BerandaHits
Rabu, 1 Des 2020 12:00

Saking Berharganya, Di Tempat Ini Kunyit Bisa Ditukar dengan 1 Kg Emas!

Ilustrasi - Kunyit bisa dihargai dengan emas 1 kg karena dianggap bisa meningkatkan sistem imun tubuh. (Flickr/bungasirait)

Gara-gara pandemi Covid-19, permintaan kunyit yang tinggi kandungan anti oksidan dan anti inflamasi naik drastis. Harganya pun melonjak tajam! Di negara ini orang bahkan bisa menukar kunyit dengan emas. Kira-kira di mana ya?

Inibaru.id – Kalau membahas soal kunyit, pasti yang terpikir adalah bumbu dapur yang mudah ditemukan di pasar dengan harga murah. Tapi kamu pernah menyangka nggak Millens kalau ada tempat yang menghargai kunyit dengan 1 kg emas? Di mana ya kira-kira tempat tersebut?

Selain bisa dijadikan pewarna dan penambah rasa makanan, realitanya kunyit juga kaya akan akan kandungan anti oksidan sekaligus anti peradangan. Hal ini berarti, mengonsumsinya bisa meningkatkan sistem imun tubuh. Omong-omong soal sistem imun tubuh, hal ini sering banget dibahas di masa pandemi Covid-19.

Nah, Sri Lanka adalah sebuah negara yang juga terdampak pandemi dengan cukup parah. Warga di sana pun melakukan semua cara agar bisa meningkatkan sistem imun tubuh. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi kunyit. Hal ini membuat permintaan pasar terhadap rempah-rempah ini meningkat tajam.

Harga kunyit di Sri Lanka melonjak drastis di masa pandemi. (Flickr/saptarshikar)

Masalahnya adalah sejak Desember 2019 lalu, Presiden Gotabaya Rajapaksha justru memberlakukan larangan impor kunyit. Saat itu, dia menerapkannya demi mendongkrak produksi kunyit lokal dan menstabilkan harganya. Lagipula, saat peraturan ini diterapkan, konsumsi kunyit belum naik drastis karena pandemi juga belum muncul.

Larangan impor membuat kunyit semakin langka di pasaran. Hal ini membuat harganya pun semakin meningkat. Sebelum pandemi, kunyit hanya berharga 350 Rupee Sri Lanka atau sekitar Rp 26.700 per kilogram. Kini, harganya naik hingga Rp 382 ribu per kilogram! Bahkan, di pasar gelap, ada orang yang sampai menebus 100 kg kunyit dengan emas sebanyak 1 kilogram!

Produksi lokal kunyit di Sri Lanka hanyalah 2.000 ton per tahun, nggak sampai sepertiga dari kebutuhan kunyit di masa pandemi yang mencapai 7.500 ton per tahun. Hal inilah yang memicu kenaikan drastis harga kunyit di pasaran. Sejumlah pihak sampai sengaja menyelundupkan kunyit dari negara lain seperti India demi memenuhi kebutuhan kunyit sekaligus mendapatkan keuntungan.

Untungnya, kenaikan harga rempah nggak terjadi juga di Indonesia, ya Millens. Bisa dibayangkan nggak kalau hal ini benar-benar terjadi? Rasa makanan pasti bakal jadi hambar deh. (Kee/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: