BerandaHits
Sabtu, 18 Apr 2025 10:18

Potensi Lonjakan Harga Kedelai Imbas Perang Tarif Impor, Perajin Tahu Alami Dilema

Ilustrasi: Perajin tahu alami dilema karena adanya kemungkinan harga kedelai naik gara-gara perang tarif impor. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Meski belum diberlakukan, ada kemungkinan harga kedelai impor naik gara-gara kenaikan tarif impor Amerika Serikat. Perajin tahu pun jadi karena hal ini.

Inibaru.id – Kenaikan tarif impor yang diungkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump memang belum benar-benar diberlakukan. Tapi, jika sampai hal ini terjadi, ada kemungkinan harga bahan baku pembuatan tahu dan tempe di Indonesia, yaitu kedelai, turut meroket. Banyak perajin tahu dan tempe mulai resah.

Buat kamu yang nggak tahu, meski tahu dan tempe jadi salah satu lauk andalan sebagian besar warga Indonesia, kedelai yang menjadi bahan bakunya nggak sepenuhnya dipasok dari petani lokal. Pemerintah mengimpornya dari negara lain, dengan salah satu pemasok terbesar dari AS.

Menilik data yang diungkap Badan Pusat Statistik (BPS) 2017-2023, Indonesia memperoleh 1,9 juta sampai 2,6 juta ton kedelai dari AS setiap tahunnya, diikuti Kanada dengan sekitar 200 ribuan ton per tahun. Kelihatan banget kan betapa besar ketergantungan kedelai impor kita dari Negeri Paman Sam?

Nah, gara-gara adanya isu ditetapkannya kenaikan tarif impor dari Amerika Serikat, ada kemungkinan harga kedelai jadi ikutan naik. Kalau sudah begitu, tentu bakal mempengaruhi biaya produksi tahu ataupun tempe di Indonesia, bukan? Hal inilah yng bikin banyak perajin kedua lauk tersebut resah.

Salah satunya adalah Sukmanah yang punya pabrik tahu di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Hingga sekarang, produksi tahunya memang masih belum terdampak kenaikan harga kedelai. Tapi, berita tentang kenaikan tarif impor ini membuatnya sudah berpikir jauh ke depan.

Selain menaikkan harga, ada kemungkinan perajin tahu mengecilkan ukuran tahu. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

“Kalau sampai harga kedelai naik, kami bingung. Ada kemungkinan kami akan mengecilkan ukuran tahu yang dijual atau menaikkan harga. Tapi ini masih belum diputuskan dan menunggu kabar terbaru soal isu ini dulu,” ungkap Sukmanah, Jumat (18/4/2025).

Dia juga terpikir untuk mengalihkan bahan baku ke kedelai lokal. Tapi, dari segi kualitas, dia mengaku kurang puas dengan tahu yang dihasilkan para petani lokal.

Sejak berdiri pada 1980, pabrik tahu miliknya rutin jadi jujugan warga setempat untuk datang membeli lauk. Ada yang membeli tahu cokelat, tahu putih, hingga tahu yang sudah digoreng. Masyarakat bisa membeli secara eceran mulai dari Rp5.000 hingga Rp20 ribu saja.

“Saya yang menentukan seberapa banyak tahu yang diberikan sesuai dengan pesanan mereka. Itu yang bikin saya bingung andai benar nanti harga kedelai naik. Semoga saja nggak sampai terjadi,” ujar Manah, sapaan akrab Sukmanah.

Mengharapkan perang tarif nggak terjadi sepertinya mustahil, tapi mengalihkan ketergantungan bahan baku pada kedelai impor sepertinya masih bisa diupayakan. Tentu saja butuh peran pemerintah di dalamnya! (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: