BerandaHits
Minggu, 24 Sep 2022 17:05

Para Pelaut Eropa Abad ke-16 yang Menggambar Pulau Jawa

Peta berjudul Insulæ Indiæ Orientalis oleh Jodocus Hondius. (Bartelle Gallery)

Kamu pasti pernah melihat gambar pulau Jawa di peta. Nah, kamu tahu nggak pada abad ke-16 rupa pulau Jawa berbeda dengan pulau Jawa yang sekarang? Kira-kira gimana ya gambaran pulau Jawa kala itu?

Inibaru.id - Kepulauan Indonesia ternyata pernah dimuat dalam sebuah atlas geografi modern karya Abraham Ortelius pada abad ke-16 yang bernama Indiae Orientalis Insularumque Adiacientium Typus. Peta ini menjadi tonggak sejarah Asia Tenggara dan merupakan perpaduan terbaik ilmu kartografi dan informasi pada masanya. Di peta ini, Jawa disebut Java Major dan cukup populer di kalangan pelaut Eropa, Millens.

Nggak hanya Ortelius, ternyata rupa pulau Jawa juga pernah digambarkan oleh beberapa Pelaut Eropa lainnya, lo. Kira-kira gimana ya bentuk pulau Jawa di peta kala itu?

Pada tahun 1570, seorang kartografer dan geografer tersohor asal Belgia bernama Abraham Ortelius menerbitkan selembar peta berjudul Indiæ Orientalis. Pada peta itu, Ortellius menggambarkan wilayah Asia Tenggara dengan cara yang nggak biasa.

Di dalam peta tersebut terdapat perpaduan gambar-gambar dan penulisan teks yang unik. Nah, yang menarik, Ortellius menampilkan Pulau Jawa berbentuk bulat dengan sisi selatan yang cembung. Bahkan, dalam peta itu, ukuran Jawa digambarkan sekitar dua kali lebih luas dari Borneo.

Peta karya Ortelius yang unik karena dilengkapi oleh gambar-gambar dan tulisan yang unik. (Lahaina Printsellers)

Jawa juga masuk dalam peta yang dibuat oleh kartografer William Lodewijcksz. Pada peta yang diterbitkan Theodore de Bry pada 1598 itu, bentuk pulau Jawa tergambar nggak utuh. Sengaja atau nggak, sisi selatan pulau Jawa terpotong oleh pembatas bingkai bagian bawah, Millens. Hal ini membuat banyak orang penasaran dengan seperti apa sebenarnya rupa asli sisi selatan Jawa.

Jauh sebelum itu, Marco Polo seorang petualang asal Venesia yang kerap dijadikan referensi para kartografer juga menggambarkan pulau Jawa secara absurd. Saat ia berkisah tentang perjalanannya ke Asia Tenggara pada abad ke-13, Marco Polo menggambarkan Jawa sebagai pulau terbesar di dunia.

Peta yang menampilkan sisi selatan Jawa yang nggak utuh. (Bartelle Gallery)

Rupa pulau Jawa Terungkap

Untungnya, misteri rupa pesisir selatan Jawa yang digambar oleh kartografer William Lodewijcksz terpecahkan pada 1580. Francius Drake, seorang pelaut dan politikus Inggris yang mengelilingi dunia pada 1577 sampai dengan 1580. Setelah menjelajahi Maluku dan celah Timor, Drake dan krunya berhasil menyusuri Laut Selatan dan mendarat di pesisir selatan Jawa.

Nggak hanya itu, sisi selatan pulau Jawa juga terungkap setelah kartografer Jodocus Hondius menerbitkan peta berjudul Insulæ Indiæ Orientalis pada tahun 1606. Di situ, Hondius menggambarkan pesisir selatan Jawa dengan garis putus-putus, namun menyisakan garis tegas yang membentuk teluk untuk kawasan pelabuhannya. Di titik yang berbentuk teluk itu, Hondius memberi catatan kecil bertuliskan “Huc Franciscus Dra, Appulit”. Sepertinya sih catatan itu menandakan tempat dimana Drake membuang jangkarnya.

Kalau menurutmu, gambaran pulau Jawa mana yang paling mirip dengan pulau Jawa sekarang, Millens? (Fatkha Karinda Putri/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: