BerandaHits
Jumat, 4 Jan 2018 12:49

Lestarikan Nama Jawa sebagai Bentuk Kearifan Lokal?

Ibu dan anak. (Selasar.com)

Maraknya penggunaan nama asing untuk anak membuat DPRD Karanganyar khawatir. Mereka kemudian membuat Raperda tentang pelestarian budaya dan kearifan lokal, termasuk di antaranya pengaturan nama anak.

Inibaru.id - Kalau kamu tinggal di Karanganyar dan punya nama "lokal" seperti Slamet atau Ningrum, kamu sebaiknya bersyukur, karena nama-nama ini termasuk bagian dari kearifan lokal yang kudu dilestarikan. Loh, kok bisa?

Adalah DPRD Karanganyar yang berwacana untuk melestarikan nama lokal dengan melarang pemberian nama kebarat-baratan untuk anak di Karanganyar. Seperti ditulis Detik.com, Rabu (3/1/2018), wacana ini muncul dalam pembahasan Raperda pelestarian budaya dan kearifan lokal baru-baru ini.

Pihak DPRD menganjurkan penamaan anak menggunakan nama-nama Jawa sebagai upaya pelestarian budaya.

“Nama Jawa saat ini sudah tergerus dengan nama asing. Aturan ini dibuat supaya kita paham bahwa nenek moyang kita juga punya ciri khas tersendiri,” ujar Sumanto, Ketua DPRD Karanganyar.

Sumanto menambahkan, raperda itu dibuat sebagai upaya melindungi budaya dan kearifan lokal yang ada. Kendati demikian, hingga kini wacana tersebut masih dikaji dan diuji publik agar nggak bertentangan dengan HAM. Proses itu baru sampai pada pengajuan judul.

Kira-kira aturan ini bakal jadi polemik nggak ya, Millens? Andaikan raperda ini jadi disahkan, nama seperti Marcella, Tamara, Stephan, dan lain-lain tentu bakal mulai hilang. Namun, gimana dengan nama yang ketimur-timuran?

Kita tahu, selain nama yang keminggris, nggak sedikit lo anak yang menyandang nama ketimuran. Apakah nama Kenzo, Himawari, Muhammad, Fitri, Zainab, atau nama-nama lain juga bakal dilarang? Ah, entahlah! Biarkan itu jadi urusan DPRD Karanganyar. Ha-ha. (IF/GIL)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: