BerandaHits
Senin, 12 Nov 2017 15:10

Proses Panjang Produksi “Night Bus”

Adegan dalam “Night Bus”. (Youtube)

Sejak ide hingga draf skenario, “Night Bus” butuh empat tahun proses produksi untuk hadir ke belantika perfilman kita. Upaya mereka diganjar sebagai Jawara FFI 2017.

Inibaru.id - Film Night Bus yang didapuk jadi Film Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2017 menyimpan cerita tentang proses panjang pembuatannya. Dilansir dari Kompas.com (12/11/2017), sang produser, Darius Sinathriya menceritakan menegaskan bahwa sebenarnya proses pembuatan film karya Emil Heraldi itu cukup panjang.

Itu diawali dengan penulisan skenario oleh Rahabi Mandra dan Teuku Rifnu Wikana pada 2012. Cerita diadaptasi dari cerita pendek Rifnu pada 2009. Selanjutnya, draf skenario baru selesai pada 2005 dan menjalani proses syuting dirilis pada 2016.

Ketika dirilis, nasib film itu tak terlalu bagus. Darius menuturkan, film Night Bus tidak mendapat cukup banyak layar di bioskop-bioskop ketika mulai diputar.

“Cuma 105 layar. Kami tayang hanya satu minggu, dan 20.000-an penonton. Sedih ya," ujar Darius dalam wawancara di Grand Kawanua International City, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/11/2017) malam kepada Kompas.com.

Itu pun, kata Darius, Night Bus sebenarnya memiliki jatah layar di bawah tersebut. Ia bersyukur pihak distributor banyak membantu untuk mendapatkan jatah tersebut.

"Bahkan dalam keadaan sulit pun mereka tetap support dan tetap proaktif untuk memberikan arahan ke kami," ujarnya.

Baca juga:
Piala Citra yang Tiada Terduga
Menuju Format Terbaik Piala Citra

Darius mengaku tidak berencana membuat sekuel Night Bus. Ia justru berniat memperbaiki efek visual film tersebut. Ia beralasan dengan predikat Film Terbaik FFI 2017, ada peluang bagi Night Bus untuk diputar lagi di jaringan bioskop Tanah Air.

"Akan diperbaiki. Visual effect-nya aja," ujarnya.

Perlu diketahui, kemenangan Night Bus diraih setelah menyisihkan empat pesaingnya, yakni Cek Toko Sebelah, Kartini, Pengabdi Setan, dan Posesif.

Secara total Night Bus meraih enam Piala Citra pada FFI 2017. Enam Piala Citra itu masing-masing untuk Penata Busana Terbaik, Penata Rias Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, dan Film Terbaik.

Sinopsis Film

Night Bus bercerita tentang perjalanan sebuah bus malam menuju kota Sampar yang hancur akibat konflik separatis selama bertahun-tahun.

Kisah perjalanan berawal di terminal keberangkatan kota Rampak, tempat penumpang sudah beberapa hari menunggu jalur dibuka setelah ditutup karena pecah konflik dan terjadi kontak senjata antara pasukan Samerka (Sampar Merdeka) dengan aparat pemerintah.

Baca juga:
Menikmati Infrastruktur Berkelok Nan Elok
Ajakan Jaga Kemajemukan dari Shinta Nuriyah di Kopenhagen

Para penumpang memiliki tujuan masing-masing untuk pulang dan bertemu dengan keluarga, atau berziarah ke makam anak yang baru meninggal, menyelesaikan urusan pribadi, serta mencari kehidupan yang lebih baik.

Perjalanan biasa berubah menjadi penuh teror karena situasi masih panas dan bus dibajak oleh seorang pembawa pesan yang harus tiba ke Sampar untuk menyampaikan sebuah pesan rahasia kepada Panglima Perang Samerka.

Pembawa pesan menjadi orang yang paling dicari oleh semua pihak yang berkepentingan di konflik tersebut. Para penumpang harus menghadapi tekanan teror di pos pemeriksaan dan sepanjang sisa perjalanan, berusaha bertahan hidup di bawah desingan peluru.

Teror semakin mencekam saat bus diberhentikan oleh kelompok bandit perang yang sadis dan bengis. Nyawa dipertaruhkan, tidak ada yang tahu siapa akan bertahan hidup atau mati menjadi korban.

Kisah fiksi yang cukup dan menarik dan silakan Anda menyaksikan filmnya. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: