Inibaru.id – Normalnya, cegukan bakal hilang dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus cegukan bisa bertahan untuk waktu yang cukup lama sehingga sangat mengganggu.
Ada banyak cara yang katanya dapat menghilangkan cegukan seperti menahan napas, memakan lemon, minum air, atau meminta seseorang untuk mengageti. Tapi, semua cara di atas belum tentu bisa membuat cegukan berhenti.
Penyebab cegukan
Secara medis, cegukan terjadi ketika aliran udara yang cepat dan tiba-tiba masuk ke dalam paru-paru dan menciptakan bunyi "hik". Begitulah hasil studi dari National Library of Medicine melansir Kompas (4/2/2023).
"Cegukan adalah kejang diafragma yang tidak disengaja," kata Amy Shah, MD, dokter dan penulis medis bersertifikat.
Cegukan menyebabkan pita suara menutup sangat singkat sehingga menimbulkan suara.
Dokter bersertifikat Jill Carnahan, MD juga turut bersuara mengenai cegukan ini. Kalau kamu nggak pengin cegukan, sebaiknya hindari hal-hal berikut ini:
- Makan terlalu banyak atau terlalu cepat,
- Minum minuman berkarbonasi atau minuman panas secara terburu buru,
- Terlalu berlebihan mengonsumsi alkohol,
- Menelan udara,
- Menghirup udara dengan cepat.
Cara menghentikan cegukan
Dokter Shah mengungkap hal mengejutkan mengenai metode untuk menghilangkan cegukan. Ternyata cara paling efektif untuk menghilangkan cegukan adalah dengan nggak melakukan apa-apa. "Cegukan sering sembuh dengan sendirinya dan tidak memerlukan intervensi segera," sebutnya.
Apabila cegukan nggak hilang dalam beberapa menit, cobalah meredakan kejang diafragma dengan manuver valsava. Sebagai informasi, manuver valsava adalah metode yang meningkatkan tekanan di dada dan bisa merangsang saraf vagus yang terhubung ke diafragma untuk menghentikan cegukan.
Dibeberkan dokter Carnahan, metode manuver valsava adalah:
- Minum air dingin.
- Perlahan-lahan menarik napas dalam-dalam.
- Tarik dan keluarkan napas tiga kali, ulangi lagi setiap 20 menit.
- Tekan hidung.
- Kumur dengan air dingin.
- Periksa variabilitas detak jantung atau heart rate variability (HRV) dengan jam tangan pintar. O ya, HRV ini mengukur waktu antara setiap detak jantung.
Lalu kapan harus ke dokter?
Seperti yang sebelumnya dibahas, pada umumnya cegukan dapat berhenti dengan sendirinya jika dibiarkan. Fase cegukan yang sangat mengganggu biasanya berlangsung hanya beberapa menit, hingga satu sampai dua jam.
Kemudian fase persisten berlangsung selama sekitar dua hari, dan fase lanjut terjadi selama lebih dari satu bulan.
"Perawatan profesional harus didapatkan untuk gejala persisten yang berlangsung lebih dari 48 jam atau yang sering kambuh guna menyingkirkan penyebab yang mendasarinya," kata Carnahan.
Wah, baru tahu kan kalau cegukan bisa bertahan berhari-hari? (Siti Zumrokhatun/E07)