BerandaHits
Selasa, 29 Mei 2023 09:00

Perayaan Waisak di Candi Borobudur akan Diikuti Umat Buddha Mancanegara

Ilustrasi: Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak tahun ini di Candi Borobudur akan sangat meriah karena menghadirkan banyak Bikkhu dari mancanegara. (Kemendikbud)

Perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur selalu meriah karena selain menarik para wisatawan, juga diikuti oleh umat Buddha dari berbagai daerah. Tahun ini, perayaan tersebut diprediksi akan meriah karena diikuti oleh para bhikkhu dari mancanegara.

Inibaru.id - Hari ini (29/5/2023) rombongan 32 biksu yang melakukan ritual thudong sampai di Kota Semarang dan akan terus melanjutkan perjalanan ke arah Ungaran. Mereka akan terus berjalan kaki hingga ke Candi Borobudur, Magelang untuk merayakan peringatan Waisak 2567 BE pada tanggal 4 Juni 2023.

Sudah jauh-jauh hari kita mendengar pemberitaan tentang rombongan biksu dari Thailand ini. Itu membuat kita tahu bahwa peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak tahun ini di Candi Borobudur akan sangat meriah ya, Millens?

Dan benar saja, Staf khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo mengatakan, perayaan Waisak nanti akan menghadirkan banyak Bikkhu dari mancanegara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia.

"Merupakan suatu kebanggaan bahwa Candi Borobudur telah resmi menjadi tempat ibadah umat Buddha, bukan hanya bagi umat Buddha Indonesia, tapi juga umat Buddha dunia," ucap Wibowo, dalam keterangan resminya.

"Ada tradisi Thudong di mana para bhikkhu berjalan kaki dari Thailand ke Indonesia menuju ke Candi Borobudur," lanjutnya.

Simbol Kebersamaan

Candi Borobudur jadi tempat perayaan Waisak bagi umat Buddha di berbagai daerah membuat momentum tersebut menjadi simbol kebersamaan yang nyata.

Di sana nanti ada juga dua organisasi keagamaan Buddha terbesar di Indonesia, Walubi dan Permabudhi yang berkomitmen merayakan Hari Raya Waisak secara bersama-sama. Nggak hanya itu, lembaga-lembaga keagamaan Budha akan menyukseskan pelaksanaan Tri Suci Waisak.

"Tidak mementingkan ego masing-masing, tapi mengutamakan sikap toleransi dan kebersamaan," ujar Wibowo Prasetyo.

Penetapan Hari Raya Waisak

Pelepasan lampion yang merupakan bagian akhir dari acara perayaan Waisak akan bisa disaksikan oleh masyarakat umum. (Kemenag)

Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang libur nasional dan cuti bersama telah menetapkan Hari Raya Waisak jatuh pada 4 Juni 2023. Detik-detik Waisak di Indonesia akan dirayakan pada pukul 10.41 WIB.

Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Supriyadi menerangkan penetapan Hari Raya Tri Suci Waisak di Indonesia menggunakan metode Purnama-Sidhi berdasarkan perhitungan astronomi yang bersifat universal, ilmiah, dan modern.

Supriyadi merinci bahwa satu tahun matahari berjumlah 365 hari. Sedangkan satu tahun lunar hanya 355 hari. Sehingga, terdapat perbedaan 10 hari setiap tahunnya.

Pada tahun kabisat lunar, dalam satu tahun terdapat 13 purnama. Pada saat itu, terdapat bulan Waisak ganda. Maka, perhitungannya berpatokan pada kalender lunar/chandra Buddhis yang sudah menyesuaikan dengan perhitungan kalender matahari/solar-surya.

Atau, perhitungan luni-solar yang setiap satu daur 19 tahun terdapat 7 tahun kabisat lunar dengan 7 bulan sisipan.

"Tahun 2023 Masehi adalah tahun kabisat lunar di mana terdapat bulan Waisak ganda. Maka yang diambil adalah Purnama-Sidhi Waisak kedua yang jatuh pada 4 Juni 2023," tandasnya.

Rangkaian Acara Waisak

Rangkaian acara peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2567 BE/2023 yang akan dilaksanakan antara lain sebagai berikut.

  1. Acara Bakti Sosial Pengobatan Gratis pada tanggal 30 dan 31Mei 2023
  2. Api Dharma di Mrapen, Grobogan, dan ritual pensakralan di Candi Mendut pada tanggal 2 Juni 2023
  3. Pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, Temanggung, dan ritual pensakralan Candi Mendut pada tanggal 3 Juni 2023
  4. Acara Kirab Waisak Candi Mendut ke Candi Borobudur, detik-detik Waisak, Pradaksina Candi Borobudur, dan Pelepasan Lampion Waisak pada tanggal 4 Juni 2023.

Acara festival pelepasan lampion merupakan pertanda penutupan perayaan Waisak 2567 BE tahun 2023 di Candi Borobudur, Millens. Jika kamu nggak mau melewatkan kemeriahan acara tersebut, kamu bisa datang pada saat festival lampion karena itu bisa diikuti oleh masyarakat umum. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: