BerandaHits
Sabtu, 7 Okt 2022 13:58

Menguak 'Dosa' Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam tersangka Tragedi Kanjuruhan. (Kompas/Suci Rahayu)

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam tersangka Tragedi Kanjuruhan. Seperti apa ya peran para tersangka ini dalam menyebabkan tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut?

Inibaru.id – Sedikit demi sedikit, langkah investigasi Tragedi Kanjuruhan mulai memberikan hasil. Pada Kamis (6/10/2022) malam, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam tersangka tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut. Dari enam tersangka, tiga di antaranya adalah anggota Polri yang bertanggung jawab atas keamanan pertandingan Arema FC versus Persebaya tersebut.

Mereka adalah Akhmad Hadian Lukita selaku Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Abdul Haris yang merupakan Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Arema FC, Sutrisno yang merupakan Security Officer, Kasat Samapta Malang Ajun Komisaris Polisi Bambang Sidik Achmadi, Kepala Bagian Operasional Polres Malang Wahyu SS, dan Komandan Kompi III Brimbob Polda Jatim AKP Hasdarman.

“Berdasarkan gelar perkara dan alat bukti permulaan yang cukup, maka ditetapkan saat ini enam tersangka,” ucap Listyo sebagaimana dilansir dari Tempo, Kamis (6/10/2022).

Menurut keterangan Listyo, ada beberapa pasal yang akan dikenakan pada keenam tersangka. Pasal-pasal tersebut adalah Pasal 359 dan 360 KUHP tentang Kelalaian. Mereka juga dikenakan Pasal 103 Juncto Pasal 52 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Berikut adalah peran mereka dalam tragedi ini sehingga sampai dijadikan tersangka.

1. Direktur LIB Akhmad Hadian Lukita

Direktur LIB Akhmad Hadian Lukita menjadi salah satu tersangka dari kejadian kerusuhan Kanjuruhan yang menjatuhkan banyak korban jiwa . (Pojoksatu)

LIB sebagai operator Liga 1 nggak melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan sejak sebelum awal musim bergulir. Hal ini diungkap Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

“Verifikasi terakhir itu tahun 2020. Saat itu ada catatan yang perlu diperbaiki terkait keselamatan. Tahun 2022 nggak ada verifikasi dan belum ada perbaikan dari hasil verifikasi terakhir,” ungkap Kapolri sebagaimana dilansir dari Kompas, Kamis (6/10).

Menanggapi tudingan ini, Lukita mengaku siap menjalani proses hukum yang berlaku serta meminta semua pihak untuk menjadikan tragedi ini sebagai pembelajaran.

“Mohon doanya. Kami harap peristiwa kemarin jadi pelajaran berharga bagi semua,” terang Lukita sebagaimana dinukil dari Detik, Jumat (7/10).

2. Ketua Panpel Pertandingan Abdul Haris

Dari jabatannya saja sudah jelas kalau Abdul Harris bertanggung jawab penuh atas pertandingan yang dijalankan Arema FC di kandangnya. Dia juga punya tanggung jawab penuh atas keselamatan penonton. Sayangnya, dia mengabaikan satu hal penting namun sangat fatal, yaitu penjualan tiket sesuai kapasitas tribun.

“Seharusnya kapasitas 38 ribu penonton, tapi tiket yang dijual 42 ribu lembar,” ungkap Listyo.

Yang lebih bikin heran, Abdul Harris ternyata masih dalam status skorsing, nggak boleh aktif dalam dunia persepakbolaan Tanah Air selama 20 tahun. Skorsing ini berlaku sejak awal 2010 lalu gara-gara percobaan suap ke Komisi Disiplin PSSI setelah dituding bersalah akibat melubernya penonton pada pertandingan Arema vs Persema.

“Karena Haris telah terbukti melakukan percobaan suap ke Komdis dan pencemaran nama baik, maka Haris yang ketua Panpel Arema itu dihukum maksimal 20 tahun tak boleh aktif di persepakbolaan nasional,” ucap Ketua Komisi Disiplin PSSI kala itu, Hinca Panjaitan sebagaimana dilansir dari Detik, (10/2/2010).

3. Security Officer Sutrisno

Gas air mata, penyebab utama banyak korban berjatuhan di Tragedi Kanjuruhan. (Detik/AP/Yudha Prabowo)

Sutrisno dituding meminta para steward meninggalkan tempat mereka bertugas. Padahal, para steward seharusnya tetap bertugas selama penonton masih ada di stadion meski peluit panjang pertandingan sudah ditiup.

4. Ketiga Anggota Kepolisian

Listyo menuding ketiga anggota kepolisian yang dijadikan tersangka sebagai orang yang memberi perintah kepada anggota untuk menembakkan gas air mata. Dia menyebut ada 11 tembakan gas air mata yang dilontarkan petugas, yaitu 7 tembakan ke tribun selatan, 3 tembakan ke lapangan, dan 1 tembakan ke tribun utara.

“Penonton panik, merasa pedih lalu meninggalkan arena,” kata Listyo.

Kalau menurutmu, masih ada tersangka lain yang bakal diumumkan dalam kasus Tragedi Kanjuruhan ini nggak, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: