BerandaHits
Kamis, 1 Apr 2026 16:56

Penggunaan Gawai yang Berlebihan Bisa Membebani Leher Kita

Text neck syndrome merujuk pada kondisi nyeri dan gangguan pada leher akibat posisi kepala yang terus-menerus menunduk. (Beaconphysiotherapy)

Penggunaan gawai yang berlebihan bisa mengakibatkan text neck syndrome yang membebani leher kita. Bagaimana hal itu terjadi?

Inibaru.id - Di era serbadigital, menunduk menatap layar ponsel selama berjam-jam sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Nggak terkecuali untuk Noni yang bekerja debagai digital marketer. Nggak hanya membuat matanya jenuh, menunduk menatap gawai juga membuat lehernya sering sakit.

"Kalau sore terasa sakit. Nanti, setelah bangun tidur baru mulai nyaman lagi. Kondisi itu berlangsung terus-menerus, setidaknya dalam dua tahun terakhir," jelas perempuan asal Bandung tersebut, belum lama ini.

Dalam bahasa medis, kondisi yang dialami Noni dikenal sebagai text neck syndrome, kondisi nyeri dan gangguan pada leher akibat posisi kepala yang terus-menerus menunduk saat menggunakan perangkat digital.

Meski istilah ini tergolong baru dalam percakapan publik, keluhan nyeri leher akibat postur leher yang buruk ini sejatinya sudah lama menjadi perhatian dunia medis.

Text neck syndrome umumnya merujuk pada nyeri kronis dan kerusakan jaringan di area leher serta bahu akibat postur kepala yang menunduk terlalu lama, terutama saat mengetik pesan atau menatap layar ponsel. Istilah ini dipopulerkan oleh chiropractor asal Amerika Serikat, Dean L Fishman.

Fishman mulai menggunakan istilah “text neck” yang pada awal 2010-an untuk menggambarkan peningkatan keluhan pasien muda dengan nyeri leher akibat penggunaan gawai berlebihan. Secara medis, kondisi ini berkaitan dengan ketegangan pada tulang belakang servikal (cervical spine), otot, dan ligamen sekitar leher.

Seberapa Berbahaya Situasi ini?

Kepala manusia rata-rata memiliki berat sekitar 4–5 kilogram dalam posisi tegak netral. Namun, ketika kepala menunduk ke depan, beban pada tulang leher meningkat drastis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Surgical Technology International oleh Kenneth K Hansraj menunjukkan bahwa saat kepala menunduk sekitar 60 derajat, tekanan pada tulang leher bisa meningkat hingga setara dengan sekitar 27 kilogram.

"Stres berulang akibat posisi ini berpotensi mempercepat degenerasi tulang belakang servikal," tekan Hansraj.

Temuan ini memperkuat kekhawatiran para dokter bahwa kebiasaan melihat layar dalam waktu lama bukan hanya menyebabkan pegal sementara, tetapi bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan tulang belakang.

Text neck syndrome dapat menimbulkan berbagai keluhan, antara lain:

  • Nyeri leher dan bahu;
  • Kaku pada punggung atas;
  • Sakit kepala tegang (tension headache);
  • Nyeri menjalar ke lengan; hingga
  • Sensasi kesemutan atau kebas ringan

Siapa yang Paling Berisiko?

Ilustrasi: Text neck syndrome bisa mengakibatkan berbagai keluhan. (iStock via Airrosti)

Menurut Cleveland Clinic, postur tubuh yang buruk dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot dan tekanan berlebihan pada sendi tulang belakang, yang bila dibiarkan bisa memicu gangguan muskuloskeletal kronis.

Fenomena ini tidak hanya dialami orang dewasa. Anak-anak dan remaja yang sejak dini menggunakan smartphone, tablet, atau laptop juga berisiko tinggi. Beberapa faktor risiko meliputi:

  • Penggunaan gawai lebih dari 3–4 jam per hari;
  • Kebiasaan bermain gim atau menonton video dengan posisi menunduk;
  • Bekerja menggunakan laptop tanpa penyangga layar; dan
  • Kurangnya aktivitas fisik.

Organisasi seperti American Physical Therapy Association menyoroti pentingnya edukasi postur sejak dini karena generasi muda kini tumbuh dalam lingkungan yang sangat digital.

Namun begitu, perlu dicatat bahwa text neck syndrome bukanlah diagnosis resmi dalam klasifikasi penyakit seperti ICD atau DSM. Istilah ini lebih merupakan istilah populer untuk menggambarkan kombinasi gangguan postural dan nyeri leher akibat penggunaan perangkat digital.

Namun, dampaknya nyata dan diakui dalam praktik klinis sebagai bagian dari gangguan muskuloskeletal akibat postur statis berkepanjangan.

Cara Mencegah dan Mengatasinya

Kabar baiknya, text neck syndrome dapat dicegah dan diperbaiki dengan perubahan kebiasaan sederhana, antara lain:

1. Posisikan Layar Sejajar Mata

Angkat ponsel hingga setinggi mata agar kepala tetap dalam posisi netral.

2. Terapkan Aturan 20-20-20

Setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) untuk mengurangi ketegangan mata dan postur statis.

3. Perkuat Otot Leher dan Punggung

Latihan peregangan dan penguatan otot postural membantu menjaga keseimbangan tulang belakang.

4. Batasi Waktu Layar

Kurangi penggunaan gawai non-esensial, terutama sebelum tidur.

Text neck syndrome adalah cerminan gaya hidup modern yang semakin bergantung pada layar digital. Walau terdengar sepele, kebiasaan menunduk dalam waktu lama dapat memberi tekanan besar pada tulang belakang leher.

Kesadaran postur, pembatasan waktu layar, serta aktivitas fisik rutin menjadi kunci utama mencegah gangguan ini. Di tengah kemajuan teknologi, menjaga posisi kepala tetap tegak mungkin menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: