BerandaHits
Sabtu, 30 Jul 2021 09:00

Moeldoko Tantang ICW Buktikan Keterlibatannya Terkait Ivermectin Dalam 1x24 Jam

Moeldoko memberi waktu ICW 1x24 jam untuk membuktikan keterlibatannya dengan PT Harsen Laboratories terkait Ivermectin. (Antara Foto/ Akbar Nugroho Gumay via CNN)

Setelah disebut memiliki hubungan dengan produsen Ivermectin, Moeldoko melalui kuasa hukumnya menantang ICW untuk membuktikannya dalam 1x24 jam. Jika nggak bisa memberikan bukti, Moeldoko meminta mereka mencabut pernyataan secara terbuka dan meminta maaf.

Inibaru.id – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberi tenggat 1×24 jam kepada Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk membuktikan tuduhan mereka perihal obat Ivermectin.

Sebagaimana yang diberitakan, peneliti ICW Egi Primayoga beberapa waktu yang lalu menyebut Moeldoko mempunyai hubungan dengan produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories.

"Saya meminta, memberi kesempatan pada ICW dan kepada Saudara Egi 1×24 jam untuk membuktikan tuduhannya bahwa klien kami telah berburu rente dalam peredaran Ivermectin," kata kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan dalam konferensi pers daring, Kamis (29/7/2021).

Moeldoko memang membantah mempunyai hubungan dengan PT Harsen Laboratories, tapi dia nggak menempuh jalur hukum mengenai masalah ini. Lelaki yang sempat tersandung kasus makar Partai Demokrat itu pengin memberikan kesempatan kepada ICW untuk menyampaikan bukti atas tuduhan tersebut.

Jika nggak bisa membuktikannya dalam waktu 1x24 jam, Moeldoko meminta mereka mencabut pernyataan mereka.

"Kalau Anda tidak bisa membuktikan, kami juga tidak langsung lapor. Kami minta Anda secara fair mencabut pernyataan secara terbuka karena Anda menyebutkannya terbuka melalui media massa," ujar Otto.

Ivermectin. (Ist via Media Indonesia)

Otto juga menyebut bahwa tuduhan tersebut membuat nama kliennya tercemar. Bukan cuma itu, tuduhan keterkaitan Moeldoko dianggap nggak bertanggungjawab dan bersifat fitnah.

Menurut Otto, kliennya sama sekali nggak ada kaitannya dengan produsen Ivermectin, baik sebagai pemilik saham maupun direktur. Pernyataan ICW berpotensi memancing opini seolah-olah Moeldoko mengambil keuntungan dari Ivermectin.

Kendati demikian, lanjut Otto, Moeldoko pengin upaya hukum menjadi pilihan terakhir yang ditempuh. "Selesaikan perkara ini dengan cara-cara yang terbaik, tidak ribut-ribut, terbuka, transparan, dan tidak perlu kalau boleh di luar hukumlah," kata Otto mengingat ucapan Moeldoko.

Sebelumnya diberitakan, ICW melakukan penelitian singkat selama satu bulan terakhir untuk melihat keterkaitan PT Harsen Laboratories dengan sejumlah elite politik di Indonesia.

Peneliti ICW Egi Primayoga menyebut adanya dugaan PT Harsen Laboratories mempunyai hubungan dengan Moeldoko.

"Saya ingin menyoroti nama Sofia Koswara, memang nama Sofia tidak tertera dalam akta (perusahaan PT Harsen Laboratories), tapi dalam berbagai sumber dia disebut sebagai Wakil Presiden PT Harsen Laboratories, dan dia tampaknya punya peran sentral dalam menjalin relasi dengan berbagai pihak," tutur Egi dalam diskusi virtual ICW, Kamis (22/7/2021).

Nah, berdasarkan penelusuran ICW, Sofia ada kaitannya dengan PT Noorpay Perkasa sebagai direktur dan pemilik saham. "Dan di sini kita bisa melihat keterkaitan PT Noorpay Perkasa dengan KSP Moeldoko. Salah satu pemilik saham PT Noorpay Perkasa adalah Joanina Rachman, dan dia diketahui merupakan anak Moeldoko. Dia menjadi pemegang saham mayoritas dan dia juga diketahui tenaga khusus atau tenaga ahli di Kantor Presiden," ungkap Egi.

Hm, kalau menurutmu ICW harus memberikan bukti atas pernyataannya nggak nih, Millens? (Kom/IB21)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: