BerandaHits
Kamis, 22 Apr 2020 14:55

Mengapa Lebih Mudah Tahan Lapar daripada Haus?

Ilustrasi haus dan dehidrasi (Alamy)

Haus dan lapar bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman. Hanya, menahan rasa lapar lebih mudah dilakukan ketimbang menahan haus. Apa alasannya, ya?

Inibaru.id – Tubuh mengeluarkan respons lapar dan haus sebagai tanda akan kurangnya nutrisi dan cairan. Namun jik dicermati, lebih mudah menahan lapar daripada menahan haus.

Banyak orang yang bisa terus melakukan aktivitas meski perut terasa lapar. Namun, jika sudah haus, beda ceritanya. Tubuh akan terasa nggak karuan dan lemas. Bahkan, jika sampai kamu mengalami dehidrasi, dampaknya bisa sangat parah, lo!

Pasti kamu bertanya-tanya, mengapa lebih mudah menahan lapar ketimbang menahan rasa haus, kan? Berikut penjelasannya.

1.       Tubuh Sangat Bergantung Terhadap cairan

Ilustrasi tubuh dehidrasi (istockphoto)

Tubuh makhluk hidup memang dirancang untuk bergantung pada cairan. Hal ini terjadi karena secara umum tubuh manusia dan hewan terdiri dari 70 persen cairan.

Otak dan jantung terdiri dari cairan sebanyak 73 persen, ginjal 85 persen, dan paru-paru sebanyak 80 persen. Bahkan, tulang manusia yang keras memiliki komposisi cairan sebanyak 31 persen. Hal ini berarti, bila tubuh kekurangan cairan, fungsi organ-organ tersebut tentu akan terganggu. Hal inilah yang membuat tubuh segera mengeluarkan respons haus yang sangat terasa demi memaksa kita segera mengembalikan keseimbangan cairan.

2.       Darah Menjadi Tumbal Jika Tubuh Kekurangan Cairan

Ilustrasi darah (Benzinga)

Salah satu alasan mengapa tubuh nggak tahan dengan rasa haus adalah karena kondisi darah akan berubah saat kekurangan cairan. Saat tubuh mengalami dehidrasi, akan mencari sumber air lain agar tetap dapat menggerakkan fungsi otak dan jantung.

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menyebut dehidrasi dapat membuat tubuh mengambil cairan yang ada di sel darah. Hal ini membuat darah menjadi lebih kental. Kondisi ini membuat distribusi oksigen terganggu. Organ yang kekurangan oksigen akan mengalami gangguan fungsi. Tubuh pun akan terasa nggak karuan.

3.       Kurang Cairan, Tubuh Manusia Akan Lebih Cepat Mati

Ilustrasi air minum (Shutterstock)

Fakta membuktikan bahwa kalau kamu nggak minum apapun selama 3 hari, bisa membuat organ berhenti bekerja dan menyebabkan kematian. Serem ya!

Sementara itu, tubuh manusia masih bisa hidup meski nggak makan apapun selama 10 hingga 20 hari. Durasi ini bergantung pada seberapa banyak jumlah cadangan energi di dalam tubuh.

4.       Rasa Haus Akan Lebih Terasa Intens Dibandingkan Rasa Lapar

ilustrasi kehausan (istockpro)

Respons tubuh terhadap rasa haus akan lebih intens. Hal ini disebabkan oleh otak akan terus bekerja supaya tubuh mendaptakan cairan secukup mungkin. Bila respons ini terus dilakukan, otak akan mengalami pembengkakan sel-sel saraf sebagai efek dari kinerjanya yang lebih berat.

5.       Secara Psikologis Dampak Kehausan Lebih Berbahaya Daripada Kelaparan

Ilustrasi cemas (fotolia)

Rasa haus akibat dehidrasi bisa menyebabkan gangguan psikologis lebih parah dibandingkan dengan rasa lapar. Hal ini disebabkan oleh efek kekurangan cairan yang bisa mempengaruhi fungsi otak, cara berpikir, dan perilaku seseorang.

Nah, kamu sudah tahu kan mengapa lebih sulit menahan rasa haus daripada lapar. Mengingat dampaknya nggak baik, sebaiknya segera minum jika sudah merasakannya, ya. Millens. (Idn/MG31/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: