BerandaHits
Rabu, 28 Okt 2025 16:15

Menyemai Harapan; Aksi Tanam Pohon Kolaborasi Mahasiswa Undip dengan Warga Sadeng

Aksi menanam bibit pohon yang dilakukan mahasiswa Undip bersama warga setempat. (Komunitas Pinggir Jurang)

Bersama warga Sadeng, puluhan mahasiswa FISIP Undip menggelar aksi menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menyemai harapan untuk masa depan.

Inibaru.id - Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) bersama warga Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menggelar aksi menanam pohon bertajuk “Dari Edukasi ke Aksi: Selamatkan Diri, Alam Lestari”, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa, perangkat kelurahan, dan komunitas seni lingkungan yang digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian alam.

Inisiator kegiatan, Feby, yang merupakan mahasiswa FISIP Undip menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penerapan langsung dari pembelajaran sosial yang menekankan pentingnya aksi nyata bagi lingkungan.

“Kami tidak ingin berhenti pada teori. Edukasi harus melahirkan tindakan, karena perubahan hanya terjadi ketika kita mau bergerak. Dengan menanam pohon, kami belajar tentang kehidupan; bahwa menjaga alam berarti menjaga diri sendiri,” ujar Feby.

Gotong Royong Menyemai Harapan

Sebanyak 20 mahasiswa dan dua dosen pembimbing dari Undip serta 35 warga Sadeng ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka menanam 25 bibit tabebuya dan pachira dari mahasiswa serta 50 bibit mengkudu (pace) sumbangan pelukis sekaligus aktivis seni lingkungan Achmad Basuki bersama komunitasnya.

Nggak hanya memperindah lingkungan, bibit pohon yang ditanam juga sengaja dipilih yang memiliki manfaat ekologis, seperti menahan erosi dan memperbaiki kualitas udara. Penanaman dilakukan di beberapa titik strategis di sekitar Kelurahan Sadeng.

Aksi menanam pohon yang dilakukan mahasiswa Undip bersama warga Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Komunitas Pinggir Jurang)

Berkaitan dengan kegiatan ini, Lurah Sadeng Puguh Priyambodo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk kegiatan penanaman bibit yang diinisiasi para mahasiswa Undip tersebut. Meski terlihat sederhana, menurutnya kegiatan ini punya makna yang sangat besar.

"Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dan semua pihak yang peduli. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan menjadi warisan hijau untuk anak cucu kita,” sambutnya.

Seni dan Alam dalam Satu Napas

Selain menanam bibit, kegiatan ini juga disertai dengan kaus bertuliskan “Menanam Adalah Nafas Kami” yang merupakan kampanye untuk bersama-sama menjaga bumi. Pelukis Achmad Basuki yang turut serta dalam kegiatan ini mengatakan, aksi itu adalah kolaborasi antara ilmu, seni, dan kepedulian sosial.

Menurut penggerak komunitas seni Pinggir Jurang yang bermarkas di Sadeng ini, menanam bukan sekadar kegiatan, tapi bagian dari napas seni dan kehidupan komunitas, sebagaimana tercetak pada kaus yang dibagi-bagikan dalam kegiatan ini.

"Pohon tumbuh diam-diam, tapi memberi napas bagi dunia. Kalau manusia mau sedikit saja meniru ketulusan pohon, mungkin bumi ini tidak akan sesak seperti sekarang,” ujar lelaki yang dikenal aktif dalam gerakan pendidikan dan pelestarian alam berbasis seni di kawasan pinggiran Semarang ini.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen warga untuk merawat pohon yang telah ditanam. Mengutip kata Feby, "Menanam itu seperti menulis masa depan; pohon mungkin tumbuh pelan, tapi kelak akan jadi naungan bagi banyak kehidupan!" Kata-kata yang menarik, bukan? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

5 Tradisi Iduladha di Indonesia yang Unik, Sarat Makna, dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

28 Mei 2026

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Mengenal Thudong, Perjalanan Spiritual Para Biksu yang Selalu Mencuri Perhatian Saat Waisak

2 Jun 2026

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: