BerandaHits
Sabtu, 13 Jun 2025 15:56

Penyakit Nggak Menunggu Tua: Catatan Cek Kesehatan Gratis yang Bikin Ngeri!

Banyak orang tahu sakit setelah cek kesehatan gratis. (Kemenkes)

Lebih dari delapan juta orang telah memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan hasilnya bikin kaget. Banyak peserta baru tahu punya hipertensi, diabetes, bahkan masalah gigi.

Inibaru.id - Banyak orang mungkin mengira tubuhnya baik-baik saja. Tapi kenyataannya, sejak Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) digelar Februari 2025 lalu, banyak peserta yang baru sadar bahwa mereka punya masalah serius mulai dari hipertensi, diabetes, sampai gigi bermasalah.

Bahkan, data Kemenkes menyebutkan bahwa dari 8,2 juta peserta yang ikut, satu dari dua orang mengalami gangguan gigi dan mulut. Ini belum termasuk mereka yang diam-diam punya tekanan darah tinggi atau kadar gula melebihi batas, lo.

Yap, program yang jadi bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto ini memang nggak main-main. Tujuannya jelas, yaitu deteksi dini, edukasi, dan hidup sehat tanpa nunggu jatuh sakit dulu.

“Masalah gigi ternyata sangat tinggi, termasuk saya juga baru sadar; termasuk tiga masalah besar lainnya yakni hipertensi, diabetes, dan obesitas adalah faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, yang menjadi penyebab kematian pertama dan kedua Indonesia,” ujar Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, belum lama ini.

Nggak hanya lansia, penyakit nggak menular ini kini mulai banyak menyerang usia muda juga. Bahkan, 1 dari 3 orang di atas 40 tahun mengalami hipertensi, dan 1 dari 10 mengidap diabetes. Ngeri nggak, sih?

“Kalau kita tahu lebih awal, kita bisa perbaiki. Entah dengan mengubah gaya hidup atau dengan pengobatan. Sehat itu investasi. Dan ini pesan langsung dari Presiden: Jaga kesehatan agar rakyat Indonesia bisa bekerja, produktif, dan membawa negara kita menjadi negara maju di tahun 2045,” katanya.

Obesitas pun jadi catatan tersendiri. Dari pengukuran lingkar pinggang, 50 persen perempuan dan 25 persen laki-laki sudah masuk kategori obesitas sentral. Jadi, yang masih santai meskipun jarang olahraga dan suka ngemil manis tiap malam, mungkin sudah waktunya cek lingkar pinggang juga.

Partisipasi Laki-Laki Rendah

Partisipan laki-laki pada program CKG baru 37,7 persen. (via Okezone)

Yang menarik, CKG ini ternyata juga membuka mata soal ketimpangan partisipasi. Perempuan terlihat lebih peduli terhadap kesehatannya, dengan 62,2 persen peserta berasal dari kelompok ini. Laki-laki? Hanya 37,7 persen. Padahal, penyakit nggak kenal gender.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI dr Endang Sumiwi juga menegaskan bahwa CKG ini bukan cuma pemeriksaan biasa. Pemeriksaannya disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan masing-masing.

"Kalau ada yang bertanya, ‘kok teman saya diperiksa jantung, saya tidak?’ itu karena kita menyesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan. Tapi semua peserta pasti dapat layanan dasar, seperti cek tekanan darah, gula darah, mata, telinga, dan kesehatan jiwa,” tutup dr Endang.

O ya, program CKG Sekolah ini akan menyasar anak-anak dan remaja di sekolah, dengan fokus pada kesehatan gizi, mental, penglihatan, dan tumbuh kembang. Kerennya lagi, program ini digelar serempak di lebih dari 9.500 puskesmas di seluruh Indonesia.

“Dengan sisa waktu enam sampai tujuh bulan, kami optimis bisa menambah 30–40 juta peserta dari komunitas umum. Ditambah, mulai Juli nanti kita mulai program CKG Sekolah yang bisa menjangkau hingga 50 juta siswa,” ungkap dr Endang.

Nah, kalau kamu belum pernah ikut program ini, sekarang saatnya. Cek bisa dilakukan di puskesmas terdekat atau lewat aplikasi Satu Sehat Mobile. Ingat, sehat itu bukan hadiah, tapi hasil dari kesadaran dan kebiasaan.

Yuk, jangan tunggu sakit, Millens. Cek kesehatan sekarang dan mulai gaya hidup sehat dari hal-hal kecil yang bisa kamu ubah hari ini juga! (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: