BerandaHits
Sabtu, 22 Nov 2019 11:52

Mengaku Sayang, Siswa SMA di Bantul Ini Justru Tusuk Gurunya Sendiri

Penusukan guru oleh muridnya sendiri di Bantul. (Pelitasumatera.com)

Seorang siswadi Bantul mengaku sudah lama menyimpan perasaan kepada guru SMA-nya, namun rasa sayang ini tak berbalas. Sakit hati, sang siswa sampai nekat melakukan penusukan.

Inibaru.id – Wening Pamujiasih seorang guru berusia 35 tahun  ditusuk oleh siswanya sendiri di Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kasus penusukan ini ternyata bermotif asmara, tepatnya karena cinta yang tak berbalas.

Detik, Kamis (21/11/19) menulis, pelaku penusukan ini adalah CB, remaja berusia 16 tahun yang merupakan siswa kelas XI di sebuah SMA di Kulonprogo, tempat Wening mengajar.

Kasus penusukan ini terjadi pada pada Rabu (20/11) di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Saat itu, Wening sedang tidur pulas di kamarnya. Di rumah, Wening hanya bersama mertuanya karena suaminya sedang berada di masjid.

Pelaku yang datang dengan menggunakan sepeda motor masuk lewat pintu belakang dan langsung menusukkan pisau ke bagian ulu hati korban. Bahkan, pisau yang digunakan sampai bengkok akibat hal ini.

“Saat bu Wening lagi tidur, langsung ditusuk dnegan pisau dapur selebar 3 cm dan panjangnya 7 cm. Tusukannya kena ulu hati (korban). Setelah menusuk itu (tersangka) langsung pergi dari rumah korban” jelas Muryanto Kapolsek Srandakan.

Jeritan korban kemudia terdengar oleh mertuanya. Mertuanya kemudian memanggil suami korban, Nukman Rifai untuk memeriksa. Setelah dicek, korban sudah dalam kondisi kesakitan dan lemas dengan luka tusuk dan memar pada wajah. Wening pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit UII, namun karena lukanya cukup parah, Dia kemudian dirujuk ke RSUP dr. Sardjito.

Dalam kurun waktu kurang lebih dua jam, aparat kepolisian menjemput pelaku dan menjadikan pisau yang tertinggal di tempat kejadian sebagai barang bukti. Saat diperiksa ini lah diketahui bahwa pelaku mengaku melakukannya karena sakit hati. Hasil penelusuran Polisi juga mengungkapkan bahwa CB mengalami gangguan kejiwaan sejak SD.

Wah semoga kejadian serupa nggak terjadi lagi ya, Millens! (IB09/E06)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: