 saluran dan sungai, median jalan, serta fasilitas lain-lainnya.

"Yang membanggakan, hasil kinerja kami menghasilkan IPM tertinggi di Jawa Tengah dan ketangguhan fiskal yang mampu beradaptasi dengan kebijakan efisiensi nasional," tandasnya.

Itulah sederet pencapaian Agustina-Iswar selama setahun memimpin Kota Semarang. Sudah puas atau belum, Gez? Kalau belum, jangan ragu untuk mengkritisi kebijakan mereka ya! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: